Terlahir Kembali Untuk Lebih Mencintaimu

Terlahir Kembali Untuk Lebih Mencintaimu
BAB 48 CALON MERTUA


__ADS_3

Pesta pernikahan diadakan di sebuah gedung yang mewah dengan dekorasi yang indah. Bunga bunga segar mengisi setiap sudut ruangan, menciptakan suasana romantis dan elegan. Lampu gantung kristal dipasang di tengah tengah ruangan memancarkan keliauan kemewahan yang nyata.


Setiap meja tamu pun ikut didekorasi dengan rangkaian bunga asli, ditambah dengan taplak meja satin dan piring piring kristal, menunjukkan betapa kaya sang penyelenggara pesta.


Alion dan lily memasuki ruangan dengan bergandengan tangan. Mungkin karena pesona yang mereka buat, tak berbeda saat berada di luar, saat masuk pun mereka berdua langsung menjadi pusat perhatian. Tak ayal bisik bisik kekaguman pun tak dapat di cegah.


Damar yang sedang sibuk berbicara dengan beberapa tamu yang datang pun ikut menoleh ke arah keributan itu. Melihat kedua pasangan yang dia tunggu tunggu akhirnya tiba. Dengan senang hati damar berniat membawa sang istri ke arah mereka berdua untuk menyapa.


Alion yang sepertinya sadar akan niat senior nya itu. Memilih untuk melangkah terlebih dahulu.


Dan sampailah mereka bermpat saling berhadap hadapan.


"Akhirnya kalian datang juga," sapa damar dengan senyum hangat.


Beberapa yang melihat hal itu tentu saja merasa aneh, sejak tadi damar hanya tersenyum sopan saat berbicara dengan tamu lain. Namun, tiba tiba saja pria itu berubah menjadi sangat ramah. Pertanyaan pun timbul dihati setiap orang. "Siapakah dua pasangan muda itu. Mungkin kah mereka anak keluarga berpengaruh."


"Selamat," kata alion dingin.


Mendengar hal itu tak membuat damar tersinggung, dia malah semakin senang.


"Hahaha, rupanya kehadiran lily benar benar membuatmu menjadi hangat sekarang. Jadi, dimana hadiah ku?" kata damar menggoda.


Istri geo yang melihat tingkah suaminya pun menegur.


"Kau ini, tidak sopan begitu," katanya halus.


"Aku hanya bercanda sayang. Nah, kalian pasti belum saling mengenal bukan. Alion kenalkan ini istriku shasa aurella," kata damar mengenalkan istri nya.


Sasha hanya tersenyum menanggapi, matanya menatap kedua pasangan didepannya.


"Sayang, kenalkan ini juniorku alion dan kekasihnya lily. Ah, lebih tepatnya tunangan." lanjut damar lagi.


Melihat kekasihnya hanya diam tanpa berniat melakukan apapun, lily berinisiatif mengulurkan tangan pada sasha. Seseorang yang sebenarnya sangat dia kenal.


"Selamat atas pernikahannya kak sasha. Ini hadiah pernikahan dari kami berdua," ucap lily ramah sembari menyerahkan sebuah kotak.


"Terima kasih, aku akan menerimanya," balas sasha tak kalah ramah.


Tak ada lagi komunikasi yang terjadi setelah itu. Seolah mereka benar benar orang asing yang baru saling mengenal. Hanya damar dan alion yang masih berbincang bincang dengan asiknya. Tanpa menyadari keanehan dari pasangan mereka masing masing.


Karena tugas untuk menghibur para tamu masih harus dilakukan oleh sang pengantin baru, lily dan alion akhirnya pun ditinggalkan sendiri. Alion pun memutuskan membawa lily untuk menikmati makanan yang ada.


....


Sedang asik menikmati makanan di depannya, dua pasangan suami istri menghampiri meja tempat lily dan alion berada.

__ADS_1


"Apa kau akan terus menyembunyikan kekasih mu ini," tegur seorang wanita pada alion.


Lily yang mendengarnya menghentikan acara makannya, dia mendongak menatap seseorang yang mengatakan hal itu.


Deggghhh.


Jantung lily berdetak begitu kencang. Mereka berdua adalah orang tua alion. Lily masih ingat dengan jelas bagaimana wanita itu mencaci nya dan menuduhnya telah membunuh alion. Tanpa sadar tubuh lily bergetar mengingat kenangan buruk itu.


Alion yang berada disebelah lily tentu sadar akan keanehan kekasihnya. Dengan segera dia menggenggang tangan lily, menatapnya dengan lembut, mencoba menenangkan.


"Ibu, bukankah aku sudah bilang jangan membuat gadisku ketakutan," kata alion kering tanpa menatap sang ibu.


Bukannya dia bertindak tak sopan pada ibunya, hanya saja dia sudah memperingatkan untuk tak muncul dulu di depan kekasihnya. Baginya kenyamanan lily adalah yang paling penting.


"Ah ya, apa lily takut. Maaf kami pasti mengejudkanmu," kata ibu alion melembut.


Dia tak berniat menakuti calon menantunya itu. Salahkan anaknya yang terus menyembunyikan kekasih nya membuat dia sangat penasaran. Alhasil saat dia tahu anaknya akan membawa lily ke pesta pernikahan damar. Dia memaksa sang suami untuk mencari cara agar bisa datang. Awalnya mereka berencana untuk pura pura tak sengaja bertemu. Namun, saat melihat anaknya acuh saat tahu kehadiran nya. Dia menjadi kesal dan tanpa sadar menghampiri mereka dengan nada sedikit meninggi.


Tahu bahwa dia telah sedikit berlebihan. Dia pun mengkode sang suami untuk turun tangan. Namun, belum sempat ayah alion angkat bicara. Lily telah lebih dulu membuka mulutnya.


"Tidak apa bibi, aku hanya sedikit terkejud saja. Lily yang seharusnya minta maaf sudah tak sopan pada paman dan bibi. Paman dan bibi duduklah, disini hanya ada kami berdua," kata lily lembut.


Lily tak ingin orang tua alion membencinya seperti di kehidupan sebelumnya. Lily ingin berhubungan baik dengan mereka, maka dia membuang semua kenangan buruk itu, dan mencoba kembali dari awal.


"Sudah, jangan mengeluh terus. Tidak enak dilihat orang lain," tegur ayah alion.


Aku hanya tersenyum ringan tahu bahwa ibu alion hanya ingin membuatnya merasa nyaman. Dia tak benar benar marah pada alion. Dulu hubungan nya dengan alion sudah buruk sejak awal. Mengakibatkan dia juga tak perduli pada orang tua alion. Namun, sekarang berbeda aku bersama dengan alion karena mencintainya dan bukan karena perusahaan. Benar aku tak perlu takut lagi, kehidupan kali ini pasti akan berbeda.


"Apakah paman dan bibi sudah makan. Baru saja kami makan spageti, apa paman dan bibi ingin lily ambilkan?" tanya lily begitu perhatian.


"Tak perlu nak kami sudah makan," balas ayah alion ramah.


Berbeda sekali dengan watak dingin alion, rendra adi admaja ayah alion memiliki watak yang sangat ramah. sang ibu, ayuning tias pun sosok wanita yang malah terkesan cerewet.


Sebenarnya baik rendra maupun ayu telah mendengar gadis seperti apa lily itu. Namun, semakin mereka mendengar betapa baik calon menantunya membuat mereka semakin dibuat penasaran. Apalagi melihat bagaimana alion terlihat begitu menjaganya. Ayu masih teringat bagaimana sang anak mengeluh akan kelakuan anak dari temannya yang telah mengganggu kekasihnya.


"Jangan repot repot lily. Jika kami lapar biar alion yang mengambilkan nya, kamu hanya perlu duduk bersama bibi disini. Nah, kamu juga perintahkan saja anak ini jika menginginkan sesuatu," celoteh ayu.


Baru kali ini aku tahu bahwa orang tua alion begitu bersemangat. Itu bukan hanya kedekatan pura pura, dia tahu ibu alion tulus menerimanya.


"Iya bibi, alion juga tadi sudah mengambil kan lily makanan ini," balas lily lembut menjelaskan kebaikan alion.


"Bagus, itu memang tugasnya," kata ayu tak perduli. Baginya memang sudah tugas pria untuk memanjakan wanita. Jika sampai alion tak memperdulikan calon menantunya. Barulah dia akan memarahinya.


Ayah alion pun tak hanya diam, dia juga ikut bergabung dengan obrolan mereka berdua.

__ADS_1


"Nak lily bagamana dengan kabar orang tuamu apa mereka baik?" tanya rendra ayah alion.


"Baik paman. Ayah masih sibuk bekerja dan ibu sesekali menerima pesanan kue," balas lily dengan senyuman.


"Ahh, bagus jika mereka baik. Memang sibuk bekerja boleh tapi kesehatan nomor satu," kata rendra menasehati.


"Kapan kapan main lah kerumah sendiri tak perlu menunggu alion, dia hanya akan mengganggu kebersamaan kita," timpal ayu.


Alion yang mendengar kata ibunya hanya memutar bola mata malas. Sepertinya sang ibu tak akan lagi menganggap dia anak mulai sekarang. Tapi alion senang melihat lily mau menerima orang tuanya. Dia sebenarnya sedikit takut akan reaksi lily tadinya. Untungnya itu hanya alarm palsu saja.


Akhirnya sepanjang acara resepsi, alion benar benar tak dianggap. Orang tuanya sibuk berbicara dengan lily. Tapi meski begitu alion tak cemburu ataupun marah. Dan dengan tenang terus memperhatikan lily. Hatinya diliputi perasaan hangat melihat keharmonisan itu.


....


Flashback


Lily akhirnya kembali bertemu dengan kak sasha setelah masalah dengan geo selesai.


Selain untuk masalah terakhir kali, mereka memang biasa bertemu untuk sekedar mengobrol biasa.


"Ah, jadi dia benar benar calon suami kakak," kata lily terkejud.


Rupanya tebakan dihati lily benar adanya, bukan kebetulan nama sang pengacara dan calon suami kak sasha sama. Karena ternyata mereka memang satu orang.


"Benar, rupanya kasus junior yang dimaksud adalah kasusmu dan alion. Aku tak menyangka jika mereka saling kenal," balas sasha tak kalah terkejud.


Sasha tahu sang suami adalah pengacara handal. Sebenarnya dia juga ingin mengenal kan nya pada lily saat tahu dia dalam masalah. Namun, karena terlalu fokus pada tugas yang lily berikan dia jadi melupan itu.


"Hmm, aku sedikit tak yakin kemarin karena kakak tak pernah menunjukkan fotonya. Rupanya benar dia calon suami kak Sasha, kebetulan sekali dia juga teman alion," kata lily takjub.


"Hmm, tapi ly aku ingin menyembunyikan kalau kita saling mengenal," kata sasha pelan.


"Kenapa?" tanya lily heran.


"Kamu tahu masa lalu ku, aku masih belum bisa menceritakannya pada damar," jawab sasha menunduk sedih.


Lily tentu saja sangat mengerti, dia tahu dengan jelas apa yang telah kak Sasha alami. Hal itu juga yang menggerakkannya untuk menolongnya. Lily tak pernah berniat untuk memanfaatkan kak Sasha karena hal itu. Dia murni menolong setelah tahu kehidupan kak sasha begitu sulit. Dulu di kehidupan pertama nya lily juga telah mengenal kak sasha. Namun, dia terlambat menyelamatkannya. Makanya saat kembali di kehidupan kali ini. Hal pertama selain memikirkan alion, lily juga memikirkan untuk segera menolong kak sasha.


"Aku mengerti kak, jangan khawatir. Kak sasha bisa terbuka kapanpun kakak mau. Selama itu aku akan menyembunyikannya rapat rapat," janji lily.


"Terima kasih ly," balas sasha terharu.


"Sama sama kak," kata lily ceria.


Berlanjut lah pembicaraan mereka, mengenai informasi yang telah sasha temukan, baik tentang febi sahabat lily, maupun orang yang lily minta sebelumnya....

__ADS_1


__ADS_2