Terlahir Kembali Untuk Lebih Mencintaimu

Terlahir Kembali Untuk Lebih Mencintaimu
BAB 44 RUMAH HANTU


__ADS_3

...Room chat...


^^^Alion^^^


^^^Pria itu muncul.^^^


Zidan


Dimana?


^^^Alion^^^


^^^Resto sebelah taman hiburan.^^^


^^^Alion^^^


^^^Aku bersama lily.^^^


Zidan


Aku akan segera kesana untuk mengurusnya.


Zidan


Kamu bisa fokus pada lily.


^^^Alion^^^


^^^Hmm, aku telah meminta kamera pengawas. Tapi pria itu memakai masker.^^^


^^^Alion^^^


^^^Kau harus memeriksa di bagian luar.^^^


Zidan


Baik.


Zidan


Alion, arumi tiba tiba meminta bertemu.


^^^Alion^^^


^^^Hati hati, minta anak lainnya menjaga.^^^


Zidan


Iya.


"Lio, ayo cepat kini giliran kita masuk ke dalam," kata lily dengan penuh semangat.


Usai makan malam, mereka berdua kembali ke taman hiburan. Untuk kembali bermain disana. Saat ini mereka berada di depan wahana bertuliskan rumah hantu.

__ADS_1


Alion yang mendengar suara lily langsung saja memasukkan kembali ponselnya ke dalam sakunya. Dengan pelan dia mengikuti di belakang langkah lily, mereka berdua pun masuk ke dalam rumah hantu.


Cahaya yang tadinya terang pun berganti menjadi gelap. Samar samar lampu berkedip di atas mereka berdua. Kebisingan di taman hiburan tak lagi terdengar dan nuansa menyeramkan pun mulai terasa.


Lily yang tadinya begitu berani, tiba tiba merasa sedikit takut. Mereka berdua memanglah belum bertemu dengan para hantu bohongan. Tapi rumah hantu ini memang di hias dengan begitu menyeramkan seperti rumah berhantu di film - film.


Memang katanya tempat ini sebelumnya memiliki cerita di dalamnya. Rumah hantu ini aslinya memang rumah kosong yang menyimpan banyak misteri tersendiri. Konon ada yang menemukan seorang hantu namun saat dicari diantara pegawai mereka tak menemukannya. Akhirnya tersiar kabar bahwa ada hantu asli diantara hantu palsu ini. Dan jika kalian menemukannya maka hantu itu akan mengikuti kalian sampai beberapa waktu.


Lily mendengar cerita itu saat mengantri tadi. Beberapa pengunjung membicarakannya dengan nada berlebih seolah semua nyata. Lily tentu saja tak terlalu percaya. Tapi tetap saja dia menjadi kepikiran akan hal itu. Sesaat setelah masuk, lily langsung menyusut ke sebelah alion. Dengan lembut dia meraih sudut pakaian alion, dan berbisik.


"Apakah menurutmu benar benar ada hantu asli, lio," gumam lily pelan.


Meski pelan alion bisa mendengarnya dengan jelas. Alion mengerti, lily pasti terbawa omongan para pengunjung saat mengantri tadi. Bagi alion itu hanya kebohongan agar rumah hantu ini memiliki banyak pengunjung. Bahkan jika pun benar alion tak merasa sedikitpun takut dengan hantu. Mereka hanya benda tak kasat mata yang tak bisa menyakiti manusia.


Belum sempat alion menjawab kata kata alion. Seorang hantu muncul dan mengagetkan mereka berdua.


Aaaaaaa aaaaaaa aaaaaaa aaaaaaa aaaaaaaa


Lily terkejud dan berteriak ketakutan, di bergegas bersembunyi ke dalam pelukan alion.


Alion menatap dingin pada hantu bohongan di depannya. Mungkin karena ketakutan dengan aura alion, hantu bohongan itu menjauh dari mereka berdua, dan hanya menakuti dari jauh. Dengan membuat suara suara seram.


"Huuuu toloong sayaa...Temukan anak saya,"


"Pergiii, " teriak lily.


Lily semakin mengeratkan pelukannya pada alion. Menolak untuk membuka matanya.


"Bukankah kamu bilang tidak takut," kata alion.


Lily dengan keras kepala menggelengkan kepala nya. Namun, jelas sepanjang perjalanan mereka lily selalu bersembunyi dalam pelukan alion.


Tentu saja alion tak akan menolak, dalam hati dia senang, dengan reaksi lily yang seperti ini.


Waktu berlalu dan akhirnya mereka berdua berhasil keluar dari rumah hantu itu dengan singkat. Tentu saja mereka tak memakan waktu lama karena tak ada hantu yang menghalangi mereka berdua. Mereka seolah dengan patuh menjaga jarak dan hanya membuat suara menakut nakuti. Meski hanya begitu, karena efek psikologis lily benar benar ketakutan, dan terus menutup matanya.


"Ingin permen kapas disana?" tanya alion perhatian.


Tangan alion menunjuk sebuah gerai yang terpajang permen kapas di depannya. Alion memikirkan apa yang bisa membuat suasana lily membaik. Saat ini sudah malam, makan es cream lagi benar benar tak baik baginya, saat melihat penjual permen kapas didepan nya. Alion akhirnya terpikirkan untuk membelikan lily manisan itu.


Meski telah keluar ketakutan lily masih sedikit ada, tanpa berpikir panjang dia hanya mengangguk patuh.


Melihat hal itu langsung saja alion membelikan sebuah permen kapas untuk lily.


Alion menyerahkan permen kapas yang telah dia beli, dan lily juga langsung menggigit permen itu. Tangan alion masih memegang tangkai permen kapas, saat melihat lily tak bergerak mengambilnya, mata alion tersenyum memperhatikan keimutan kekasihnya.


"Manis," kata lily dengan senyuman.


Benar saja setelah memakan manisan, suasana hati lily berubah. Dengan senang hati dia melupakan ketakutan saat berada di rumah hantu.


Akhirnya mereka berdua kembali menikmati malam ini dengan perasaan bahagia. Hingga waktu semakin larut mereka berdua pun pulang.


....

__ADS_1


Senin berikutnya.


Ujian fisika sedang mulai diadakan di kelas 10, di depan kelas MIPA 1, guru bahasa inggris dengan tajam mengawasi para siswa di depannya yang sedang mengerjakan kertas ujian di mejanya masing masing.


Tes ini merupakan ujian harian biasa, setiap kali akan menghadapi ujian kenaikan kelas. Bagi siswa yang memiliki nilai rendah di ujian kenaikan nantinya, hasil ujian mereka ini akan sedikit menambah kekurangan nilai mereka, agar mereka tidak tinggal kelas karena tak mencapai rata rata.


Tentunya tidak semua guru akan mengadakan ujian ini. Hanya sebagian guru yang mengajar pelajaran yang sulit saja. Meskipun kelas MIPA 1 merupakan kelas unggulan dan tak perlu khawatir akan nilai tambahan. Mereka semua tetap serius mengerjakan kertas ujian di depan nya.


Berbeda dengan kelas lain, yang diramaikan dengan bisik bisik mencari contekan. Kelas ini begitu hening, bahkan alion dan lily pun tak terlihat saling berkomunikasi selama ujian dimulai.


Setelah ujian selesai, barulah setiap anak mulai membahas jawaban apa yang mereka buat. Mereka mulai saling mengoreksi kesalahan masing masing. Dibalik keramaian mereka di hari biasa, sikap mereka setiap usai ujian, benar benar khas kelas kepintaran.


Lily merasa kesulitan di soal nomor terakhir, meski dia tetap mengisinya, jawaban nya adalah jawaban asal. Karenanya dia berinisiatif untuk menanyakan perihal itu pada alion. alion hanya memikirkan dalam beberapa detik dan mulai menjelaskan dengan bahasa yang mudah tapi tetap menditail.


"Dengan v sebagai kecepatan linier pesawat dan r sebagai jari-jari orbitnya, kita dapat menggunakan rumus a \= v^2 / r. Potensi energi gravitasi dan energi kinetik dapat digunakan untuk menghitung energi yang diperlukan untuk mengubah orbit. Perbedaan energi potensial gravitasi antara dua orbit dapat digunakan untuk menghitung energi yang diperlukan.”


Mungkin karena mereka berdua sama sama cerdas. Lily dengan mudah memahami penjelasan alion.


"Aku mengerti," kata lily dengan senyuman lembut.


Agas yang duduk di depan kedua lasangan itu benar benar merasa tak habis fikir. Percakapan orang orang pintar benar benar tak bisa di pahami. Agas bahkan tak mengerti sedikitpun apa yang dikatakan alion. Namun, lily dengan mudah mencernanya. "Apakah karena mereka sepasang kekasih?" batin agas heran.


....


Saat ini lily sedang makan siang bersama dengan selli dan angel. Mereka bertiga menikmati makanan sembari bercakap cakap dengan ceria.


Detik berikutnya seorang gadis tiba tiba saja duduk di salah satu bangku tempat lily dan teman temannya makan. Gadis itu memiliki rambut pendek dengan name tage bertuli Arumi Cahaya L.


"Bolehkah aku bergabung disini," kata arumi dengan senyuman.


Meski dia meminta izin, itu hanya basa basi, karena nyatanya dia telah duduk sejak awal. Bibirnya tersenyum, tapi ekspresi wajahnya seolah yakin tak akan mendengar sebuah penolakan.


"Tidak, kami cukup berisik. Kak arumi pasti akan terganggu," balas lily lembut.


Meski zidan lah yang menyakiti angel. Tetap saja lily tak ingin membuat angel merasa tak nyaman. Apalagi lily merasa aneh dengan seniornya. Jelas jelas dia tahu bahwa seniornya ini sempat bekerja sama dengan sahabatnya untuk menjabaknya dengan alion malam itu.


Arumi tak menyangka bahwa dia akan ditolak. Setelah diam beberapa detik, dia kembali berkata dengan tak tahu malu.


"Tidak apa apa, aku tak masalah," kata arumi.


Lily masih tersenyum dengan manis, namun matanya jelas meredup. Dia paling membenci orang sombong yang selalu merasa semua orang harus setuju dengan dirinya.


Mungkin karena telah bergaul dengan alion cukup lama. Lily yang biasanya akan repot membuat kata kata sopan malah mengabaikannya. Dengan ringan memberikan kode pada kedua temannya.


"Kalau begitu kakak bisa duduk disini. kita telah selesai, permisi," balas lily dingin.


Dengan segera mereka bertiga meninggalkan tempat itu.


Arumi yang ditinggalkan menggeram kesal. Arumi berfikir bisa mendekati lily untuk mendapatkan sesuatu mengenai alion. Apalagi dia bukan hanya seniornya tapi, telah menjadi kekasih zidan juga. Harus nya lily menghormatinya.


"Pasti semua ini gara gara gadis itu," gumam Arumi kesal.


Tanpa berniat menyentuh makanan yang dia beli. Arumi segera meninggalkan kantin.

__ADS_1


__ADS_2