
Seminggu setelah kejadian Lily dan Alion terluka. Pada saat yang sama para guru di SMA X sudah selesai mengoreksi ujian dan tibalah saat mengumumkan hasil ujian Kepada para siswa.
Di depan pengumuman sudah tertera daftar peringkat dari siswa terbaik hingga yang terendah di masing masing tingkat. Terdapat lebih la di 1000 nama tercantum disana.
Tidak ada yang lebih membahagiakan saat melihat nilai mereka meningkat lebih baik. Dan tak ada yang lebih menyedihkan dari melihat nilai mereka menurun tajam.
Semua orang terlihat berkumpul di papan pengumuman untuk melihat peringkat mereka masing masing. Masing masing orang merasakan rasa cemas dan gugub saat mencari namanya disana. Berharap nama mereka berada pada peringkat yang tinggi.
Di bagian paling atas sendiri ada dua nama yang sangat mencolok. Di bagian peringkat paralel junior.
Kelas MIPA 1 Lily Putri Sanjaya.
Kelas MIPA 1 Alion Zeykar Admaja.
Melihat kedua nama dengan nilai mendekati sempurna itu membuat semua orang merasa tertekan. Alion yang memiliki selisih 100 poin dari peringkat ke tiga, sedangkan Lily yang memiliki selisih 105 poin.
Setia orang mulai mendesah panjang bahwa sepertinya kedua pasangan itu terlalu luar biasa.
Mempunyai paras yang tampan dan cantik, dengan prestasi yang sama sama peringkat teratas. Bahkan sekarang digosibkan sedang menjalin hubungan asmara. Tak mengherankan jika banyak yang merasa iri saat melihat nya.
Di saat kebanyakan orang yang berpacaran memiliki nilai yang menurun. Mereka berdua malah semakin meningkat jauh.
Benar-benar terlalu menindas.
Namun, menjadi mereka pun tak terlalu baik. Semua orang sudah mendengar tentang apa yang terjadi ditempat kemah. Lily dan Alion sempat dinyatakan hilang, lalu saat kembali pun mereka berdua tidak dalam keadaan baik. Bahkan saat ini batang hidung kedua orang itu belum terlihat di sekolah.
Dari yang mereka dengar, teman sekelas yang ingin menjenguk pun dilarang. Entah apa alasannya tak ada yang tahu. Bahkan ada sebuah gosib yang baru mereka dengar.
Ada salah seorang yang melihat mereka datang dengan berlumuran darah. Dengan Lily berada dalam gendongan alion dalam keadaan tak sadarkan diri. Melihat tubuh sehat yang mereka miliki dan peringkat yang mereka dapatkan. Sepertinya tuhan benar benar adil.
****
Tentu saja baik Lily dan Alion tak mengetahui konflik batin setiap siswa SMA X. Saat ini mereka sedang menghadapi konflik mereka sendiri.
Setelah pencarian yang panjang, mengenai pelaku penyerangan Lily dan Alion. Saat ini titik terang akhirnya ditemukan.
DNA yang telah diperiksa polisi menunjukkan identitas pelaku. Dua orang itu adalah seorang mantan nara pidana kasus pembunuhan. Dalam kasus sebelumnya, karena tak ada bukti yang jelas akhirnya mereka berdua dibebaskan. Terhitung sudah 1 bulan mereka keluar dari penjara dan menghirup udara bebas.
Dua orang itu mengaku memiliki hutang budi pada seseorang. Dan untuk membalasnya, orang itu memerintahkan mereka berdua untuk menyerang seorang pria.
Dengan jelas mereka berdua menjelaskan apa yang orang itu perintahkan pada mereka. Dimana mereka diminta untuk menunggu di hutan. Hingga tiba saat orang itu telah berhasil memancing Alion ke arah mereka.
Barulah mereka berdua bergerak untuk menyerangnya.
Mereka juga dengan jelas menjelaskan bahwa tugas mereka hanyalah untuk melukai Alion. Mengenai bagaimana Lily bisa terluka hal itu merupakan kecelakaan.
****
Namun, bukannya berbahagia setelah ditemukannya pelaku. Semua orang malah merasa kan rasa sakit penghianatan. Terutama Lily yang tak menyangka bahwa pelaku adalah salah satu orang yang berharga dalam hidupnya.
"Kenapa? Katakan padaku bahwa semua ini bohong bukan?" tanya Lily tak percaya.
Baik dalam kehidupan sebelumnya maupun kehidupan ini. Lily tak akan pernah percaya bahwa orang di depannya akan melakukan hal seperti ini.
"Seperti yang kau dengar, ini kenyataannya," jawab Febi santai.
Febi tak pernah menyangka dia akan ketahuan secepat ini. Dia sudah merencanakan semuanya secara Sempurna. Satu satu nya kesalahan yang telah terjadi adalah Lily yang terluka.
__ADS_1
Awalnya dia hanya ingin membuat Alion dan Lily tersesat, sehingga kepercayaan Lily pada Alion akan berkurang. Namun, entah bagaimana muncul dua orang yang hendak melukai mereka berdua.
"Bukankah aku sudah memberi mu pilihan. Namun, kau memilih nya dibanding sahabat yang menemanimu selama ini," kata Febi lagi.
Dan sekarang kedua orang ini dengan jelas menjadikannya kambing hitam. Febi tak bisa mengelak apapun lagi. Karena yang menukar peta itu dengan peta palsu memanglah dirinya.
Dirinya lah yang telah bekerja sama dengan salah seorang anggota OSIS untuk menukar peta Lily. Sehingga mereka berdua memilih jalan yang salah.
****
...Room chat...
^^^Febi^^^
^^^Aku telah selesai merusak peta yang asli.^^^
^^^Febi^^^
^^^Apa kau yakin bisa menukarnya nanti.^^^
Arumi
Serahkan padaku, Zayyan tak akan menyangka bahwa ada anggota OSIS yang berkhianat.
Arumi
Yang aku tak mengerti, bagaimana kau bisa mengkhianati sahabat mu sendiri.
^^^Febi^^^
^^^Itu bukan urusanmu.^^^
^^^Febi^^^
^^^Lakukan saja tugasmu dengan baik sesuai rencana kita.^^^
****
Tidak dia tak mau dipenjara!!!
...Room chat...
Febi
Apa yang terjadi bagaimana Lily bisa terluka?
^^^Arumi^^^
^^^Aku tak tahu.^^^
Febi
Kau menjebakku, bukan ini rencananya.
Febi
Aku hanya ingin mereka berdua tersesat bukan berakhir terluka seperti ini.
^^^Arumi^^^
^^^Jangan bersikap suci, kau harusnya tahu resiko saat merencanakan hal ini.^^^
^^^Arumi^^^
^^^Siapapun bisa terluka.^^^
^^^Arumi^^^
^^^Tapi bukan aku yang melakukannya. Ada orang lain yang mengincar mereka.^^^
__ADS_1
Febi
Apa maksudmu??
Febi
Hey jawab!!
Febi
Teruslah tak menjawab, mereka telah mengetahui semuanya.
Febi
Sebentar lagi kau pun akan ditemukan. Sebaiknya kau katakan apa yang kau ketahui.
Membaca kembali pesan terakhir antara dirinya dengan Febi membuat Arumi merasa cemas.
Awalnya Arumi tak sengaja saat melihat Febi keluar dari tenda OSIS. Arumi cukup mengenalnya karena dia salah seorang teman Lily adik Zayyan.
Arumi hendak menanyakan perihal agenda besok pada Zayyan. Tapi melihat peta di tangan Febi, membuatnya penasaran bagaimana dia bisa memegang peta untuk besok. Karena penasaran dia mengikuti Febi, dia mendengar Febi menelepon seseorang dan menanyakan medan di hutan.
Semakin merasa curiga, Arumi memutuskan untuk menghampirinya. Karena merasa terpojok Febi menceritakan semuanya. Arumi yang memiliki sedikit dendam pada Lily pun berinisiatif untuk ikut terlibat. Jadilah dia menjadi kaki tangan untuk menukar peta yang telah di rusak.
Arumi telah menyukai Zayyan sejak lama. Mereka berdua menjadi semakin dekat saat bekerja sama sebagai ketua OSIS dan sekertaris OSIS.
Dia terlalu percaya diri bahwa Zayyan pasti juga menyukainya. Dan begitu yakin bahwa Zayyan akan segera menjadikannya kekasih. Namun, menunggu cukup lama Arumi menjadi tak sabar.
Arumi yang tak sabar menunggu pun menyatakan perasaannya pada Zayyan. Namun, bukannya penerimaan, yang dia dapatkan adalah penolakan kejam dari Zayyan.
Zayyan beralasan bahwa dia ingin fokus pada sekolah dan tak punya waktu berpacaran. Dan dia juga beralasan tak nyaman memiliki hubungan di tempat kerja seperti OSIS ini.
Awalnya Arumi mengerti bahwa mereka memanglah harusnya fokus pada sekolah bukan hubungan semacam ini. Dan memang benar bahwa jika mereka berpacaran pasti akan mempengaruhi kinerja di OSIS.
Namun, tiba-tiba Arumi menemukan bahwa Zayyan selalu bermain bersama Lily saat senggang. Bahkan terkadang Zayyan tak memperdulikan OSIS dan lebih memilih menemani Lily pergi ke mall.
Karena cemburu Arumi pun menyimpan dendam dihatinya. Namun, mengingat Zayyan telah memperlakukannya baik meski menolak perasaannya. Jadi, Arumi memilih melupakan perasaannya dan fokus pada pendidikan saja. Barulah saat dia bertemu Febi ide ini muncul lagi di kepala nya.
Untuk memastikan rencana mereka lancar. Dia bahkan berusaha menahan Zayyan saat dia hendak mencari adiknya. Namun, Arumi benar-benar tak menyangka kejadian akan menjadi sebesar ini. Dia hanya memiliki dendam kecil pada Lily dan berniat membuatnya sedikit ketakutan saat tersesat.
Walaupun dia memiliki sebuah kecurigaan di hatinya. Arumi tetap tak akan mengakui bahwa dia bersalah atas terluka nya Alion dan Lily.
****
flashback
Malam sebelum kejadian itu.
Di desa Gading, saat semua siswa sibuk bekerja membantu warga di desa.
Para anggota OSIS sedang berkeliling desa untuk mengawasi siswa SMA X.
"Nak apakah kalian akan lama di desa ini?" tanya seorang kakek.
"Ohh tidak kek, lusa kami akan kembali ke kota," jawab Arumi lembut.
"Begitu rupanya. Kakek hanya ingin menanyakan sesuatu. Apakah dua pria yang datang sebelum kalian itu berasal dari sekolah juga?" tanya kakek.
"Dua orang pria? Apa maksud kakek?" tanya Arumi tak mengerti.
"Yahh cucu kakek adalah seorang pemburu. Mereka berkata telah menemui dua orang pria yang berkemah di hutan sebelah barat sana. kakek fikir mereka juga merupakan kelompok dari sekolah kota," jelas sang kakek.
"Ah sepertinya kakek telah salah. Kami tidak berkemah di hutan sebelah timur. Mungkin dua orang itu adalah orang yang memang sedang berkemah. Tetapi, mereka bukan berasal dari sekolah kami," jawab Arumi.
"Owh, begitu rupanya," kata sang kakek mengerti.
Arumi menoleh ke arah hutan barat yang dimaksud sang kakek. Haruskah dia melaporkan hal ini pada pihak sekolah.
Menggelengkan kepala ringan, bukankah dia terlalu berfikir buruk. Mungkin dua orang itu adalah kelompok berkemah lainnya. Dia tak seharusnya mengganggu.
__ADS_1