Terlahir Kembali Untuk Lebih Mencintaimu

Terlahir Kembali Untuk Lebih Mencintaimu
BAB 51 KHAWATIR


__ADS_3

Selli yang telah meninggalkan lily bersama dengan sang kekasih pun tak tahu bahwa sang teman tengah berada dalam bahaya.


Karena asikk bersama sang kekasih dia pun melupakan untuk menghubungi lily.


"Sebaiknya kamu jauhi lily," kata bagas tiba tiba.


"Hah, apa maksud kamu sayang?" tanya selli tak mengerti.


Bagas menghelas nafas, dan berkata dengan nada berat.


"Aku tahu lily baik sebagai teman. Tapi kamu tahu bukan kekasihnya itu siapa. Dia bisa saja membahayakanmu," kata bagas.


"Itu tidak mungkin. Kamu terlalu berfikir buruk, alion tak akan seperti itu," kata selli yakin.


Bagas yang tahu sang kekasih tak akan mendengarkannya pun memilih diam. Selli tak mengetahui apa yang bagas ketahui. Dan bagas pun tak bisa mengatakan secara langsung apa yang dia tahu. Febi pernah menjadi mantan kekasihnya. Jadi, diapun mengetahui apa yang membuat mantannya itu menjebak alion dan lily. Benar, dia juga ikut terlibat pada aksi malam itu. Jika saja alion tahu mungkin dia pun akan berada dalam masalah saat itu. Itulah mengapa dia memilih diam, sampai akhirnya geo lah yang dipenjara, barulah bagas bisa tenang. Namun, meski begitu dia tetap memilih untuk tak dekat lagi dengan kelompok lily.


Tapi, memang hati tak bisa dikendalikan. Dia malah menyukai gadis yang notabennya teman baik lily.


....


"Hah, mereka benar benar pengecut. Setidaknya hadapi kita dulu walaupun tahu akan kalah. Itu baru namanya pria," kata agas mencela.


Beberapa orang yang mendengarnya pun mengangguk menyetujui. Siswa dari SMA D memanglah pengecut. Mereka hanya berani kroyokan saat menghajar bima anggota baru zero. Namun, saat yang lainnya turun tangan. Mereka semua malah lari ketakutan.


"Yah mungkin mereka bukan pria, padahal aku ingin sekali mengahajar orang orang itu," timpal alvano.


Agas tentunya yang paling semangat dalam menanggapi perkara seperti ini. Dengan penuh semangat dia berkata.


"Aku rasa mereka pria jadi jadian. Mungkin kita bisa..."


Namun, belum selesai dia mengatakannya alion sudah lebih dulu menyela.


"Hmm, apa," kata alion menyela.


Agas yang ditanya hanya mampu cengengesan saja, diikuti tawa anggota zero yang lain.


Alion memutar bola malas melihat kelakuan sahabatnya. Dia sudah menebak apa yang ada dipikirkan agas. Sudah pasti tak jauh dari ide gila untuk membuat masalah.


"Biar saja jika dia ingin melakukannya alion. Sepertinya dia ingin mencari teman hahaha," kata alvaro diselingi tawa.


Alvaro menatap jail pada agas, saat mengingat gambar seorang pria memakai baju wanita.


"Apa maksudmu?" tanya agas tak mengerti.


Dia hanya berniat mengerjai orang orang itu saja, kenapa jadi dia yang mencari teman.


"Ehem, pertandingan basket," kata alvaro ambigu.


Semua orang yang mengerti maksud si kembar pun akhirnya tertawa kencang. Di grub zero bahkan masih tersimpan foto zidan memakai baju wanita. Jadi, bagaimana mereka bisa melupakannya.


Saat mengetahui dia dikerjai muka agas memerah kesal. Dengan muka menahan malu diapun meninggalkan tempat itu dengan marah.


"Eh mau kemana. Memangnya kau mau jalan kaki dengan meninggalkan kuncimu disini," seru pandu. Namun, sepertinya agas tak mendengarnya. Sebagai teman yang setia pandu pun memilih mengejarnya.


Alion yang menyaksikan semuanya hanya bisa menghelas nafas tak berdaya. Melihat jam di tangannya, alion yang diam akhirnya bersuara.


"Jika ada yang ingin pulang, kalian bisa pergi. Bagi yang ingin tinggal ingat jaga markas baik baik. Aku akan pulang lebih dulu," kata alion sembari meninggalkan markas zero.


Hari ini cukup melelahkan bagi alion, biasanya ada zidan yang membantu di sampingnya. Namun, saat ini pria itu sedang tak ada. Jadi dia harus mengurus semuanya sendiri. Alion baru saja akan menaiki motornya saat sang ibu menelphonnya.


"Ada apa?"


"Markas zero, aku baru saja akan pulang."


"Hmm, aku akan menjemputnya."


Tuttttt


Setelah mematikan sambungan telepon, alion membuka kembali chat nya dengan lily tadi. Memang sejak pesan terakhirnya, dia terlalu sibuk dlhingga tak sempat memegang hp dan menghubungi lily.


...Room chat...

__ADS_1


Pagi hari.


Lily


Lio, aku akan pergi bermain bersama angel dan selli.


^^^Alion^^^


^^^Dimana? ingin ku antar?^^^


Lily


Di mall lio. Kita hanya berbelanja saja. Hum, tidak perlu angel membawa sopir nya.


^^^Alion^^^


^^^Baiklah, Kalau begitu aku akan tidur saja.^^^


Lily


Kamu kan juga bisa bermain dengan yang lainnya.


^^^Alion^^^


^^^Tapi tidak ada kamu, tidak akan menyenangkan.^^^


Lily


Huh, lioooo.


^^^Alion^^^


^^^Hmm, kenapa malu? Baiklah aku hanya bercanda. Aku hanya lelah dan tak ingin keluar.^^^


Lily


Yasudah kamu tidur saja. Aku pergi dulu.


^^^Alion^^^


Beberapa jam kemudian.


^^^Alion^^^


^^^Masih berbelanja?^^^


^^^Alion^^^


^^^Aku akan pergi ke markas zero sebentar lagi.^^^


Lily


Iya.


Lily


Apa ada sesuatu yang terjadi.


^^^Alion^^^


^^^Hmm, seseorang melukai anggota baru kami.^^^


Lily


Ah, lalu kamu harus ber hati hati.


^^^Alion^^^


^^^Jangan khawatir kami hanya berniat untuk bicara saja.^^^


Lily

__ADS_1


Iya syukurlah jika begitu, lalu aku tinggal dulu lio.


^^^Alion^^^


^^^Baiklah, ingat kalau ada apa apa segera hubungi aku.^^^


Lily sudah tak membalasnya lagi sampai alion mengirimkan pesan baru.


^^^Alion^^^


^^^Kamu belum pulang rupanya hmm.^^^


^^^Alion^^^


^^^Mulai nakal rupanya sekarang, sudah jam berapa ini.^^^


^^^Alion^^^


^^^Sayang, hey. Kenapa hanya diam?^^^


^^^Alion^^^


^^^Lily sayang.^^^


Alion menatap gelap pada layar ponselnya yang menyala. Lily tak pernah mengabaikan pesannya lama seperti ini. Alion pun mencoba menghubungi nomor lily.


Tutt tuutt tuttt


"Lily ken..." belum selesai alion mengatakannya, malah sebuah pengingat dari layanan pelanggan yang menyambutnya.


Nomor yang anda tuju sedang berada di luar jangkauan.


Alion mengernyitkan kepala, baru saja pesan chat nya masih masuk ke nomor lily. Lalu kenapa nomornya tiba tiba tak aktif. Dan benar saja saat alion kembali melihat layar chat lily, itu sudah tidak aktif beberapa detik yang lalu.


Dengan perasaan khawatir di hatinya, alion melakukan motornya menuju ke tempat yang dikatakan ibunya.


....


Di tempat ayu ibu alion, dia pun sedang merasa khawatir karena pesannya tak segera di balas oleh lily.


Saat ini ayu sedang berada di kos kosan zidan. Sudah biasa baginya untuk datang ke tempat anak keduanya itu.


"Ada apa bu?" tanya zidan heran.


Zidan baru saja bersiap untuk ke markas saat ibu angkatnya tiba tiba muncul di depan rumahnya. Zidan tahu pasti sang ibu pasti dibuat kesal oleh alion atau ayah angkatnya. Jadi, untuk menghiburnya zidan pun memilih untuk tinggal dan menemaninya.


Zidan baru saja selesai memasak untuk makan malam, saat melihat ibu angkatnya menatap ponselnya khawatir.


"Lily, tiba tiba sudah tak membalas pesan ibu. Padahal baru ibu tinggal beberapa detik untuk menghubungi alion," kata ayu cemas. Entah kenapa meski ayu baru bertemu dengan lily, perasaan sudah begitu menyayangi nya.


"Bukankah ibu sudah meminta alion untuk menjemputnya. Ibu tenang saja dulu dan tunggu kabar dari alion. Mungkin saja lily hanya kehabisan paket internet," hibur zidan.


Beginilah zidan, dia begitu dingin pada semua orang, tapi pada orang tua angkatnya dia begitu hangat.


"Mungkin kamu benar," balas ayu sedikit lega.


"Lebih baik ibu makan dulu, aku sudah menyelesaikan masakannya," kata zidan lembut.


Ayu yang kebetulan merasa lapar pun mengangguk, dia memilih percaya pada sang anak.


....


Kondisi lily sendiri tidaklah baik. Dalam rumah terbengkalai di salah satu rumah kumuh. Mulutnya di lakban, tangan dan kakinya diikat dengan erat, dan lily sendiri masih belum sadarkan diri karena efek obat bius.


"Jadi kita apakan gadis ini," kata salah seorang penculik lily.


"Tinggalkan dia disini. Ingat! jangan ada yang berani macam macam padanya," perintah sang pemimpin.


Para penculik itupun meningalkan lily yang sedang terikat dalam suatu kamar kosong. Selain sang pemimpin yang meninggalkan tempat itu, yang lainnya tinggal di depan kamar lily.


Pada saat itulah lily sedikit sedikit mulai sadar. Kepalanya terasa sangat sakit, seolah dunia berputar. Lily hendak memegangnya, tapi dia baru menyadari bahwa tangan dan kakinya terikat. Dia pun hanya bisa terdiam sambil menunggu rasa pusingnya mereda.

__ADS_1


Setelah beberapa detik, akhirnya Lily telah sadar sepenuhnya. Dia ingat seseorang telah menculiknya saat dia menunggu di halte. Dia sudah mencoba melepaskan diri. Namun, rupanya penculik itu tak sendiri. Bahkan mereka memberi lily obat bius yang membuatnya tak sadarkan diri.


Lily tak tahu pasti siapa orang orang yang telah menculiknya. Tapi yang paling penting saat ini adalah memikirkan bagaimana cara untuk kabur dari tempat ini. Masalah ruangan ini kosong, dia sendiri juga masih belum mengetahui dia sedang berada dimana.


__ADS_2