Terlahir Kembali Untuk Lebih Mencintaimu

Terlahir Kembali Untuk Lebih Mencintaimu
BAB 41 KEADILAN (?)


__ADS_3

Flashback


"Baiklah, kalau begitu aku akan pergi. Besok pagi kita akan berangkat bersama, ingat kau harus menjemputku, dahh beby,” kata gadis itu puas.


Arumi meninggalkan Zidan, sembari menahan gemetar di tangan ya. Sebenarnya dia sedikit ketakutan saat menghadapi Zidan.


Dia begitu takut Zidan akan mencurigai sesuatu yang salah darinya. Untungnya Zidan sepertinya terganggu dengan fikiran mengenai Angel.


Pria itu mengatakan hal benar, dia tak bisa langsung mengancam Zidan, melainkan mengalihkannya dengan suatu hal lain dulu, agar Zidan tak begitu fokus padanya.


Arumi tahu dia telah melangkah semakin jauh dengan melakukan ini. Tapi dia harus melakukannya jika masih ingin hidup.


"Hallo."


"Aku telah melakukannya, Zidan telah setuju, hanya masalah waktu untuk aku bisa masuk ke Zero."


"Apa yang harus aku lakukan selanjutnya."


"Aku mengerti. Tapi, kau harus berjanji padaku akan melindungiku setelah semua ini."


Tutt Tuttt Tutt


Arumi menatap takut pada sebuah nama di ponselnya, dia tahu ini tak akan berakhir baik baginya. Pria itu bukanlah orang biasa, dia telah menghasut Geo dan bahkan Febi sahabat Lily.


Mengahancurkannya adalah hal mudah bagi pria itu. Untuk itu dibandingkan hanya diam untuk kehilangan nyawa. Arumi benar-benar rela menjual dirinya demi bertahan hidup. Meski dia harus berbuat jahat sekalipun.


"Maaf, Zayy. Sepertinya kita benar benar tak memiliki kesempatan bersama." gumam Arumi pelan.


****


Waktu pulang sekolah.


Seperti hari biasa Lily dan Alion akan pulang bersama. Namun, saat akan pulang Alion dipanggil oleh guru. Jadi, tinggal Lily sendiri di parkiran menunggu kedatangan Alion. Sejak tadi Lily begitu fokus dengan ponselnya. Lily tengah membalas pesan dari temannya.


...Room chat...


Angel


Apa aku salah, Ly. Dulu aku memang buruk, tapi ak benar-benar ingin berubah.


Angel


Tapi, kenapa Zidan begitu padaku. Kata-katanya begitu menyakitkan.


^^^Lily^^^


^^^Tidak, kamu tidak salah.^^^


^^^Lily^^^


^^^Zidan lah yang telah salah padamu. Tak seharusnya dia mengatakan kata kata begitu.^^^


^^^Lily^^^


^^^Setiap orang memiliki masalalu, dan tak ada siapapun yang berhak menilai, karena mereka tak tahu apapun mengenai dirimu.^^^


^^^Lily^^^


^^^Dan lagi, kamu telah berubah. Itu hal yang sangat luar biasa, tidak semua orang bisa seperti kamu. Jadi, jangan dengarkan Zidan, aku mendukungmu.^^^


Angel

__ADS_1


Terima kasih, Ly. Aku benar-benar ingin berubah menjadi baik dan itu bukan karena Zidan.


Angel


Memiliki perasaan padanya benar-benar bukan rencanaku.


^^^Lily^^^


^^^Aku mengerti, memang siapa yang bisa mengendalikan hati seseorang untuk mencintai.^^^


^^^Lily^^^


^^^Jika kamu butuh teman, aku siap untuk menemanimu.^^^


Angel


Apakah tak masalah. Apa Alion tak akan marah padamu nanti?


Tentu saja Alion tak akan marah padanya, Lily lah yang malah kesal dengan Zidan saat ini.


Jika ingin bersama dengan gadis lain, harusnya pria itu tak perlu mengatakan hal buruk pada Angel.


Apakah masuk akal Zidan mengatakan hal buruk seperti itu. Alion pasti akan mendukungnya jika Lily menceritakan yang telah temannya lakukan itu.


Belum sempat Lily membalas pesan dari angel. Dia telah dikejudkan dengan kehadiran seseorang.


"Apa yang kau lakukan disini." kata Lily kasar.


Lily menatap tajam pria dihadapannya, apa yang Geo inginkan dengan datang ke sini. Dia tahu dengan jelas bahwa Geo lah dalang dibalik semua ini.


Meski Lily masih mencurigai sesuatu yang lain, tetap saja Geo lah yang memerintahkan kedua orang itu untuk menyerang Alion.


Geo sebenarnya tak ingin merendahkan dirinya, apalagi di depan gadis milik Alion. Namun, untuk kali ini dia harus melakukannya, jika tidak dia akan masuk penjara.


Saat ini semua kesombongan yang Geo miliki benar benar hilang. Terlihat dari nadanya yang rendah saat berbicara dengan Lily.


Lily merasa was-was di dalam hatinya, saat ini Alion tak tahu kapan akan kembali, sekolah telah lama sepi. Hanya tinggal beberapa orang yang tinggal karena ikut eskul.


Tapi jarak mereka dengan Lily cukup jauh, jika terjadi sesuatu tak akan ada yang menyadari. Kecuali dia berteriak, namun itupun tak bisa menjamin mereka akan segera sampai ke tempatnya.


Lily tak tahu apa yang akan Geo bicarakan padanya, dia tak ingin tergesa gesa dalam mengambil keputusan.


Meski di dalam hati nya panik, Lily tak menunjukkannya, mengeraskan raut wajahnya, suara Lily menjadi semakin dingin.


"Katakan," kata Lily tajam.


Mendengar kata kata Lily, Geo menghelas nafas lega, dan tersenyum pada Lily mulai menjelaskan maksudnya.


"Begini Ly, tentang kejadian malam itu, aku hanya ingin menakut nakuti Alion saja. Tapi entah bagaimana kedua pria itu malah melukai kalian dan bahkan menjebakku. Alion telah salah paham padaku karena dua orang itu, padahal sebelumnya kita adalah teman. Aku bahkan sempat memberikan motorku padanya." kata Geo berbohong.


Lily menatap kesal mendengar omong kosong Geo, dia tak berbicara, dan mengerutkan kening berfikir panjang. Da harus segara mencari cara untuk lepas dari Geo.


Geo yang melihat lily hanya diam, menganggab bahwa dia mudah dibodohi, dan semakin gencar mengatakan kebohongan, sampai di poin terakhir, Geo pun menyatakan tujuannya.


"Bisakah kamu meminta Alion mencabut gugatannya?" kata Geo secara langsung.


Lily tak memikirkan apapun lagi, dan dengan sengaja berpura pura setuju dengan permintaan Geo.


"Nanti aku akan berbicara pada Alion. Sekarang aku akan pergi," kata Lily tergesa-gesa.


Geo semakin senang, dia tiba-tiba merasa percaya diri, bahwa Lily menyukainya, itulah mengapa dengan mudah gadis itu begitu setuju dengan kata-kata katanya.

__ADS_1


Sepertinya dia telah lupa mengenai kejadian terakhir kali mereka bertemu, tulang nya hampir patah, dan harus dirawat dirumah sakit beberapa bulan. Entah bagaimana Geo malah mulai menggoda Lily.


"Benarkah, kalau begitu aku percaya padamu. Kemana kamu pergi, bagaimana jika aku yang mengantar mu," kata Geo menggoda.


Lily menatap jijik ke arah Geo, melihat Alion yang berjalan ke arah nya, tanpa basa basi Lily berlari menuju Alion.


Alion baru saja selesai membahas perihal OSIS dengan gurunya. Semester 2 ini Alion akan mulai aktif menggantikan seniornya. Untuk itu akan diadakan pelantikan serah jabatan 2 minggu lagi.


Setelah berbicara panjang lebar mengenai hal itu. Alion bergegas menuju tempat Lily, takut gadisnya lama menunggu.


Namun, saat sampai dia malah dibuat marah dengan kehadiran Geo.


Alion mengulurkan tangan pada Lily yang menghampirinya, dia memeluk Lily dengan lembut, dan menghiburnya.


Lily begitu mungil dalam pelukan Alion, tingginya hanya sebatas dada Alion, dia terlihat begitu kurus dan kecil dibandingkan tubuh Alion yang besar.


****


Sidang diadakan pada hari senin, dengan bukti yang kuat, dan saksi yang ada. Geo tak bisa lagi berkilah dan dengan mudah dinyatakan sebagai tersangka.


Ayah Geo yang ingin mengajukan keringanan pun tak berhasil, damar danuarta sebagai pengacara dengan tajam membantah setiap argumen dari pihak Geo.


Rencana untuk menggunakan Lily pun telah gagal total, karena tepat saat Alion datang Geo langsung kabur dari sana, dan Lily tak akan mungkin mau berada di pihak Geo.


Karena Geo telah berusia 17 tahun dia sudah harus memikul tanggung jawab pidana. Pada akhirnya diputuskan Geo akan dipenjara selama 4 tahun.


Selain itu, pengacara Damar juga telah mengajukan beberapa tuntutan mengenai perusahaan ayah Geo.


Penggelapan uang serta tuduhan penganiayaan karyawan di laporkan, membuat peusahaan ayah Geo terancam bangkrut.


Dengan segala masalah yang terjadi, kehidupan Geo dipenjara dipastikan tidak akan mudah.


"Apa kau benar benar akan melakukannya. Menjadi seorang narapidana dengan keluarga yang bangkrut sudah cukup mempersulit nya," tanya Damar ragu-ragu.


"Apa kau mulai kasihan padanya," jawab Alion acuh.


"Aku hanya berfikir, bagaimanapun dia masih muda," balas Damar lembut.


"Kau menjadi semakin lembut sekarang," kata Alion dingin.


Alion tahu maksud seniornya itu, tanpa dia melakukan apapun, masa depan Geo sudah pasti hancur. Tetapi, siapa yang memberi jaminan bahwa segala macam keadilan akan selamanya murni tanpa condong ke arah manapun.


Hanya masalah waktu bagi perusahaan ayah Geo untuk bangkit. Saat itu terjadi, siapa yang bisa memastikan hati manusia akan berubah menjadi baik hanya karna kita memberi belas kasih. Dan bukannya malah menyimpan dendam. Alion tak ingin mengambil resiko apapun.


Jika kecelakaan terjadi malam itu, nyawa Lily mungkin saja hilang, Alion benar-benar tak akan bisa memaafkan sang pelaku apapun alasannya.


"Baiklah, aku hanya berbasa basi saja," kata Damar tersenyum.


"Tak perlu menindak lanjuti, aku yang akan mengurus sisanya," balas Alion.


Setelah mengatakan hal itu, Alion berdiri dan meninggalkan ruangan.


Damar terkekeh kecil setelah melihat kepergiannya, dia hanya ingin menguji apakah Alion telah berubah menjadi lembut, mengingat bagaimana interaksinya dengan Lily sebelumnya. Rupanya Alion masihlah sama seperti yang dia ketahui.


Zero hanyalah kedok bagi mereka berdua selama ini, dibelakang itu semua Damar tahu dengan jelas bagaimana kita sama-sama menyiman sebuah rahasia gelap.


Damar ingat pertama kali mereka berdua bertemu dalam acara yang Zero adakan. Saat itu Alion baru saja mengalahkan zayyan dan di angkat menjadi pemimpin Zero yang baru.


Awalnya Damar berfikir dia hanya bocah yang menginginkan sebuah kekuasaan, kesenangan, dan pengakuan sebagai yang terbaik.


Namun, yang tak pernah dia sangka adalah saat pertemuan kedua, segala fikiran nya terbantahkan.

__ADS_1


Karena memiliki sebuah rahasia yang sama, akhirnya mereka berdua menjadi semakin dekat. Satu sama lain saling menjaga tanpa berniat untuk menyakiti.


__ADS_2