Terlahir Kembali Untuk Lebih Mencintaimu

Terlahir Kembali Untuk Lebih Mencintaimu
BAB 6 PULANG BERSAMA


__ADS_3

Tiba waktunya meninggalkan sekolah. Kedua teman Lily telah dijemput jadi mereka pulang lebih dahulu. Lily juga ingin pulang tapi kakaknya tidak mengijinkannya pulang sendiri dan memintanya menunggu. Jadilah Lily sendirian seorang melihat teman temannya pergi. Karena bosan ia pun berkeliling ke arah taman.


Taman di sekolah Lily terbilang terawat dengan baik. Karena program sekolah mengharuskan siswa siswi untuk mengurusnya secara bergiliran.


Lily duduk di salah satu naungan pohon disana sembari melihat bunga berbagai warna di depannya.


Tetapi, tiba-tiba ada suara mengobrol di belakangnya. Lily tidak bermaksud menguping. Karna pohon besar dibelakang yang menutupi, dia jadi tidak tau bahwa disana ada orang. Lily hendak pergi ketika ia mendengar sebuah suara yang dikenalnya. Ia pun tanpa sadar terdiam menyimak.


"Alion, bagaimana kabar bibi. Sudah lama aku tidak kesana. Aku merindukannya," ujar gadis itu. Itu hanya alasan saja agar ia bisa berbicara dengan Alion.


"Baik," balas Alion singkat.


"Ah, emm baguslah. Apakah kau akan pulang. Bolehkah aku ikut aku ingin menemui bibi pergi," kata gadis itu terdengar canggung.


"Tidak," balas Alion dingin.


"Kenapa?" gadis itu tak percaya alion akan menolaknya. Dia fikir dia gadis istimewa, dia cukup percaya diri bahwa alion menyukainya. Apalagi dengan kedekatan orang tua mereka. Alion hanya malu saja itulah sebabnya ia mengambill inisiatif.


"Apa aku harus memberitahu urusanku," balas Alion tidak sabaran.


"Maaf Alion kau pasti sibuk bukan. Kalau begitu lain kali saja," ucap gadis itu percaya diri. Ah ya pasti alion sibuk dengan geng nya gadis itu harus mengerti.


"...." Alion hanya dia tak menanggapi. Matanya menatap tajam gadis di depannya.


Melihat Alion akan marah ia memutuskan pergi. "Baiklah kalau begitu aku pulang. Salam untuk bibi ya Alion."


Terlihat mereka beranjak pergi ke arah berlawanan. Aku hanya bersembunyi berharap tidak ada yang melihat.


Aku tidak menyangka bahwa Alion memiliki kedekatan dengan gadis. Saat kehidupan sebelumnya memang kita tidak pernah berbicara. Jadi, aku tidak tau bagaimana kehidupannya saat remaja.


Entah kenapa hati Lily terasa di remas. Ia sedih memikirkan Alion menyukai gadis lain. Ia merasa dilema perihal rencananya untuk mendekati Alion saat ini apakah merupakan waktu yang tepat. Ia hanya bisa menghelas napas dan beranjak pergi.


Tanpa diduga Alion tidak benar-benar pergi. Saat Lily berbalik Alion sudah ada tepat dibelakangnya. Lily terkejut dan membuatnya akan jatuh. Beruntung Alion segera menarik tangannya.


"Emh, terima kasih Lio," ujar Lily pelan.


Setelah menyeimbangkan tubuhnya ia pun hendak melepaskan tangan Alion yang menggenggam tangannya. Tapi Alion tidak mau melepasnya dan terus menatapnya tajam.


"Lio, bisa kamu lepaskan tanganku," pinta Lily sembari menundukkan kepala. Ia tak berani menatap Lio nya. Hatinya masih sedih memikirkan kejadian tadi.


Alion masih terus menggenggam tangan Lily tanpa berniat melepasnya. "Tidak berani menatapku, apa kamu merasa bersalah karena menguping."


"Aku tidak menguping. Aku tidak tau jika disana ada orang," Lily merasa sedikit malu, tapi perasaan itu segera hilang dan terganti marah memikirkan kedekatan alion dengan gadis itu. Tanpa sadar suaranya sedikit meninggi. "Bisa kau lepaskan, aku ingin pulang."


Melihat kemarahannya Alion melembutkan tatapannya. "Baiklah aku hanya bertanya. Kenapa kamu marah hmm?" kata alion dengan lembut. Ia melepas cekalan tangannya dan berganti mengelus kepalaku. Dia kembali melanjutkan kata-kata nya.

__ADS_1


"Jangan marah okey. Bukankah tadi pagi kita baru berbaikan."


Aku hanya bisa terdiam merasakan tenang saat Alion begitu lembut mengelus kepalanya.


"Aku tidak marah. Aku hanya ingin pulang," lirih lily pelan.


"Baiklah ayo kita akan pulang," Alion kembali menggenggam tanganku dan menariknya pelan. Aku hanya menunduk mengikutinya tidak tau harus berkata apa. Tapi, tiba tiba sebuah suara muncul. "Hmm, gadis itu bukan siapa siapa. Dia hanya salah satu anak teman ibukku. Aku hanya menanggapinya untuk menghormati ibunya."


Aku mendongak menatap punggungnya. Alion menjelaskan untuknya, ternyata ia tidak menyukai gadis itu. Perasaan buruk nya langsung menguap, bibirnya langsung tersenyum lebar. Terlihat sekali gadis itu senang. Terlihat langkah kakinya yang langsung semangat berbeda sekali dengan tadi saat dia hanya mengikuti dengan kepala tertunduk.


"Ayo Lio, cepat!" seru gadis itu.


Alion tersenyum melihat tingkahnya. Ia tau dengan jelas tau apa yang terjadi dengan gadis itu. Sejak pertama kali dia datang dia sudah memperhatikannya.


Dia sengaja diam memilih menanggapi kata kata anak teman ibunya yang dia bahkan tak tau siapa namanya. Ia penasaran apa yang akan dilakukan gadisnya.


Alion senang reaksi Lily benar-benar diluar dugaannya. Dengan imut nya dia membentaknya, bagi Alion itu sama sekali tak menakutkan, dan malah terasa manis seolah setetes madu jatuh ke bibirnya. Alion tau gadis ini pasti salah paham, semua terlihat jelas di wajahnya.


Alion sebenarnya ingin lebih menggoda gadisnya. Tapi melihat bagaimana gadis itu menunduk sedih dengan punggung ringkihnya. Alion tidak tega rasanya, jadi dia langsung menjelaskannya.


Perubahan Lily pun terlihat jelas saat dia selesai menjelaskan. Alion jadi merasa menyesal, harusnya dia menjelaskan sedari awal. Memikirkan Lily sedih membuat hatinya tidak enak.


Tapi dia bersyukur dia jadi tau bahwa Lily peduli padanya. Sekarang dia hanya akan terus memastikan bahwa gadis itu akan terus bahagia.


****


Saat di kamarnya Lily baru teringat bahwa ia harusnya menunggu kakaknya.


Lily segera mencari hp nya dan hendak menghubungi kakaknya. Terlihat pesan kakaknya mencarinya.


...Room chat...


Kak Zayyan


Lily kamu dimana??


Kak Zayyan


Lily hey, di kelas tidak ada di depan tidak ada?


Kak Zayyan


Lily ini tidak lucu.


^^^Lily^^^

__ADS_1


^^^Maaf kak zay, lily sudah pulang duluan. Lily lupa mengabari.^^^


Kak Zayyan


Huh, kau ini membuatku khawatir saja.


^^^Lily^^^


^^^Iya, maaf Lily lupa.^^^


Kak Zayyan


Sudahlah tidak apa-apa. Bagaimana kamu pulang tadi?


^^^Lily^^^


^^^Lily pulang bersama teman kak.^^^


Kak Zayyan


Owh, dua temanmu itu. Yasudah lain kali jangan begini lagi.


^^^Lily^^^


^^^Emh iya kak Zay.^^^


Untung saja kak Zay percaya dan tidak bertanya lagi. Dia bisa marah jika tau aku pulang dengan Alion. Walaupun setahuku mereka memang berteman. Tapi sedari dulu kak Zay tak pernah mengizinkanku dekat dengan pria.


Fikiranku kembali melayang saat Alion memaksa mengantar ku pulang. Pria itu selalu bisa membuat jantungku berdebar setiap bersamanya.


Di parkiran sekolah


"Kau pulang dengan ku," kata Alion tegas. Dia kemudian menyeret Lily ke arah motornya diparkirkan.


"Tapi, aku harus pulang bersama kak Zay, Lio," protes Lily pada Alion.


"Hmm, menurut saja okey. Kita pulang bersama," kata Alion sembari mengelus kepala Lily.


"Tapiii...."


"Ini, pakai jaketku," kata Alion memotong.


Ia dengan terampil mengikatkan jaketnya ke pinggang Lily. Tanpa menunggu protes Lily, ia memasangkan helm di kepala gadis itu. Dan segera menaiki motornya.


"Huh, dasar pemaksa," dengus lily pelan.

__ADS_1


Tapi masih bisa didengar Alion. Tanpa gadis itu sadari alion tersenyum tipis. Alion membantu gadisnya menaiki motornya yang tinggi, ia menarik tangan gadisnya dan membuatnya memeluk pinggangnya. Kemudian mereka berdua pun pergi dari tempat itu. Tanpa mereka sadari bahwa ada yang memperhatikan mereka sedari tadi.


__ADS_2