Terlahir Kembali Untuk Lebih Mencintaimu

Terlahir Kembali Untuk Lebih Mencintaimu
BAB 42 PENGAKUAN


__ADS_3

Kejadian penangkapan Geo telah diketahui oleh semua orang, karena hampir setiap televisi telah memberitakan mengenai hal itu.


Insiden itu begitu membekas di hati semua orang, tak pernah ada yang menyangka bahwa seorang remaja bisa berbuat buruk seperti itu. Karenanya banyak orang tua yang menjadi was-was dengan keamanan anaknya.


Keributan pun terjadi baik di dunia nyata maupun dunia maya. Kejadian ini menjadi tranding di sebuah platform media sosial.


Meski setiap nama telah disamarkan oleh kepolisian, kebanyakan orang yang mengenal mereka pasti mengetahui kejadian yang sebenarnya.


Sedangkan bagi yang tak mengetahuinya mulai menebak nebak identitas mereka, diskusi panjang pun terjadi.


[Apakah ini semacam kisah cinta segitiga?. Aku dengar ada seorang gadis yang terluka saat kejadian itu].


[Aku setuju dengan pendapat di atas, pasti ada semacam kisah di balik kejadian ini].


[Apa kalian bodoh, jelas jelas aku mendengar pelaku berasal dari sekolah lain, dan jika memang ini kisah cinta segitiga kenapa sang gadis ikut terluka].


[Bukankah polisi sudah menjelaskan bahwa G berniat jahat pada A, lalu L menyelamatkan A sehingga membuat dia terluka].


[Inilah kenapa sekolah mengajarkan untuk membaca sampai akhir baru membuat kesimpulan].


[Kenapa aku malah fokus pada L yang menyelamatkan A].


[Benar aku juga memikirkan hal yang sama. Bukankah ini hal yang sangat romantis. Apakah mereka berdua sepasang kekasih?].


[Sepertinya begitu, ah sebagai pria aku terkesan dengan pengorbanan L. Dimana menemukan wanita seperti ini. Bukankah A sangat beruntung].


[Kau hanya bisa bermimpi hahahaha. Lagipula siapa yang tahu bagaimana si A itu. Mungkin saja dia adalah pria yang juga luar biasa].


[Benar mereka berdua pasti pasangan yang luar biasa. Aku sangat penasaran dengan identitas mereka].


[Siapapun tolong beritahu kita siapa sebenarnya A dan L].


Semua teman sekolah Lily dan Alion pun ikut meramaikan diskusi itu. Dengan anonim mereka mulai membuka bagaimana A dan L yang sebenarnya.


Tentu saja tidak sepenuhnya. Mereka hanya membuka bagaimana kisah cinta mereka di sekolah. Melihat cerita itu tentu saja diskusi panas makin menjadi.


****


Tentu saja semua kejadian itu tak berpengaruh dalam keseharian Lily dan Alion. Mereka berdua masih melakukan kegiatan sekolah seperti biasa dan sesekali berkencan saat waktu luang. Seperti saat ini kedua nya sedang berada di taman hiburan.


"Lio, aku ingin es krim coklat disana," seru Lily menunjuk sebuah kedai es cream.


Memasuki sebuah kedai es cream, Alion berinisiatif mengantri untuk memesan apa yang Lily inginkan.


"Tunggu disini," perintah Alion.


Tak bisa menolak, Lily hanya dengan patuh mencari tempat kosong untuk dia duduk.


Alion terlihat mencolok di antara kerumunan karena parasnya yang begitu tampan meski hanya memakai setelan biasa.


Dengan wajah datar tanpa ekspresi, siapapun yang melihatnya akan menduga bahwa dia sedang membuat kesepakatan bisnis, dan bukannya sedang mengantri untuk sebuah es cream.


Lily memilih duduk di salah satu bangku kosong sembari menunggu Alion memesan es cream.


Tangannya menopang dagu, memperhatikan beberapa gadis yang curi-curi pandang pada kekasihnya. Ya benar, kini Alion dan Lily sudah menjadi sepasang kekasih. Bahkan lebih dari itu.


flashback


Malam setelah persidangan.

__ADS_1


Langit malam hari ini cerah dengan taburan bintang berderet membuat pemandangan yang indah. Lily berjalan dengan mata tertutup, dengan Alion dibelakang nya, menuntun nya menuju ke suatu tempat.


"Apakah masih jauh," tanya Lily penasaran.


Saat Geo telah selesai disidang dan diputuskan hukuman pidana, Alion tiba-tiba saja membuat permintaan untuk keluar bersama malam harinya. Lily dengan antusias menyetujuinya, karena dia pun telah bosan tinggal di rumah akhir-akhir ini.


Namun, entah apa yang Alion rencanakan dengan menutup matanya saat ini. Jantung Lily berdebar memikirkan kemana mereka akan pergi.


Alion yang ditanya hanya diam, dengan lembut terus menuntun Lily menuju ke suatu tempat.


Tak tahu jelas bagaimana ekspresi yang Alion buat saat ini, karena tempat mereka cukup jauh dari jangkauan cahaya lampu.


Untungnya malam ini bertabur bintang jadi meskipun tanpa penerangan, mereka berdua tak terjatuh sepanjang jalan.


"Lio, kamu disana bukan?" tanya Lily lagi.


Jika tidak merasakan kehangatan di bahunya, Lily sudah curiga bahwa dia telah ditinggalkan.


Sejak turun dari mobil Alion hanya diam saja. Mereka berdua pun telah berjalan cukup jauh namun, masih belum sampai juga.


Sayup-sayup terdengar deru ombak, angin berhembus melewati rambut Lily yang terurai panjang.


"Hmm," guma Alion menenangkan.


Saat ini telapak kaki Lily tiba-tiba saja merasakan butiran-butiran pasir terciprat. Lily sedikit goyah dan hampir saja terjatuh, untung saja Alion dengan sigap menjaganya.


"Kita sudah sampai," kata Alion lembut.


Dengan hati-hati Alion mulai membuka ikatan di mata Lily. Terpampang lah pemandangan yang menakjubkan di hadapan Lily.


Hamparan langit penuh bintang dipadukan dengan pemandangan laut di malam hari. Membuat yang memandangnya hanya ingin berlama lama disana.


Setelah beberapa saat Lily selesai mengagumi pemandangan alam yang begitu cantik. Dia kembali dikejutkan, saat Alion membalik badannya.


Will You Be My Fiance


"Ahhh," pekik Lily.


Saat dia hendak menanyakan pada Alion, apa maksud semua ini. Alion telah menjatuhkan dirinya, berlutut di depannya, dengan sebuah cincin yang cantik ditangannya.


"Lily, mungkin aku bukanlah pria terbaik. Tapi untukmu aku akan menjadi yang terbaik. Aku ingin kita bersama bukan hanya hari ini, tapi esok, dan hingga kita tua nanti. Namun, karena kita masih muda aku ingin mengikatmu dalam hubungan pertunangan dulu. Karena aku sangat serius denganmu," kata Alion dengan suara yang serius.


Baru kali ini Alion mengatakan kalimat yang begitu panjang. Dan setiap kalimatnya mengandung keseriusan dan ketulusan yang tak pernah dia tunjukkan.


"Maaf membuatmu menunggu terlalu lama. Membutuhkan waktu untuk meyakinkan kan orang tuamu. Jadi, Will You Be My Fiance," tegas Alion lagi.


Air mata Lily menetes menangis haru, dia tak menyangka bahwa Alion akan melakukan hal ini. Lily sudah cukup senang mereka bersama.


Dia tak menuntut apapun dan dengan sabar menanti Alion. Lily cukup sadar bagaimana dia di kehidupan sebelumnya. Dia telah begitu sangat mengecewakan Alion.


Alion terkejud dengan tangisan Lily, dia mulai berfikir apakah dia terlalu terburu-buru.


Sebelum masalah Geo, Alion benar-benar telah mempersiapkan semuanya. Dia tak ingin hanya menjadi pacar Lily, tapi dia ingin serius melangkah ke pelaminan.


Itulah sebabnya dia membutuhkan banyak waktu untuk meyakinkan keluarga Lily. Dan akhirnya mereka menyetujui lamaran nya.


Namun, karena masalah Geo semua nya tertunda. Alion harus kembali meyakinkan kedua orang tua Lily. Untungnya mereka benar-benar tak mempermasalahkan kejadian malam itu.


Setelah masalah Geo selesai Alion hanya ingin segera mengikat gadisnya.

__ADS_1


"Apakah kamu tak menyukai...."


Belum sempat Alion menyelesaikan kata katanya, Lily telah memotong nya dengan mengulurkan tangannya ke arah Alion.


"Aku mau, Lio," jawab Lily lembut.


Senyum merekah di bibirnya, dia merasa begitu bahagia saat ini.


Alion mengerti dan ikut merasakan bahagia di hatinya. Rupanya Lily tak menolaknya, dengan senyum Alion memasang kan cincin pada jari manis Lily.


Tak perlu ungkapan aku mencintaimu. Dengan jelas mereka berdua bisa saling mengerti satu sama lain.


"Apakah cantik, Lio?" tanya Lily senang.


Dengan antusias Lily memperlihatkan jarinya yang terpasang sebuah cincin berlian. Cincin itu berwarna silver dengan berlian pink di tengahnya.


"Hmm, sangat cantik," balas Alion lembut.


Entah itu Lily ataupun cincinnya, bagi Alion semuanya indah asalkan itu menyangkut Lily.


"Aku tak tahu bahwa kamu bisa begitu romantis," kata Lily pelan.


"Hanya padamu," balas Alion.


Malam itu mereka berdua habiskan berdua. Menyantap sebuah hidangan dengan pemandangan pantai dihadapannya. Mereka membicarakan banyak hal sepele. Lily lah yang asik berceloteh riang, sedang Alion hanya memperhatikan, dan sesekali menanggapi.


"Lio kamu tahu, dulu aku pernah ke pantai bersama keluargaku. Kak Zayyan pada saat itu sangat nakal. Dia mulai menjaili semua turis asing disini. Apa kau tahu apa yang Kak Zayyan lakukan," kata Lily semangat.


"Apa." balas Alion.


"Dia mengambil sunblock orang-orang dan menggantinya dengan pasta cabai. Bukannya panas karena matahari, mereka malah merasa panas dari pasta caba hahahah," jelas Lily dengan penuh tawa.


Suasana begitu harmonis diantara mereka berdua.


Bahkan selesai makan mereka berdua masih asik bermain di bibir pantai. Bak anak kecil mereka berlari lari dan membuat istana dari pasir.


Anehnya Alion dengan sabar mengikuti keinginan Lily tanpa protes sedikitpun. Jika saja tidak mendapat peringatan dari Zayyan mereka berdua pasti tinggal lama disana.


Kriiiingggggg


"Dimana kalian?"


"Heh, beraninya kau mengabaikan ku"


"Ini sudah malam cepat kembali!!!!"


"Hmm, kita pulang."


Tutttt


Tanpa berkata panjang lebar, Alion hanya membalas singkat semua kata kata marah Zayyan. Alion menutup ponselnya dan menatap gadis disampingnya


"Kita pulang," ajak Alion pada Lily.


Lily mendengar semuanya, meski begitu semangatnya tak luntur. Lily sudah sangat puas dengan kejutan malam ini


"Hum, ayoo," seru Lily semangat.


Dengan berlari kecil, dia berusaha menyeret Alion menuju ke arah parkiran. Padahal jelas-jelas tenaganyal tak ada bandingannya dengan Alion yang seorang pria.

__ADS_1


Alion menggeleng kepala dengan tingkah imut gadisnya. Malam ini Alion bisa merasakan Lily begitu lepas padanya. Selama ini gadis itu seolah menahan sesuatu saat bersamanya. Entah apa yang Lily sembunyikan darinya.


Tetapi, melihat bagaimana Lily malam ini Alion merasa bersyukur. Keputusannya untuk melamar Lily benar benar-baik.


__ADS_2