
Setelah meninggalkan kantin, lily tak langsung kembali ke kelas. Langkah kakinya malah menuju ke tempat dimana anggota zero biasa berkumpul. Karena terlalu kesal tampa sadar dia juga membawa selli dan angel kesana. Lily sendiri memang sudah terbiasa ke tempat itu sejak alion selalu membawanya. Tapi, kedua temannya tak pernah sekalipun kesana, bahkan angel yang dulu mengejar alion pun tak pernah menginjakkan kaki di tempat itu.
Bagi siswa SMA X tempat ini menakutkan, karena sudah jelas tempat ini merupakan wilayah zero, dan mereka tak seberani itu untuk menantang nyali mereka pergi ke tempat ini. Lokasinya berada di belakang sekolah bagian barat. Jika keluar dari pintu belakang, akan bertemu sebuah warung kecil di pojok. Namun, jangan salah meski kecil disana tersedia makanan enak. Pemiliknya sendiri adalah istri dari pengurus kebun sekolah. Dulunya merupakan salah satu kantin cadangan. Namun, setelah zero menetapkan ini wilayahnya, tak ada siapapun yang berani kesana.
Pada saat yang sama, Zidan yang melihat ke arah datangnya lily, juga melihat orang yang berjalan dibelakangnya. Mata nya tak sengaja bertubrukan dengan angel yang melihat ke arah pra itu. Kejadian itu tak berlangsung lama, karena setelah beberapa detik, zidan telah mengalihkan pandangannya kembali ke alion.
Merasakan sesuatu meremas hatinya, angel menunduk sedih. Mereka benar benar telah menjadi asing sekarang.
"Tidak, dia kesini karena lily. Tak perduli bagaimana zidan, aku sudah memutuskan untu menghapus perasaanku padanya," batin angel bertekad.
Tak ada yang menyadari kehadiran lily dan teman temannya. Karena sudah jelas hanya anggota zero lah yang berani memasuki tempat ini.
"Lio," panggil lily pelan.
Alion yang sedari tadi sibuk membahas pekerjaan dengan teman temannya pun mengalihkan perhatiannya saat mendengar suara lembut gadisnya. Saat alion hendak mengajaknya ke tempat ini, lily menolak dengan alasan ingin berkumpul dengan temannya. Jadi, saat bell istirahat alion langsung meninggalkannya sediri, mengingat ada pekerjaan yang harus dia selesaikan.
Tak menunggu lama, alion langsung memberi isyarat pada gadisnya untuk duduk disebelahnya. Melirik ke belakang lily, sebuah tebakan muncul dihatinya.
"Apa sesuatu terjadi?" tanya alion lembut.
Alion mengangkat tangannya, dan dengan lembut mengelus pipinya, memindahkan sehelai rambut ke belakang telinga.
Lily sudah sangat terbiasa dengan alion. Jadi, dia hanya menikmati Sapuan tangannya yang lembut, tak menyembunyikan apapun lagi dan langsung menjawab saat ditanya.
"Huh ak hanya kesal dengan kak arumi yang tiba tiba menggangu kami," kata lily kesal.
Tangan alion berhenti mengelus, dan menoleh ke arah zidan, wajahnya masih tanpa ekspresi seperti biasa. Alion mendengus, mata gelab nya menatap ke arah sahabatnya.
"Apa yang dilakukan kekasimu itu," kata alion tanpa emosi.
Matanya masih tanpa riak sedikitpun, zidan hanya menjawabnya asal asalan.
"Aku akan mengurusnya," balas zidan tanpa emosi.
"Hmm, jangan ulangi lagi," kata alion mengikuti.
Jelas mereka berdua sedang memainkan sandiwara. Hanya saja tak ada yang menyadarinya, dan semua orang mempercayai mereka berdua.
Lily tak mempermasalahkan perihal apakah zidan akan benar benar menegur pacarnya itu. Dia tiba tiba menyadari bahwa angel dan selli ikut bersamanya. Tentu saja jika itu saat hari biasa, tak akan ada masalah. Karena lily tahu saat zero sedang membahas masalah penting, hal itu akan di bicarakan di markas tak mungkin disini. Hanya saja hubungan angel dan zidan saat ini buruk.
__ADS_1
Lily dan selli berniat membahas hal itu dikantin tadinya. Namun, sebelum mereka memulainya Arumi telah datang mengganggu lebih dulu.
"Ehm, angel dan selli duduklah disini. Apa kalian ingin memesan sesuatu?" tanya lily.
Lily benar benar terlambat bertanya, tapi baik angel dan selli tak marah sedikitpun. Karena jujur saja fikiran mereka pun sedang sibuk memikirkan berbagai hal.
.....
Flasback
Sepulang sekolah.
Setelah mengantarkan lily kembali ke rumah dengan aman. Alion kembali mengendarai sepeda nya menuju ke suatu tempat.
Tempat itu adalah pondok tepi danau yang pernah alion dan Lily datangi dulu. Berbeda dengan suasana sepi saat mereka berdua datang dulu, saat ini di tempat itu ramai dengan banyak orang. Seperti biasa beberapa orang pekerja terlihat sedang mengurus kebun.
"Tuan muda sudah datang," kata seorang kakek tua.
Dia adalah kakek darma, salah satu orang yang telah bekerja kepada keluarga alion. Karena sudah tua, mengingat kesetiaannya, alion memindahkan nya ke tempat ini untuk mengurus orang orang yang bekerja disini. Sesekali orang orang ini akan datang untuk sekedar merawat tanaman atau membersihkan pondok saja.
"Hmm, bagaimana kabar kakek apa semua baik baik saja?" tanya alion sopan.
Alion tak pernah bersikap kurang ajar pada orang tua, bahkan meskipun kakek dharma bekerja untuknya. Dia menghormati setiap orang yang telah bekerja untuknya dan tak memandang rendah mereka. Tentu saja jika mereka berani membuat masalah alion tak akan segan segan bersikap kasar.
"Owh annan, bukankah dia sudah 1 SMP sekarang," balas alion mengingat kakek dharma hanya memiliki satu orang cucu.
"Yahh dia memaksa untuk membantu disini," jawab kakek dharma.
"Hmm, baiklah. Asalkan dia tak meninggalkan sekolah nya. Dia bisa datang kesini kapanpun untuk mendapat pengalaman. Aku akan membayarnya dengan harga berbeda nanti dan kakek tak perlu menolak, ini caraku membalas dedikasi kakek selama ini," kata alion tanpa ragu sedikitpun.
"Tapi kakek harus mengingatkannya untuk tak lupa akan sekolahnya. Jika nilainya bagus, nanti setelah lulus dia bisa masuk ke perusahaan ku." kata alion lagi.
Tanpa menunggu balasan, alion melangkahkan kakinya memasuki pondok.
Kakek dharma yang melihat kepergian tuan mudanya hanya menatap dengan pandangan terharu. Tidak salah dia telah mengabdikan diri pada keluarga alion. Dia hanya bisa berterima kasih dengan bekerja lebih keras dan memastikan keluarganya akan selalu setia pada keluarga alion.
Saat memasuki pondok sudah ada zidan yang duduk disana. Dengan ringan alion duduk dihadapan zidan, dia menatap lurus ke arah sahabatnya itu.
"Jadi, kau akan menjelaskan," kata alion langsung.
__ADS_1
Begitu alion mengatakan hal itu, hatinya kusut, namun di tetap mengatakannya.
"Aku menemukan sesuatu mengenai kejadian di hutan," kata zidan dengan suara rendah.
Mata alion menyipit tajam, dia tak mengharapkan hal ini berhubungan dengan kejadian malam itu.
"Pertama ayahku telah datang ke desa gading, tepat sebelum kita ke sana. Aku sudah menyelidikinya tapi itu hanya kebetulan bahwa dia memiliki proyek baru disana. Namun, dari sana aku menemukan sesuatu. Tiba tiba saja saat kejadian itu pecah proyek dibatalkan. Aku telah mencari tahu dan menemukan sesuatu yang lebih mencurigakan. Perusahaan yang bekerja sama dengan ayahku adalah perusahaan asing. Dan lagi mereka lah pertama kali yang memberikan ide untuk membangun di desa gading," jelas zidan lagi.
Mendengar hal ini, alion tak langsung
terburu buru bertanya. Di otaknya sedang memproses setiap kejadian yang terjadi. Memang sejak alion membangun perusahaan dia merasa beberapa kejadian aneh sering terjadi. Terakhir kali kejadian investor yang tiba tiba tak mau membayar. Bahkan beberapa proyek sempat gagal dia raih, seolah olah seseorang tengah menargetnya terus menerus.
Namun, jika ini gara gara perusahaan yang baru dia bangun. Alion tak bisa menerimanya begitu saja, karena jelas jelas tak ada yang mengetahui bahwa alion adalah pemiliknya. Bahkan kedua orang tua alion saja tak mengetahui hal tersebut.
"Dia ingin membunuhku," tebak alion dingin.
"Hmm, kau menebaknya dengan benar. Kedua, aku menemukan bahwa selain dua orang yang menyerang mu, ada satu orang lain yang menunggu di dalam kegelapan, dan dia menunggu kesempatan untuk menghabisimu. Dan aku yakin arumi mengetahui hal itu. Karena sebuah cctv di pusat perbelanjaan menunjukkan arumi sempat mengobrol dengan pria itu," balas zidan melanjutkan penjelasan nya.
"Lalu kau ingin mengoreknya dengan menjadikannya kekasihmu?" tanya alion mengerti.
"Yahh, aku yakin pria itu pasti akan menemui Arumi lagi," jawab zidan yakin.
"Hmm, bukankah dia akan curiga," kata alion bingung.
"Tidak akan, karena bukan aku yang memaksanya untuk menjadi kekasihku. Tapi dia lah yang membuat permintaan itu," kata zidan.
"Apa maksudmu," kata alion tak mengerti.
"Febi, alasan kenapa dia membencimu rupanya Arumi mengetahui hal itu," balas zidan.
Alion mengerti sekarang, rupanya sahabatnya sedang membuat seolah olah dia sangat membutuhkan informasi itu, dan rela melakukan apapun. Itu hanya rencana nya untuk menjebak pria itu agar segera menunjukkan batang hidungnya.
"Aku mengerti, tapi kau juga harus berhati hati. Kita masih belum tahu siapa pria itu. Dan sebelumnya terima kasih, kau telah melakukan banyak hal untukku dan lily," kata alion tulus.
Belum usai kata kata zidan, alion telah memotongnya lebih dulu.
"Tidak alion, hal ini juga berhubungan denganku. Jika saja hal itu ti..."
"Cukup, aku tak ingin kau mengungkitnya lagi. Itu bukan salahmu kau hanya korban," bantah alion cepat.
__ADS_1
Alion tak pernah menyalahkan sahabatnya perihal kejadian ini. Apa alasan febi membencinya dan berselisih dengan lili, alion sudah mengetahuinya sedari awal. Namun, tak pernah sedikitpun dia menyalahkan zidan. Bagi alion zidan adalah salah satu orang yang sangat berarti bagi hidupnya. Dan alion tak pernah menyesal telah melakukan tindakan itu untuk sahabatnya.
"Berikan rekaman itu padaku, aku akan meminta orang ku mencari tahu siapa pria itu," kata alion mengakhiri pembicaraan.