Terlahir Kembali Untuk Lebih Mencintaimu

Terlahir Kembali Untuk Lebih Mencintaimu
BAB 24 RENCANA STUDY TOUR


__ADS_3

Setelah ujian yang panjang akhirnya berakhir. Untuk penghiburan bagi siwa yang baru menyelesaikan ujian, sekolah memutuskan untuk melakukan study tour.


Bagas ketua kelas MIPA 1, barus saja kembali dari rapat. Bagas berdiri di depan teman-teman nya dan mengumumkan hasil rapat.


"Teman-teman tenang dulu, satu minggu lagi kita akan mengadakan study tour. Jangan tanya apa-apa dulu biarkan aku melanjutkan," Bagas menghirup udara untuk mengisi paru-parunya. Lalu kembali melanjutkan kata-katanya.


"Di tanganku adalah formulir, kalian harus mengisinya jika ingin ikut dan jangan lupa mintakan tanda tangan orang tua kalian itu sebagai tanda mereka mengizinkan. Untuk lebih jelas nya apa, informasi akan aku kirim ke grub kelas. Sekian."


Semua yang mendengarnya ada yang memekik senang dan ada juga yang mulai mengeluh. Study tour kali ini akan mengadakan kegiatan berkemah. Mereka yang menyukai kegiatan di luar ruangan pastinya bersemangat. Namun, yang biasanya di rumah dan jika keluar pun pergi ke mall yang ber AC pasti akan mengeluh.


Di hutan yang pastinya jauh dari sinyal ponsel, banyak serangga dan hewan liar, dan jangan lupakan tak ada kasur empuk untuk mereka tidur, siapa yang ingin kesana dan mengalami kesulitan.


Namun, mengingat setelah ini mereka akan dihadakan nilai hasil ujian. Yang tidak pasti apakah nilai itu baik atau buruk. Lebih baik jika mereka bersenang senang dulu. Tak ada salahnya tertawa untuk kemudian menangis.


Agas yang duduk di samping Alion baru saja membaca informasi di grub, dan ingin menginfokan pada Alion.


"Bos, apa kita akan ikut? Kegiatan kali ini adalah kemah, itu pasti akan merepotkan dan sangat membosankan. Apalagi disini tertulis bahwa kita akan berkemah di alam bebas bukan tempat perkemahan," kata Agas.


Alion yang ditanya tak langsung menjawab. Melainkan melihat ke arah depan dimana Lily berada. Jika biasanya Alion tak akan repot-repot datang. Berbeda dengan kali ini, ada Lily yang harus Alion lindungi.


Sebagai calon ketua OSIS Alion tahu apa yang akan dilakukan selama kemah. Untuk kegiatan siang hari tak ada masalah. Namun, di malam harinya yang sedikit mengkhawatirkan.


Jadi, meskipun tak wajib baginya untuk ikut karena pengurus masilah senior. Alion harus ikut.


"Ikut," jawab Alion singkat.


Agas yang melihat ke ara tatapan Alion pun mengerti, pasti itu semua karena Lily.


"Kalau begitu, aku akan mengisi formulir," kata Agas.


Di sisi Lily yang ditatap oleh mereka berdua, juga sedang asik berdiskusi dengan teman sebangkunya.


"Lily, kau akan ikut bukan?" tanya Selli.


"Entahlah, aku tak pernah mengikuti kemah sebelumnya. Aku jadi sedikit tak yakin akan ikut," jawab Lily.


Tubuh Lily lemah sedari kecil, itulah sebabnya dia jarang mengikuti kegiatan yang menggunakan fisik. Saat telah remaja tubuhnya perlahan membaik. Lily tak harus pingsan lagi saat olahraga.


"Maka dari itu kamu harus ikut Ly. Akan banyak kegiatan menyenangkan nanti. Aku tak akan memiliki teman jika kau tak ikut," bujuk Selli.


"Hmm, bukankah masih ada yang lain," sanggah Lily.


"Tentu saja itu berbeda, aku paling dekat denganmu," bujuk Selli lagi.


"Ah, ya baiklah. Aku memang berencana untuk ikut," kata Lily.


"Kalau begitu kesepakatan," sahut Selli.


****

__ADS_1


Meski study tour kali ini hanya perkemahan di hutan dan bukannya ke musium atau tempat bersejarah.


Banyak hal yang bisa kita pelajari disana. Hutan tempat yang akan mereka datangi merupakan hutan yang masih asri. Banyak tumbuhan dan hewan asli tersebar bebas disana. Tentunya pihak sekolah hanya akan berkemah di pinggir hutan jadi tak perlu mengkhawatirkan akan ada binatang buas.


Di samping hutan itu ada juga kota kecil yang masyarakat nya masilah sangat tradisional. Tak ada satu pun alat modern disana. Jadi rencana sekolah memanglah mengajak siswa siswi untuk belajar itu semua.


Untuk membahas masalah kemah, sedari pagi guru mengadakan rapat. Jadilah siswa pun bebas hari ini. Jadi, belum sampai jam makan siang. Para siswa dipulangkan agar tak membuat keributan. Sekaligus agar mereka bisa segera menginfokan ke orang tua mereka. Mengenai masalah kemah ini.


Lily dan Alion yang akan pulang bersama, berjalan berdampingan menuju parkiran. Siswa lain yang melihat tak terkejud lagi. Saat ujian kemarin Alion dan Lily sudah terlihat sangat dekat. Mereka selalu berangkat dan pulang bersama.


Awalnya orang orang terkejud tapi lambat laun mereka malah mengidolakan pasangan itu. Apalagi CP yang dibentuk saat insiden foto mading, mereka merasa kapal telah berlayar. Alhasil banyak fans CP Alion Lily yang terbentuk sekarang.


"Lio, apakah kamu akan ikut berkemah?" tanya Lily.


"Yahh, untuk menjaga kelinci kecil," goda Alion.


"Siapa kelinci kecil," kata Lily kebingungan.


Alion tak menjawab dan malah menatap Lily dengan nakal. Lily yang ditatap pun akhirnya mengerti bahwa kelinci kecil yang dimaksud alion itu dia. Dengan cemberut Lily menatap galak pada alion. Namun, tentu saja itu sama sekali tak menakutkan. Lily malah terlihat semakin menggemaskan.


"Baiklah jangan marah. Kamu terlihat sangat menakutkan," kata Alion pura-pura takut. Dalam hati Alion benar benar menahan tawa. Dia ingin mencubit pipi tembem gadisnya itu.


Alion benar-benar pembohong besar, bagaimana Alion bisa takut dengan tatapan nya. Jelas-jelas pria itu tak takut pada apaun. Alion bahkan pernah melawan 10 orang sendirian dulu.


"Huh, aku tak akan perduli lagi padamu," kata Lily sebal.


Melihat Lily akan marah, Alion pun berhenti menggodanya. Bisa menjadi masalah jika sampai Lily mendiami nya nanti.


Mendengar kata es krim mata Lily langsung berbinar. Melihat hal itu Alion dengan lembut membawa Lily menaiki motornya. Alion tahu betul tanpa berkata apapun mata Lily telah menjelaskan semuanya.


Flashback


Markas besar Zero.


Di depan bangunan itu terdapat dua orang pemuda, dengan salah satu diantara mereka memiliki raut muka marah. Entah pembicaraan serius apa hingga membuat pria itu memasang wajah semenyeramkan itu.


"Kau menantangku!" kata Zayyan marah.


Zayyan benar-benar salah datang ke tempat ini. Dia datang untuk memenuhi panggilan mantan seniornya. Dia bilang Zero membutuhkan bantuannya. Namun, ternyata semua itu hanya rencana pria itu.


"Kau mendengarnya dengan jelas," kata Alion santai.


Benar pria yang telah membuat Zayyan marah adalah Alion. Alion sengaja memancingnya kemari agar dia bisa biacara dengannya. Jika alion tak memancingnya kemari sudah pasti calon kakak ipar nya itu tak akan mau menemuinya.


"Kamu tahu aku bagaimana Zay, aku benar-benar serius dengan Lily. Tentu saja aku sudah meminta izin pada orang tuamu terlebih dahulu. Aku tak ingin hubungan kita memburuk hanya karna hal ini. Bagaimanapun juga kamu pernah mejadi bagian dari Zero," jelas Alion lagi.


Mendengar hal itu Zayyan mengerti. Alion masilah menghormati keberadaannya sebagai kakak Lily sekaligus mantan ketua Zero.


Zayyan cukup mengenal Alion. Alion tak pernah dekat dengan gadis manapun. Tak ada salahnya memberi kesempatan pada pria ini. Lagi pula Lily sepertinya benar benar menyukainya. Dan Zayyan benar-benar dibuat kesal karenannya.

__ADS_1


"Baiklah, tapi jika kau menyakiti Lily. maka aku tak segan segan menjauhkan kalian," jawab Zayyan berkompromi.


"Itu tak akan pernah terjadi," jawab Alion pasti.


****


"Apa yang sedang kamu fikirkan, Lio?" kata Lily membuyarkan lamunan Alion.


Ya, saat ini mereka berdua berada di salah satu kedai es krim langganan Lily. Alion yang memang tak suka manis hanya menemani Lily memakan makanan dingin kesukaannya itu.


"Tak ada, hanya beberapa hal tak penting," jawab Alion.


Setelah meminta izin pada orang tua Lily dan kakaknya. Alion berencana segera mengikat Lily. Alion tak bisa memberi tahu Lily hal itu, karena Alion akan membuat itu sebagai kejutan yang tak akan pernah dia lupakan.


"Ah begitu, kamu yakin tak ingin mencoba es krim ini. Ini sangat lezat loh," kata Lily semangat.


"Hmm, tidak aku tak suka manis," tolak Alion.


Dengan lembut Alion menghapus es krim di sudut bibir Lily dan menjilatnya. Lily yang diperlakukan seperti itu hanya bisa memerah malu dengan jantung berdebar kencang.


"Ehm, lalu bagaimana jika kita membeli peralatan untuk kemah bersama. Aku tak tahu apa saja yang harus dipersiakan," kata Lily mencoba menyembunyikan debarannya.


Tentu saja hal itu tak berguna dihadaan Alion. Alion bisa dengan jelas melihatnya. Namun, Alion tak ingin membuat Lily semakin malu jadi dia pun berpura-pura tak melihat.


"Yahh kalau begitu aku akan menjemputmu nanti malam," kata Alion.


"Hhm, baiklah," kata Lily semangat.


"Kamu ingin memesan lagi," tanya Alion.


"Tidak, aku sudah kenyang," jawab Lily dengan senyum.


"Kalau begitu ingin mampir ke suatu tempat atau langsung pulang," tanya Alion lagi.


Sekarang sudah waktunya makan siang. Meski Lily berkata sudah kenyang. Ada ruang sendiri antara camilan dan makan besar.


Lily yang ditanya juga bimbang. Dia benar-benar suka menghabiskan waktu dengan Alion, tapi malam nanti mereka juga akan bertemu. Dengan enggan lily berkata.


"Lalu kita akan pulang saja," kata Lily.


Melihat tataan enggan Lily, tentu saja Alion mengerti.


"Kalau begitu kita pulang. Tetapi kita harus mampir untuk makan siang lebih dulu," kata Alion.


"Apa Lio lapar?" tanya Lily dengan mata berbinar.


"Ya aku lapar, jadi kamu harus menemaniku," kata Alion tersenyum.


"Hum, baiklah. Karena Lio telah menemaniku makan es krim, sekarang aku akan menemani Lio makan siang. Ayo cepat kita pergi!" kata Lily semangat.

__ADS_1


Alion yang melihatnya terkekeh kecil sembari mengikuti langkah Lily. Siapa yang tadi menatap nya dengan enggan seolah tak mau berpisah. Benar-benar kelinci kecil tsundere.


__ADS_2