Terlahir Kembali Untuk Lebih Mencintaimu

Terlahir Kembali Untuk Lebih Mencintaimu
BAB 55 PULANG


__ADS_3

Setelah pertemuan tanpa sengaja yang mereka alami.


Alion dan Lily memutuskan untuk segera pergi dari tempat itu. Karena tempat itu bukanlah tempat yang baik untuk mereka berlama-lama di sana. Bukan hanya penculik yang dikhawatirkan, melainkan beberapa warga di sana juga merupakan pelaku tindakan kriminal.


Mereka berdua cukup beruntung meski hari sudah malam tak ada siapapun yang mengganggu mereka.


"Bagaimana kamu bisa kabur?" tanya Alion tiba-tiba.


Tangannya terus menggandeng Lily dan membawanya ke tempat di mana dia menaruh motornya. Meski gelap dan jauh dari penerangan lampu. Saat ini bulan sedang bulat sempurna. Jadi mereka masih bisa melihat jalanan.


"Aku menyerang salah satu penculik dengan ini." Lily menyerahkan jam tangan yang telah dia gunakan untuk menyerang penculik itu.


Alion mengambilnya dengan tangannya yang lain. Dia tak langsung bertanya dan menunggu Lily untuk kembali bicara.


"Jam itu sudah dimodifikasi untuk bisa mengeluarkan arus listrik kecil, jika di sudut kanan di ketuk sebanyak 3 kali. Tadi aku memancing salah satu penculik itu keluar dan saat dia lengah aku menyerangnya, Lio," jelas Lily panjang lebar.


Lily memang tidak berniat untuk menyembunyikan apapun dari Alion. Meskipun dia telah berjanji pada Kak Sasha untuk tidak mengungkapkan identitas nya. Dia masih bisa mengatakan jam ini dibuat oleh temannya jika Alion bertanya.


Dengan begitu dia tidak harus berbohong pada alion dan masih bisa menjaga rahasia Kak Sasha.


"Kamu sudah melakukan tindakan yang baik," puji Alion tulus.


Alion menghentikan langkahnya dan melepaskan genggamannya. Dia lalu mengambil helm di atas motornya dan berniat memakaikan di kepala Lily. Kemudian alion kembali berkata dengan nada penuh kekhawatiran. "Namun lain kali Jika kamu menemui hal ini. Jangan melakukan apapun dan tunggu aku datang untuk menyelamatkanmu."


"Kenapa, Lio?" tanya Lily tak mengerti.


"Tidak semua penculik bertindak baik. Bisa saja malah kamu yang akan terluka nantinya," jawab Alion.


Lily yang mendengarnya semakin tak mengerti. Namun, dengan patuh dia tetap menggangguk. Karena nampak dari mata Alion, Dia terlihat begitu serius dengan kata-katanya.


....


Tim dari kapten luca menangani semuanya dengan sangat cepat. Saat ini dua penculik yang menculik Lily ditangkap dan hendak di bawa ke kantor polisi.


Mereka belum sempat bertindak apa-apa saat para polisi menggerebek tempat itu. Saat itu satu penculik masih terbaring pingsan. Sedangkan yang lainnya asik menonton televisi. Mereka bahkan tidak tahu bawa orang yang mereka culik telah melarikan diri.


Seorang petugas polisi yang masih muda melaporkan temuannya setelah memeriksa tempat itu.


"Kapten, kami tidak menemukan gadis yang telah diculik."


Sang Kapten yang mendengarnya hanya menjawab dengan ringan, "Dia sudah diselamatkan, bawa saja kedua pria ini untuk di introgasi."


Setelah mengatakan kata-kata itu Luca kembali fokus ke ponsel di tangannya dengan cepat mengetikkan balasan demi balasan.


...Room chat...


^^^Luca^^^


^^^Alion, aku sudah membawa tim ku ke lokasi.^^^


^^^Luca^^^


^^^Tapi kami tak menemukan gadis bernama Lily itu dimanapun.^^^


Alion


Dia ada bersamaku.


^^^Luca^^^


^^^Bagus, lah kalau begitu. Apa dia baik-baik saja?^^^


Alion


Hmm, semuanya baik. Maaf telah merepotkan mu lagi.

__ADS_1


^^^Luca^^^


^^^Syukurlah. Kau ini seperti pada siapa saja Alion.^^^


^^^Luca^^^


^^^Zero, bahkan lebih sering membantu kepolisian.^^^


Alion


Itu berbeda.


^^^Luca^^^


^^^Hah, kau ini benar-benar keras kepala. Lily juga merupakan warga yang patut kami lindungi. Jadi itu sudah tugas kepolisian.^^^


^^^Luca^^^


^^^Aku cukup terkejud kau tiba-tiba memiliki kekasih.^^^


^^^Luca^^^


^^^Jaga baik-baik kekasihmu dan Alion sebaiknya kamu jauhi tempat itu.^^^


Alion


Kapten tak perlu khawatir. Aku sudah lama menjauhinya.


^^^Luca^^^


^^^Bagus, aku ikut senang untukmu.^^^


Luca menutup kembali teleponnya dan berjalan memasuki mobil, mengikuti anggota timnya yang telah pergi.


....


Mereka masih menganggap bahwa Lily pergi bermain dengan teman-temannya. Jadi saat Alion mengantar Lily pulang. Mereka pun tidak bertanya Yang macam-macam hanya menganggap bawa Alion mengajak Lily kencan seperti biasanya.


Lily pun tidak berniat untuk menceritakannya. Dia takut jika orang tuanya akan menyalahkan alion.


Jadi, saat dia sampai rumah dia bertindak seperti biasanya dan kembali ke dalam kamar. Hari ini hari yang melelahkan bagi Lily. Dia hanya ingin segera membersihkan diri dan tidur di kasur.


Hanya Zayyan yang mencurigai sesuatu telah terjadi. Karena jelas-jelas Lily sempat mengirimi pesan saat hari masih sore bahwa dia akan segera pulang. Namun, dia malah kembali di waktu yang selarut ini bersama Alion, bukannya bersama teman-temannya.


Namun, Zayyan tidak berniat untuk bertanya kepada Lily. Dia lebih memilih untuk menghubungi Alion.


...Room chat...


^^^Zayyan^^^


^^^Apa yang terjadi?^^^


Alion


?


^^^Zayyan^^^


^^^Jangan pura-pura tak tahu Alion. Aku tahu kau mengerti maksudku.^^^


Alion


Lily diculik.


^^^Zayyan^^^

__ADS_1


^^^Kau tidak bercanda kan Alion.^^^


Alion


Apa aku terlihat bercanda.


^^^Zayyan^^^


^^^Sial, aku akan ke markas Zero. Jelaskan padaku apa yang terjadi.^^^


Alion


Hmm.


Zayyan langsung bergegas berganti baju dan pergi menuju markas Zero.


"Loh zayy, kamu akan pergi lagi?" tanya sang ibu heran.


"Ada sesuatu yang tertinggal," bohong Zayyan.


"Baiklah, hati-hati. Cepatlah kembali jika sudah selesai."


Dia tak mendengar kata-kata terakhir ibunya. Jadi dia tak menjawabnya dan langsung pergi begitu saja. Pikirannya terfokus dengan pikiran Lily telah diculik lagi.


....


Lily yang baru saja membersihkan diri turun dan mendapati kakaknya pergi dengan begitu tergesa-gesa.


"Ibu apa yang terjadi, kenapa kakak begitu buru-buru," tanya Lily.


"Kakakmu bilang ada yang tertinggal di sekolah. Entah bagaimana dia bisa lupa. Hari sudah begitu malam baru dia ingat," balas sang ibu tak berdaya.


Lily tak ambil pusing dan kembali melanjutkan jalannya arah ke dapur. Dia memang sudah sangat lelah tapi perutnya tiba-tiba saja memprotes belum diisi makanan.


Dia tak berniat untuk makan makanan berat takut sang ibu akan curiga. Lily hanya berniat mengambil beberapa makanan ringan untuk mengisi perutnya. Setelah mengambil semua yang dia inginkan Lily pun kembali ke dalam kamarnya.


Saat itulah teleponnya berbunyi.


"Hallo."


"Lily, kamu baik-baik saja bukan."


"Tentu saja aku baik-baik saja kak, memang apa yang bisa terjadi padaku."


"Jangan berbohong, Lily. Kamu telah menggunakan jam yang kuberi. Tidak mungkin sesuatu tidak terjadi."


"Hehe, baiklah. Memang sesuatu telah terjadi tapi sekarang semuanya sudah baik-baik saja. Jadi Kak Sasya tidak perlu khawatir. Kak Sasha fokus aja sama bulan madu yang tengah kakak lakukan."


"Huh, kau ini. Syukurlah kalau kamu baik-baik saja. Saat nanti aku kembali kamu harus menceritakan semuanya yang terjadi."


"Siap, nyonya. Jangan lupakan oleh-oleh untukku."


"Apa yang kamu inginkan?"


"Keponakan yang lucu, hehehe."


"Dasar, jail sekali sih. Soal itu serahkan pada Damar, biar dia yang bekerja."


"Ihh, kak Sasha. Lily masih kecil gak ngerti, gak mau dengar."


"Kamu yang memancing, yaaa. Sudahlah kamu istirahatlah. Kamu pasti lelah."


"Baik. Kak Sasha juga istirahat lah."


Sedangkan, di tempat lainnya, seseorang tengah dipukul habis-habisan karena rencana malam ini telah gagal. Di mana seharusnya Lily ditemukan esok hari. Hanya dalam beberapa jam gadis itu malah telah diselamatkan. Dan tidak cukup sampai di sana Kepolisian malah terlibat dalam hal ini.

__ADS_1


__ADS_2