Terlahir Kembali Untuk Lebih Mencintaimu

Terlahir Kembali Untuk Lebih Mencintaimu
BAB 17 PERTANDINGAN BASKET


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat dan hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Lomba basket yang sempat ditunda akhirnya hari ini diadakan kembali. Mengingat kesalahan terakhir kali. Untuk pertandingan kali ini, baik tim utama ataupun cadangan harus di daftarkan sebelum pertandingan. Dan penonton dilarang membawa barang apapun.


Ketika Lily sampai di lapangan basket, pertandingan sudah mencapai tahap akhir. Karena memang pertandingan ini bertepatan dengan lomba melukis Lily. Sehingga Lily baru bisa datang setelah dia selesai.


Lily berjalan kearah penonton, Lily melihat kesekeliling hampir tidak ada bangku yang tersisa. Tetapi, Lily tak perlu khawatir karena kedua temannya telah menjaga satu tempat untuknya.


Sejak pertandingan berlangsung Alion terus saja menatap ke arah penontoh. Alion berharap melihat Lily ada disana. Meskipun Alion tahu Lily akan mengikuti lomba hari ini bersama Zidan. Tetap saja dari lubuk hatinya dia ingin Lily ada disana.


"Bos, apa yang kau cari sejak tadi," tanya Alvaro.


"Bukannya sudah jelas pasti bos sedang mencari Lily," jawab Agas.


"Oh, bukankah Lily mengikuti lomba hari ini. Itulah sebabnya Zidan tak bisa ikut bermain bukan," kata Pandu menyela.


"Fokus!" kata Alion dingin. Alion mengabaikan teman-temannya, saat wasit tiba-tiba meiup peluit memberi isyarat babak terakhir akan dimulai.


Kedua tim saling berhadaan. Wasit melempar bola ke atas. Dan pertandingan pun dimulai.


Lily sebenarnya tidak megerti banyak mengenai basket. Meski pintar, dalam olahraga Lily benar-benar lemah. Baik itu praktek maupun materi Lily tak bisa menguasainya.


Tapi meski begitu tetap saja Lily bersemangat memberi dukungan pada tim Alion.


Bola telah dioper beberapa kali, dan saat akan sampai pada Ring. Alion dengan cepat merebutnya. Langsung saja permainan berbalik arah. Tim alion menguasai bola. Dan dengan cepat alion telah samai ke ring lawan.


Alian melemparnya dannnnn.


Gedebukkk.


Bola berhasil masuk.


‘’Woooahhhhh.’’


‘’HUUUUUUU.’’


‘’WAAAAAAAAA.’’


‘’ALION, SMA X JUARA.’’


Teriakan penonton pun terdengar sangat keras. Lily yang terbawa suasaa pun ikut meneriakkan nama Alion. Lily merasakan sangat bangga melihat bagaimana Alion mencentak gol.


"Lionya benar-benar luar biasa," teriak lily dalam hati.

__ADS_1


****


Lily terus menonton pertandingan. Melihat bagaimana Alion mengoper bola ke temannya dan melempar kembali ke Ring. Alion terlihat sangat tampan dengan keringat menetes di dahinya.


Lily bahkan beberapa kali mengambil fotonya dengan ponselnya. Beruntung kedua temannya tak sadar dengan apa yang dia lakukan.


Alion yang seperti merasakan tatapan seseorang menoleh ke arah penonton. Matanya bertemu dengan sepasang mata yang sangat dikenalnya. Seketika senyum muncul dibibirnya, dengan lihainya Alion melewati lawannya.


Alion merebut bola, dan berlari tanpa henti menuju Ring seolah dirasuki sesuatu.


Teman-teman Alion terlihat sangat terkejud akan aksinya. Sejak tadi Alion hanya merebut bola dan mengopernya ke arah mereka. Alion memang tak suka terlalu menjolkan kemampuannya. Alion hanya akan menembak saat situasi mendesak. Tapi saat ini Alion tiba-tiba saja bergerak.


Alion di blokir oleh musuhnya, tetapi tetap tak mencegahnya memukul bola. Dan sekali lagi Alion berhasil mencetak gol.


Pertandingan pun berakhir, Alion dan tim nya dinyatakan menang.


****


Lily meninggalkan kedua temannya yang akan pulang. Lily menuju ke ruang istirahat, dimana Alion berada.


Lily ingin memberikan selamat padanya. Saat sampai di sana sudah ada Alion yang bersandar di dinding.


Melihat kedatangan sesorang Alion pun menoleh. Seketika Alion bangkit dari posisinya dan mendekat pada Lily.


"Aku ingin mengucapkan selamat kepadamu. Kamu terlihat sangan keren tadi," kata Lily semangat.


Alion terkekeh kecil, dia tak menyangka akan dipuji seerti ini oleh Lily.


"Benarkah, lalu apa hadiah untukku," kata Alion pura-pura berhara.


"Ah, hadiah...." kata Lily kebingungan.


Dia tak memikirkan akan memberikan Alion hadiah. Lily menatap lukisan ditangannya. Lukisan ini adalah hasil lomba yang Lily ikuti. Lily hanya membawa nya karena dia buru-buru tadi. Mungkinkah dia harus memberikan ini ada Alion.


"Lalu aku akan memberikan lukisanku padamu," kata Lily tersenyum menyerahkan lukisannya.


Alion mengangkat alisnya, tapi tetap saja mengambil lukisan pemberian Lily. Alion tahu kemungkinan ini adalah lukisan Lily saat lomba tadi. Karena Alion juga sudah melihat Zidan membawanya tadi. Anehnya Lily benar-benar memberikannya padanya. Alion merasa Hatinya diremas oleh sesuatu yang terasa menggelitik.


"Hmm, aku akan menerimanya. Dan selamat kamu telah menang juga," kata Alion lembut.


"Ah, kamu mengetahuinya," kata Lily merasa malu.

__ADS_1


"Tentu saja apa yang tidak aku ketahui. Karna kamu sudah memberiku hadiah maka aku juga akan memberikan sesuatu," kata Alion.


Alion masuk ke dalam ruangan meninggalkan Lily. Dan saat kembali Alion telah memegang sesuatu.


Lily yang melihat apa yang dipegang Alion pun terkejud. Dia tahu itu jersey milik Alion. Saat sampai didepannya Alion memberikan isyarat padanya untuk mengambilnya. Dengan perasaan berkecamuk Lily mengambilnya.


"Aku tak bisa memberikan piala atau medali karna itu milik tim. Jadi aku akan memberikan milikku padamu," kata Alion dengan sedikit antipasi. Alion takut Lily tak menyukainya.


"Ehem, lalu aku akan menjaganya dengan baik," kata Lily tersipu malu.


Melihat pipi Lily yang merona Alion tersenyum senang. Sepertinya dia telah melakukan hal benar.


"Kalau begitu ayo aku akan mengantarmu pulang," ajak Alion.


"Ah, apa kau tak pergi bersama teman-temanmu," tanya Lily heran. Bukankah biasanya akan ada perayaan setelah pertandingan. Gurunya bahkan akan mengajaknya tadi tapi Lily dan Zidan menolak dan memilih kembali ke sekolah.


"Tak apa, aku akan mengantarmu dulu," kata Alion yakin.


"Apa itu tidak merepotkan jika kamu harus bolak-balik, Lio," kata Lily masih ragu.


"Tidak jika untukmu," kata Alion tenang.


Lily senang mendengar jawaban Alion. Dengan semangat dia berjalan di saming Alion.


"Kenapa tak langsung pulang tadi," tanya Alion sedikit penasaran. Meski ada tebakan dalam hatinya Alion masih tak yakin.


"Emm, untuk melihatmu," kata Lily pelan.


"Jadi apa kau sedang mengaku sekarang," kata Alion menggoda.


"Humm, iya," kata Lily lantang.


"Tidak boleh," kata Alion tegas.


"Kenapa?" kata Lily kecewa. Lily sedih apakah itu berarti alion belum menyukainya. Lily fikir kedekatan mereka sudah sangat jelas. Meski mereka masih muda Lily tetap saja ingin segera memiliki hubungan lebih dekat dengan Alion.


Melihat Alion hari ini, saat banyak wanita memujanya Lily sebenarnya sedikit takut. Itulah sebabnya dia sangat berani hari ini.


Lily tak benar benar bisa mebayangkan jika Alion bersama wanita lain. Dengan kepala menunduk Lily berhenti.


"Pria lah yang harus menyatakan lebih dulu," kata Alion tiba-tiba. Alion tersenyum dan menggosok pelan kepala Lily. Dengan lembut Alion menggenggam tangan Lily. Dan menariknya berjalan ke arah arkiran.

__ADS_1


"Lalu aku akan menunggu," kata Lily pelan.


__ADS_2