Terlahir Kembali Untuk Lebih Mencintaimu

Terlahir Kembali Untuk Lebih Mencintaimu
BAB 38 USAHA KEDUA ORANG


__ADS_3

2 minggu yang lalu.


"Hallo."


"Bisakah kita bertemu. Ada sesuatu yang ingin ku tanyakan."


"Sekarang, di tempat biasa."


Lily memasuki sebuah cafe. Setelah mematiskan kakaknya dan Alion pergi, diam-diam Lily membuat janji dengan seseorang.


Memesan segelas milkshake coklat kesukaannya, Lily menunggu dengan sabar kedatangan orang itu.


Cafe yang dia datangi berada di tempat yang cukup terpencil. Disini mengkhususkan untuk menjual segala macam kue. Dari mulai kue kering, brownis, kue ulang tahun pun ada disini.


Tidak banyak pelanggan yang telihat duduk disini. Tapi jangan salah, kue disini dikenal dengan kelezatannya, hanya saja kebanyakan orang memesan untuk dibawa pulang.


Entah apa alasannya, Lily juga tak tahu. tapi menurut pendapat pribadi Lily dia suka berlama-lama di tempat seperti ini.


Aroma kue yang baru dipanggang tercium, berpadu dengan aroma segar tanaman yang di tanam disini. Lily merasa tempat ini sangat nyaman untuk bersantai.


Klinggggg


Bunyi pintu kafe memukul lonceng, tanda seseorang membukanya.


Sesosok wanita dewasa berjalan menuju ke arah Lily. Berbeda dengan kecantikan Lily yang terlihat imut, manis, dan polos. Wanita itu terlihat elegan, seksi, dan dewasa. Mereka sama-sama cantik dengan versi masing-masing.


"Apa kamu lama menunggu, Ly?" tanya nya.


"Tidak aku juga baru datang dan memesan minuman. Kak sasha duduklah, ingin ku pesankan sesuatu?" kata Lily dengan senyum.


"Ehm, kalau begitu aku ingin jus jeruk saja. Cuaca hari ini cukup kering, aku membutuhkan yang segar segar," jawab Sasha.


Lily mengangguk dan berdiri hendak memesan ke meja kasir, namun tak lupa dia menawarkan makanan lebih dulu.


"Apakah kakak ingin kue?" tanya Lily lagi.


"Tidak dulu, Ly," jawab Sasha.


"Pasti kak Sasha diet lagi, padahal sudah sangat kurus loh. Aku saja iri kakak bisa sekurus ini tapi tetap seksi," kata Lily setengah bercanda.


Kak Sasha memang terlihat begitu cantik dengan body yang membuat semua orang iri. Namun, Lily tak benar benar iri. Dia tahu tubuhnya pun akan berkembang seperti itu nantinya. Yahh dia hanya harus bekerja lebih keras lagi.


Sasha menggeleng ringan, menyaksikan Lily pergi, dia menggambil sebuah tisu di tas nya. Cuaca hari ini benar benar cukup panas, tak heran jika di berkeringat setelah berjalan ke cafe ini.


Karena kafe ini berada di ujung gang, Sasha terpaksa harus memakirkan mobilnya, dan berjalan kaki untuk sampai disini.


Pertama kali dia bertemu Lily, gadis itu telah menyelamatkan nyawanya, kemudian kita menjadi teman setelahnya. Meski sering berhubungan lewat ponsel kita jarang bertemu.


Kalau tidak salah ini pertemuan keempat nya dengan Lily. Itulah mengapa dia sedikit terkejud saat Lily mengajaknya bertemu. Takut Lily memiliki masalah, dengan segera dia meninggalkan semua pekerjaannya.


Lily yang telah memesan minuman pun kembali ke tempat duduknya. Melihat kak Sasha yang masih mengenakan baju formal. Lily tahu dia pasti langsung menemuinya dari tampat kerja, dia menjadi merasa sedikit bersalah telah mengganggunya.


"Apakah aku telah mengganggu kak Sasha?" tanya Lily hati-hati.


"Tidak, jangan khawatir. Hanya pekerjaan biasa bukan suatu yang penting," jawab Sasha mantap.


Mengetahui hal itu, Lily menghelas nafas lega. Lily mulai menceritakan apa yang telah dia dan alion alami malam itu. Sehingga membuatnya terluka dan dirawat dirumah sakit.


Tentu saja sasha terkejud saat mendengarnya, karena dia memang cukup sibuk. Dan tak tahu bahwa Lily sempat dirawat di rumah sakit. Pantas saja dia merasa Lily sedikit kurus dan pucat.

__ADS_1


"Sekarang kamu baik baik saja kan, Lily?" tanya Sasha memotong.


"Aku sudah tak apa kak, lukaku juga sudah mulai mengering," jawab Lily.


Lily kembali melanjutkan ceritanya.


Lily juga menceritakan tentang pengakuan pelaku. Hingga sahabat baiknya yang ternyata iku terlibat didalamnya. Lily tak menyembunyikan apapun pada kak Sasha.


Sampai akhirnya Lily mengatakan apa tujuannya menemui kak Sasha.


"Aku ingin meminta pertolongan kakak, aku tahu kemampuan kak sasha. Aku ingin mencari info tentang seseorang. Bisakah kakak membantuku, aku mohon," kata Lily memohon.


"Tentu Ly, kau pernah membantuku. Lalu bagaimana mungkin aku tak membantumu sekarang. Jangan khawatir aku pasti akan menemukan informasi yang kamu inginkan," jawab Sasha yakin.


Yah dia telah berjanji, pada dirinya sendiri, dia akan membalas kebaikan Lily apapun caranya dan sekarang inilah saatnya. Hanya untuk menemukan seseorang, maka dengan mudah dia bisa mendapatkannya. Dimata orang luar mungkin dia hanya pekerja kantor biasa, tapi dibelakang itu dia adalah seorang hacker.


****


Kembali ke Lily saat ini, dia baru saja mengirimkan pesan pada Alion, tak mendapat balasan apapun.


Lily menaruh kembali ponselnya dan melanjutkan makannya, takut bell pelajaran berbunyi terlebih dulu.


Setelah mengikuti kelas terakhir, tiba waktunya untuk pulang. Dengan semangat Lily membereskan bukunya, dan segera menuju ke gerbang mencari keberadaan Alion.


Benar saja Lily langsung membaca pesan yang Alion kirim sesaat setelah bell pulang berbunyi. Dia tak membalasnya, karena terlalu bersemangat, ingin segera menemui Alion.


Cuaca sore ini sedikit hangat, langit mulai berubah ke warna jingga, menandakan matahari akan segera terbenam. Mungkin tak seindah pemandangan di desa yang tak terhalang gedung gedung tinggi.


Namun, pemandangan langit yang indah masih bisa mereka nikmati. Panorama itu membuat semua orang yang melihatnya merasakan kedamaian.


Di depan gerbang sekolah, Lily melihatnya, itu Lio nya. Dengan senyuman Lily menghampiri Alion yang tengah duduk di sepeda motornya.


"Kenapa berlari, apa kamu tidak lelah," kata Alion berpura pura marah.


"Tidak, lagi pula jarak nya tidak jauh," jawab Lily semangat.


Tak ingin melunturkan semangat gadisnya, Alion tak kembali bertanya. Alion segera mengambil helm wanita di motornya, dan memasangkannya ke kepala Lily. Keduanya lalu meninggalkan sekolah dengan menaiki motor.


Tak jauh dari gerbang sekolah, berbanding terbalik dengan yang Lily dan Alion tunjukan. Dua orang berbeda gender ini malah sedang terlibat argumentasi.


Zidan memasukkan tangannya ke dalam saku celananya, sosoknya yang tinggi, membuat gadis dideatnya terlihat mungil. Padahal Angel merupakan salah satu gadis tertinggi diantara teman wanitannya. Bahkan dia sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan Lily. Entah bagaimana gadis itu bisa tahan, dia pasti sering mendongak saat bersama Alion.


Kedekatan yang sempat mereka miliki sebelumnya, sekarang seolah hilang begitu saja.


Angel tak mengerti apa maksud Zidan.


"Apa maksudmu Zidan, aku tak mengerti?" tanya Angel ragu-ragu.


Zidan menatap gadis didepannya acuh, wajahnya begitu datar tanpa tanda tanda emosi. Seolah dia tak menganggap penting gadis didepannya.


"Bukankah, sudah jelas. Jangan dekati aku lagi," kata Zidan dingin.


Angel menatap tak percaya, bukankah sebelumnya mereka baik-baik saja. Bahkan saat dia menjenguk Lily sebelumnya, Zidan mengantarkan nya pulang ke rumah.


"Tapi kenapa?" tanya Angel tak percaya.


Zidan mulai terlihat tak sabar, siapapun yang dekat dengan nya bisa tahu, bahwa saat ini pria itu benar benar marah.


"Kau menggangguku," jawab Zidan dingin.

__ADS_1


Merasa tak cukup akan jawaban yang dia ucapkan. Zidan kembali melanjutkan, dengan kata-kata yang lebih kejam.


"Aku tak akan menyukai gadis murahan seperti dirimu," kata Zidan lagi.


Angel menggigit bibir bawahnya, matanya memerah, menahan tangis, dia menundukkan kepalanya. Angel tak pernah merasa sesakit ini, bahkan saat menerima penolakan Alion dulu, Angel tak memasukkannya dalam hati. Mungkin dia benar benar muncintai Zidan.


"Apakah dia benar benar tak pantas dicintai," batin Angel sesak.


Tak ingin membuang banyak waktu lagi, Zidan langsung pergi setelah mengatakan kata-kata kejam seperti itu. Tapi tanpa siapapun menyadari, saat dia melihat mata memerah Angel yang akan menangis.


Bulu mata Zidan bergetar, raut mukanya hampir berubah, tapi dengan cepat kembali ke eksresi datar.


****


Hanya sekitar 10 menit dari sekolah untuk sampai ke rumah lily.


Alion memakir motornya tepat di halaman rumah Lily. Lily turun lebih dulu, baru setelahnya Alion turun dan membantu membuka helm Lily.


Ibu Lily yang baru saja keluar untuk membuang sampah, menyaksikan kejadian itu. Tanpa mengatakan apa apa, ibu Lily hanya tersenyum melihatnya.


"Bibi / ibu."


Seru keduanya bersamaan.


"Kalian sudah pulang, masuklah. Alion kamu juga masuk dan makan lah dulu," kata ibu Lily ramah.


"Tidak bibi, aku baru saja makan. Aku tak bisa mampir karena ada hal yang harus aku lalukan," tolak Alion.


Mendengar hal itu, ibu Lily mengangguk mengerti. Anak muda sekarang memang sepertinya terlalu bayak hal yang diurus. Megingat putra nya sendiri yang katanya telah keluar dari OSIS, tapi bahkan sampai sekarang masih pulang malam, membuatnya sakit kepala.


"Baiklah lalu kamu harus berhati hati, bibi akan masuk kedalam dulu. Lily juga cepatlah berganti baju setelah selesai," pesan ibu Lily.


Sepeninggal ibu Lily, keduanya kembali bertatapan.


"Apa kamu akan pergi, Alion?" tanya Lily sedikit sedih.


Lily sebenarnya masih sedikit rindu dengan Lio. Entah kenapa, mungkin karena saat sakit Lio selalu ada disampingnya, membuat Lily menjadi terbiasa. Sekarang saat mereka akan berpisah padahal baru bertemu beberapa saat. Lily merasa sedikit tak rela.


Alion menangkap mata menuntut Lily. Dia juga masih ingin berlama lama dengan Lily, tapi dia benar-benar tak berdaya, dia harus mengurus masalah Geo.


"Hmm, aku janji malam nanti akan datang lagi," balas Alion.


Alion menjadi semakin tak tega setelah mengatakannya.


"Bagaimana jika kau ikut denganku?" usul Alion.


Mata Lily berbinar saat mendengarnya, menandakan dia sangat menyetujui usulan itu.


"Boleh," katanya semangat.


Alion terkekeh ringan, mengangguk kan kepalanya, dia mengelus kepala Lily pelan, menyetujui kata-kata Lily.


"Lalu, aku akan bersiap dan izin kepada ibu," kata Lily senang.


"Hmm, aku akan masuk juga. Tak perlu terburu-buru okey," kata Alion lembut.


Keduanya pun memasuki rumah, Lily langsung naik ke kamarnya, setelah meninggalkan Alion di ruang tamu. Di rumah Lily hanya ada sang ibu saja, ayah Lily masih lah bekerja dan akan pulang malam hari, sedangkan kakaknya juga masih disekolah.


Sang ibu yang tahu rencana keduanya pun tak melarang. Hanya meminta mereka untuk selalu hati hati. Dan jangan pulang terlalu larut nantinya.

__ADS_1


__ADS_2