
Kembali pada Alion dan Lily.
Keesokan harinya, di papan pengumuman sekolah telah banyak siswa berkerumun. Disana mereka melihat foto-foto pertandingan basket kemarin. Tentu saja jangan lupa ada foto Zidan dan Lily yang berhasil menjadi juara dalam lomba melukis.
Perihal lomba melukis sekolah SMA X memang sedang sangat beruntung. Biasanya mereka selalu kalah dengan sekolah lainnya. Tetapi kali ini juara satu dan dua berasal dari sekolah mereka. Zidan yang mereka fikir hanya untuk mengisi kekosongan malah juara satu, dan Lily yang diharapkan juara satu malah menempati juara dua. Tapi tentu saja tak ada yang berani meremehkan Lily karena mereka berdua sama-sama punya bakat yang hebat.
Entah siapa yang mengaturnya foto Alion dan Lily bersebelahan. Foto itu terlihat serasi seperti foto buku nikah. Orang orang yang melihatnya pun juga mengakui bahwa mereka berdua sangat serasi. Beberapa orang bahkan mulai membentuk CP Alion dan Lily.
Tentu saja tidak semua orang menyukai mereka berdua. Banyak juga yang iri dan menjadi pembenci. Termasuk Angel yang baru saja masuk sekolah setelah kejadian terkunci digudang.
Sejak kejadian itu Angel lama tak masuk kesekolah. Hal itu karena orang tuanya melarang, bahkan orang tua Angel berniat untuk memindahkan sekolahnya.
Hanya karena Angel berjanji tidak akan membuat masalah lagi barulah orang tuanya setuju. Angel hanya harus dirumah sementara sampai keadaan membaik. Tetapi saat dia kembali, Angel malah mengetahui bahwa Alion dan Lily semakin dekat. Angel benci, tapi dia tak bisa berbuat apa-apa.
Kenangan Alion marah dan menguncinya digudang masih membuat Angel ketakutan. Saat itu Angel hanya menemui Lily dan temannya tak sengaja melukainya. Tetapi Alion sudah semarah itu, jadi Angel tak berani lagi membuat masalah. Dia masih ingin sekolah disini.
****
Setelah kelas di pagi hari, Lily hendak pergi ke perpustakaan sekolah. ada beberapa buku yang ingin Lily pinjam. Tiba-tiba saja ada suara yang memanggilnya.
"Lily," panggil Angel.
Lily berhenti dan menoleh kebelakang. Melihat Angel mata Lily menyerngit heran. Sudah lama Lily tak melihat gadis ini sejak kejadian terakhir.
"Sesuatu," tanya Lily dingin.
Berbeda dengan terakhir kali. Kini angel dan Lily saling berhadaan langsung tanpa ada yang menghalangi. Angel menatap langsung wajah Lily. Angel harus akui Lily benar-benar cantik tanpa riasan apapun. Pantas jika Alion jatuh hati padanya.
"Aku ingin meminta maaf," kata Angel pelan.
Lily yang mendengarnya pun bingung. Kenapa tiba-tiba gadis ini meminta maaf padanya sekarang. Jika perihal kejadian terakhir kali bukankah itu sedikit terlambat.
"Kenapa tiba-tiba, jika untuk yang terjadi sebelumnya aku telah melupakannya," kata Lily sedikit ragu-ragu.
Angel yang mendengarnya merasa bersalah, dia harusnya tak melakukan itu. Lily tak bersalah dia bahkan tak mempermasalahkan perbuatannya. Hanya ego nya yang berfikir Alion adalah miliknya membuat Angel berbuat jahat.
"Maaf, saat itu aku salah paham. Kufikir kau merebut Alion dariku tetapi ternyata aku salah. Alion bahkan tak pernah melihat kearahku. Selain dari kesopanan karena orang tua kami berteman. Aku telah salah padamu aku minta maaf," jelas Angel.
"Tak apa, aku sudah memaafkanmu," kata Lily lembut.
"Terima kasih kau memang baik, Lily. Pantas saja Alion menyukaimu," kata Angel semangat.
__ADS_1
"Hah, apa maksudmu," kata Lily malu.
"Haha, baiklah aku mengerti. Lalu apakah kita bisa berteman sekarang," kata Angel.
"Baiklah," jawab Lily setuju.
****
Saat waktu pulang sekolah, berjalan ke arah gerbang sekolah, Lily melihat ada Alion didepannya. Alion tak masuk sejak jam pertama tadi.
Melihatnya dengan pakaian rumah benar benar mengejudkan Lily. "Apa yang sedang Alion lakukan disini, sepertinya dia menunggu seeorang," batin Lily bertanya tanya.
Alion yang sepertinya melihat Lily pun mulai berjalan menghampirinya. Dengan cemas Alion menarik Lily dan pergi meninggalkan sekolah dengan motornya.
Lily yang ditarik pun tak bisa bereaksi banyak. Sampai mereka tiba di taman kota dan Alion menghentikan motornya.
Setelah melepas helm nya Alion turun. Dengan mata gelab Alion mulai memeriksa Lily dari atas sampai bawah seolah mencari seuatu.
"Apa yang kamu lakukan, Lio," tanya Lily heran.
Alion yang mendengar pertanyaan Lily tak menjawabnya dan terus memeriksa tubuh Lily. Melihat bahwa gadis nya tak memiliki luka apapun barulah Alion sedikit tenang dan bernafas lega.
"Hah, aku baik-baik saja. Kamu ini kenapa, Lio," kata Lily semakin bingung.
"Kamu yakin kan jujur saja padaku jika ada sesuatu yang salah. Gadis itu tak berbuat buruk bukan," tanya Alion memastikan.
Mendengar kata Alion, Lily mengerti. Rupanya Alion khawatir perihal Angel yang menemuinya tadi. Tapi dari mana pria itu mengetahuinya. Bukannya dia tak masuk sekolah.
"Oh, Angel hanya menemuiku untuk meminta maaf, Lio," kata Lily lembut.
"Bagus jika gadis itu tak menyakitimu," kata Alion.
"Dia punya nama, Lio," sela Lily.
"Humm, iya maaf," kata Alion.
"Jadi kau membawaku kesini hanya untuk itu," kata Lily menata Alion.
"Ya aku tak ingin kejadian terakhir kali terulang lagi," jawab Alion tegas.
"Kau terlalu khawatir, Lio," kata Lily santai. berbeda dengan isi kepalanya yang senang akan perhatian Alion padanya.
__ADS_1
****
Kembali ke sekolah.
Telatnya di belakang sekolah sedang terjadi keributan.
"Kau tak kapok juga rupanya," bentak Agas ada seorang gadis.
"Apa maksudmu aku tak mengerti," kata Angel bingung. Ya gadis itu adalah Angel yang dibicarakan Alion dan Lily. Saat ini dia sedang dikelilingi oleh Agas, Zidan, Alvaro dan Alvano.
"Tak usah pura-pura tak tahu. Kita tahu kau tadi menemui, Lily," kata Alvaro sinis.
"Ah Lily, memang benar lalu kenapa," kata Angel sedikit kesal. Dia hanya meminta maaf Lalu apa salahnya.
"Kau benar-benar berani, jika bukan perempuan aku akan memukulmu," kata Agas mulai marah. Tak ada yang pernah berani padanya sebelumnya. gadis ini benar-benar menyebalkan.
"Pukul saja aku tak takut," kata Angel menantang.
"Hah, kau menantangku rupanya. Kalau begitu bagaimana jika kita mengurung mu lagi, hah!" ancam agas. Agas benar benar ingin melihat sampai mana keberanian gadis ini.
Angel yang mendengar hal itu merinding ketakutan. Angel takut jika mereka benar-benar mengurungnya lagi. Tempat itu sangat gelab dan menakutkan.
"Jangan, aku benar-benar tak melakukan apapun pada Lily," kata Angel panik.
"Sekarang kau takut kan," ejek Agas. Agas menyeringai senang berhasil membuat takut gadis itu. Tak memperdulikan muka takutnya Agas berniat berpura-pura akan membawanya. Tetapi tiba-tiba sebuah suara menghentikannya.
"Diam, Alion berkata kita salah paham," kata Zidan tiba-tiba.
"Apa maksudmu Zidan?" tanya Alvano bingung.
Yang lain pun ikut menoleh ke arah Zidan seolah menanyakan hal yang sama. Sedangkan Zidan yang ditanya hanya diam dan berbicara pada Angel.
"Maaf kita salah paham kau bisa meminta apapun untuk menebusnya," kata Zidan dengan nada rendah.
Zidan terpaksa harus melembutkan suaranya bagaimanapun mereka telah salah pada gadis ini. Meskipun sebelumnya dia berbuat buruk. Untuk yang kali ini dia dan teman-temannya telah keterlaluan menuduhnya.
"Ah tak perlu, lalu aku akan pergi," kata Angel. Dengan cepat Angel meninggalkan keempat pria itu. Entah kenapa rasanya perasaan Angel campur aduk. Tak pernah ada yang meminta maaf padanya sebelumnya. Mendengar Zidan meminta maaf padanya, jantung Angel berdebar kencang.
Tak mungkin jika dia menyukai Zidan bukan. Jantungnya tak pernah berdebar sekencang ini bahkan saat bersama Alion. Dia mengejar Alion karena dia tampan dan populer saja.
Mengingat suara Zidan yang lembut padanya membuat pipi Angel memerah merona seperti tomat.
__ADS_1