Terlahir Kembali Untuk Lebih Mencintaimu

Terlahir Kembali Untuk Lebih Mencintaimu
BAB 22 BALAPAN


__ADS_3

Malam harinya, di salah satu sudut kota.


Alion bersama teman-temannya datang menyanggupi tantangan untuk balapan. Tempat itu sudah sangat ramai saat Alion datang. Geo dan teman-temannya pun sudah datang dan asik mengobrol. Tanpa membuang banyak waktu langsung saja Alion berjalan ke arah garis Star.


Melihat Alion telah datang, Geo yang tadinya bercanda dengan teman-temannya langsung menatap tajam kelompok itu. Geo masih ingat bagaimana dia dipermalukan oleh Alion malam itu.


Geo memanglah tak pernah kapok menantang Alion. Sudah beberapa kali dia kalah dari Alion. Tapi masih saja berani menantangnya.


"Jadi kau berani datang ternyata kukira kau takut akan kalah dariku," ejek Geo. Diikuti tawa oleh teman-temannya.


Teman-teman Alion yang mendengarnya pun tersulut emosi dan hendak memberi pelajaran. Tetapi Alion telah mengintrupsi lebih dahulu.


"Tak perlu banyak bicara, hanya untuk kalah lagi," kata Alion dingin.


Semua yang mendengar pun tertawa terbahak-bahak. Memang benar Geo selalu saja sok diawal tapi berakhir dengan kekalahan telak. Alion hanya menemaninya bermain untuk mendapatkan uang hasil taruhan. Jika tidak sudah lama Alion tak menanggapi Geo, karena dia benar-benar bukan tandingannya.


"Baiklah karena kedua tamu penting sudah hadir, kita akan segera memulai balapan malam ini," intrupsi sesorang.


Segera mendengar hal itu, langsung saja semua orang menyingkir dari garis Star. Dan menyisakan Alion dan Geo sang bintang utama.


"Aku akan mengalahkanmu malam ini lihat saja," kata Geo dari balik helm nya.


Alion yang mendengarnya memilih mengabaikannya dan fokus ke depan.


Seorang gadis dengan pakaian mini berjalan diantara mereka berdua. Dengan mengangkat sebuah kain pertandingan pun resmi dimulai.


Brummm Brummm


Srekk Srekkk Ckiiiiiit


Bunyi decitan motor terdengar, keduanya melaju dengan kencangnya.


Awalnya Geo memimpin di depan dengan Alion mengikuti dibelakangnya. Namun, saat di tikungan tajam Alion dengan mudahnya menyalip Geo. Semua yang melihat aksi Alion pun bersorak kencang menyemangati.


Dan benar saja setelah beberapa saat Alion telah sampai ke garis finish terlebih dahalu. Meninggalkan Geo yang menggeram kesal telah kalah lagi.


Alion dengan santainya turun dari motornya dan menghampiri Geo yang baru melewati garis finish, dengan seringainya Alion menunjukkan siapa pemenangnya.

__ADS_1


"Jangan lupakan taruhanmu," kata Alion.


Teman-teman Alion pun menghampiri Alion mengetahui dia telah menang. Dengan postur kemenangan memprofokasi kelompok Geo.


"Haha, sering-sering lah kau menantang kita," ejek Agas.


"Benar motor mu sudah jadi milik kita, mungkin lain kali kau bisa bertaruh dengan mobilmu," kata Alvano sambil mengambil motor hasil taruhan.


"Kalian keterlaluan, lebih baik jika langsung saja kau berikan mobilmu agar tak terlalu malu karena kalah lagi," canda Alvaro. Mendengar hal itu langsung saja mengundang tawa semua orang. Alion bahkan ikut terkekeh mendengar leluconnya.


Geo yang mendengar ejekan mereka tak bisa berbuat apapun. Meski tempat balapan ini ilegal ada bos bawah tanah yang melindunginya. Dan mereka tak suka ada keributan disini. Dengan marah Geo hanya bisa meninggalkan tempat itu. Sembari memikirkan rencana balas dendam.


****


Sepeninggal kelompok Geo, Alion dan teman-temannya tak langsung meninggalkan tempat itu. Beberapa anggota Zero akan ikut balapan juga. Karena itu Alion pun tetap disini menemani mereka.


Sambil meminum bir ditangannya Alion memperhatikan teman-temannya yang sedang balapan.


Tiba-tiba alion melihat sosok familiar. Mata Alion menyipit tajam.


Ya gadis itu adalah Lily. Lily yang awalnya hanya ingin pergi ke mall untuk mencari barang. Diseret oleh kedua temannya ke tempat ini. Mereka berdua bilang ingin mengajaknya bermain ke tempat yang seru. Lily fikir mungkin akan ke taman hiburan atau alun-alun kota.


Tetapi yang tidak Lily duga mereka malah mengajak Lily ke tempat balapan liar. Awalnya lily sedikit tak terbiasa. Namun setelah memperhatikan keseruan disini, Lily menjadi sangat tertarik. Dengan mata penasaran Lily mempehatikan sekelilingnya.


Dan saat itulah Lily bertemu tatapan tajam Alion. "Bukankah itu, Lio," batin Lily. Melupakan kedua temannya dengan semangat Lily ingin menghampiri Alion.


"Lio, apa yang sedang kamu lakukan disini," tanya Lily dengan senyuman.


Alion yang tadinya ingin marah melihat senyum Lily hanya bisa mendesah tak berdaya.


"Hanya bermain, jangan datang ke tempat berbahaya seperti ini lagi. Tidak masalah jika aku ada. Lain kali jika kamu ingin datang aku akan membawamu kesini," kata Alion dengan suara rendah.


Anggota Zero yang sedari tadi memperhatikan benar-benar terkejud. Mereka fikir gadis itu adalah salah Fans Alion dan nantinya akan diusir seperti biasa. Tapi bukannya diusir bahkan Alion menawarkan untuk membawanya kesini lagi lain kali.


Alion bahkan terang terangan melarang mereka membawa seorang gadis jika ada Alion disana. tapi sekarang Alion tiba-tiba dekat dengan seorang gadis. "Siapa gadiis ini?" batin semua orang.


"Lily, huh-huh-huh kau ini jangan lari tiba-tiba begitu," kata Febi menghampiri Lily.

__ADS_1


Melihat Lily tak ada di samping mereka. Febi dan Rena langsung bergegas mencarinya takut sesuatu terjadi. Ini bukanlah tempat yang baik untuk gadis sepolos Lily.


"Ya Lily kau ini- ah, Alion!" kata Rena terkejud. Febi yang mendengar juga akhirnya tersadar bahwa ada Alion disana.


"Maaf teman-teman aku tidak bermaksud membuat kalian khawatir," kata Lily tulus.


"Ah, ya tidak apa-apa," jawab rena gelagapan. Tatapan tajam Alion membuat Rena sedikit takut. Berbeda dengan Rena, Febi yang biasa berkumpul dengan pria sedikit berani.


"Apa kau akan ikut balapan juga," tanya Febi menatap Alion.


Alion yang ditanya tak memerdulikannya dan malah asik memainkan rambut Lily. Sebenarnya tanpa melihat aalion tahu pertanyaan itu untuknya tapi dia tak perduli. Dia tak mengusir kedua gadis ini hanya karena mereka adalah teman gadisnya.


Melihat situasi sedikit canggung Lily pun angkat bicara.


"Lio, temanku bertanya padamu," kata Lily pelan.


"Hmm, apa?" kata alion santai.


Dia malah bertanya pada Lily dan bukannya pada Febi. Lily yang memang dasarnya tak berfikir buruk hanya berfikir Alion benar-benar tak tahu.


"Apa kamu akan iku balapan juga," kata Lily mengulangi pertanyaan temannya.


"Tidak," jawab Alion singkat. Lagi pula Alion jujur dia memang tidak akan balapan lagi, cukup sekali melawan Geo tadi.


"Sayang sekali kita tak bisa melihat kamu balapan malam ini Alion. Aku pernah melihat kau sangat keren saat balapan sebelumnya. Kapan kamu akan balapan lagi. Kita akan datang menontonnya," kata Febi lagi.


Sepertinya dia lupa bahwa Alion mengabaikannya tadi. Seperti Lily, Febi juga menganggap Alion tak tahu jika pertanyaan nya tadi untuknya. Jadi dia dengan percaya dirinya mencoba mengakrabkan diri.


Rena yang sedari tadi diam pun mulai merasa aneh. Tidak biasanya Febi seperti ini, mereka tak mengenal Alion. Mereka berdua kemari hanya karna mencari Lily. Sudah jelas Alion dan Lily terlihat akrab. Walaupun Rena tak tahu jelas apa hubungan mereka.


Tapi Rena bisa merasakan bahwa Alion menjaga jarak darinya dan Febi. Alion hanya fokus pada Lily sejak tadi.


Melihat aura Alion yang terlihat gelap setelah perkataan Febi. Rena benar-benar merasakan situasi telah salah.


Dengan segera dia berpamitan pada Lily untuk pulang bersama Febi. Dan tidak lupa bertanya apa Lily akan pulang bersama dengannya. Tak mengindahkan Febi yang hendak protes. Melihat Lily enggan pulang dengan mereka, dengan segera Rena menarik Febi meninggalkan tempat itu.


Rena yakin Lily akan baik-baik saja bersama Alion disana. Yang tidak baik adalah apa niat Febi berlaku seperti itu pada Alion. Rena benar-benar harus menanyakannya pada temannya nanti. Rena berharap fikiran buruknya itu tidak benar.

__ADS_1


__ADS_2