
Meninggalkan Lily yang sedang menjalani pemeriksaan.
Di depan ruangan Lily, telah berkumpul teman-teman Alion. Mereka menunggu dengan sabar Untuk mendengar kejadian yang sebenarnya dari Alion.
Setelah Alion dan Zayyan keluar dan meninggalkan Lily untuk diperiksa. Bersama teman-teman Alion, mereka mendiskusikan apa yang telah terjadi di hutan dan apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.
Alion mulai menjelaskan dengan jelas perihal apa yang telah dia dan Lily alami malam ini. Semua bukanlah kebetulan, ada seseorang yang merencanakan ini semua. Dimulai dari peta yang diubah dan dua orang yang menyerangnya.
"Itulah yang terjadi malam itu," akhir kata Alion.
Zayyan bukanlah orang yang bodoh. Meski awalnya dia marah pada Alion. Itu hanya kemarahan sesaat saat melihat adiknya terluka.
Setelah tenang, Zayyan bisa berikir dengan jernih bahwa ada orang dibalik ini semua. Dalang di balik ini semua lah yang harusnya Zayyan cari.
Dan untuk ini semua dia harus bekerja sama dengan Alion.
"Aku mengerti, masalah peta aku akan mencari tahu. Jika aku tahu ada anggota OSIS yang telah berkhianat aku sendiri yang akan turun tangan," kata Zayyan dengan marah.
"Hmm, aku serahkan padamu," kata Alion setuju.
Dengan mata gelab Alion melihat Zayyan pergi. Itu memang rencananya untuk menyerahkan masalah peta ada Zayyan. Meski Alion calon ketua OSIS, Zayyan lah yang paling mengenal anggota lama.
"Bos, lalu apa yang akan kita lakukan?" tanya Agas.
"Kita akan mencari dua orang itu," kata Agas dingin.
Pasti ada petunjuk mengenai dua orang itu, Alion cukup yakin. Mereka tak mungkin tiba-tiba muncul di udara. Hanya satu jalur untuk menuju hutan itu dan itu harus melewati desa gading.
Tak ada orang asing datang ke desa gading selain dari SMA X. Maka sudah pasti ada kemungkinan kedua orang telah menunggu sejak lama.
"Cari tahu siapa orang mencurigakan yang memasuki desa gading. Lalu cek kembali tempat aku dan orang itu berkelahi. Cari apapun di sekitar hutan, mereka pasti meninggalkan jejak," perintah Alion.
Alion yakin akan ada satu dua orang desa yang pernah melihat mereka. Pasti ada jejak yang akan ditinggalkan kedua orang itu.
Alion akan melakukan apapun meski harus mengobrak abrik seluruh hutan untuk menangkap pelaku yang telah melukai gadisnya.
Mendengar perintah dari Alion langsung saja mereka semua bergegas mencari petunjuk.
Zidan, Alvaro dan Pandu bertugas mencari petunjuk di hutan.
Sedangkan, Agas dan Alvano akan mencari informasi dari penduduk desa.
****
...Room chat...
Zayyan
Aku lupa memberi tahu.
Zayyan
Mungkin ini tidak berhubungan dengan apa yang terjadi pada kalian berdua.
Zayyan
Febi sempat meminta peta padaku malam sebelumnya.
^^^Alion^^^
^^^Siapa?^^^
Zayyan
Kau bercanda kan???
^^^Alion^^^
^^^?^^^
Zayyan
Ck, kau bahkan tak tahu nama sahabat Lily.
^^^Alion^^^
^^^Apa itu penting.^^^
__ADS_1
Zayyan
Sial, aku tak perduli padamu lagi.
Zayyan
Aku tak curiga padanya, tak mungkin dia berniat buruk pada Lily. Tapi entah kenapa aku hanya ingin mengatakannya.
^^^Alion^^^
^^^Terserah.^^^
^^^Alion^^^
^^^Aku mengerti, serahkan padaku.^^^
****
Sejak Lily selesai diperiksa, Alion lah yang menemaninya. Saat Lily bertanya dimana Kak Zay dan yang lainnya berada. Alion hanya berkata mereka sedang mengurus sesuatu.
Lily tak bertanya apa yang mereka kerjakan karena nampaknya Alion tak ingin memberitahunya. Dia hanya dengan patuh mengangguk dan tak bertanya lagi.
Karena bosan Lily memutuskan menonton tv dengan Alion yang menemaninya. Melihat Alion begitu sibuk dengan ponselnya sedari tadi.
Lily diam tak ingin mengganggunya, dan terus menonton dua bocah botak di tv. Namun, semakin lama raut muka Alion semakin buruk. Lily menjadi bertanya-tanya apakah sesuatu buruk telah terjadi.
"Lio, apakah ada masalah?” tanya Lily penasaran.
Mendengar pertanyaan Lily, dengan tenang Alion menaruh ponsel disakunya. Dan memusatkan seluruh perhatian kepada Lily.
"Tak ada, tak perlu dipikirkan," jawab Alion.
Membaca pesan dari calon kakak iparnya, membuat Alion berfikir dalam.
Dia ingat dua sahabat gadisnya. Sebelumnya Alion tak ingin mencari tahu mengenai mereka, mengingat mereka begitu dekat dengan Lily.
Tapi jika mereka berdua ada hubungannya dengan kejadian malam ini. Tentu saja Alion tak akan tinggal diam begitu saja.
Tentu saja Lily tak percaya dengan jawaban Alion. Dia tak tahu apa masalahnya tapi pasti ada yang Alion sembunyikan darinya. Mengingat kakaknya bahkan pergi meninggalkannya. Pasti mereka menyembunyikan sesuatu di belakang nya.
"Hum, tak ingin memberi tahu nya. Lihat bagaimana dia memberi Lio pelajaran," batin Lily.
"Tapi raut mukamu buruk sejak tadi. Apa kamu bosan menemaniku disini. Lalu kamu bisa pergi, aku akan tidur saja," kata Lily pura-pura sedih.
Melihat tingkah Lily bagaimana Alion tak mengerti. Dengan tenang Alion menuruti permainannya.
"Bagaimana mungkin aku bosan menemani kesayanganku. Tak masalah bahkan jika aku harus menonton dua botak yang tak besar besar ini," kata Alion terseyum hangat.
Mendengar kata sayang dari mulut alion membuat pipi Lily memerah seperti kepiting rebus.
"sa-saa-sayang, sia-pa maksud mu?" tanya Lily terbata-bata.
Lily tahu maksud Alion, lagi pula hanya ada mereka berdua disini. Alion terus mengatakan kata-kata manis sejak dirinya sadar.
Lily fikir mungkin dia salah dengar karena efek obat bius. Tapi sekarang mendengarnya secara jelas membuat Lily malu.
Lily yang malu-malu membuat Alion gemas. Sudah lama Alion terus memanggilnya sayang dan dia baru menyadarinya saat ini. mengapa gadisnya begitu imut dan manis secara bersamaan.
"Siapa lagi kesayanganku jika bukan kamu, hmm," jawab Alion lembut.
Mendengar jawaban Alion membuat jantung Lily berdetak semakin kencang. Meski mereka sudah memiliki Kesepakatan tentang perasaan masing-masing. Tetap saja Lily tak terbiasa dengan kata-kata manis Alion.
Selama ini pria itu hanya memperlakukannya baik saja, tak pernah ada kata kata cinta dari mulutnya.
"Huh, bermulut manis," gumam Lily lirih.
Alion yang mendengar gumaman Lily terkekeh kecil.
Alion tahu perkataan nya sedikit tak biasa. Namun, Alion tak ingin menundanya lebih lama. Dia tak ingin menyesal nantinya.
****
Hutan tempat kejadian.
"Tak ada apapun disini selain balok kayu yang diceritakan Alion dan tetesan darah di tanah,"
"Kita akan menyimpannya, kita bisa mencari lewat DNA serta sidik jari yang ada nanti."
__ADS_1
"Hmm, kita periksa tempat lain."
"Ayo pergi."
Desa Gading.
"Apa kakek yakin tak melihat orang aneh di sekitar desa selain kami."
"Tidak nak, kakek hanya melihat kalian datang ke desa ini."
"Baik, terima kasih infonya kek."
"Bagaimana? Apa kita akan terus bertanya."
"Ya, aku akan bertanya ke arah sana. Kau bertanyalah ke arah sebaliknya."
Dst....
Di tempat kemah.
Kecelakaan yang terjadi pada Lily dan Alion membuat semua orang ketakutan. Dan membuat mereka semua memaksa untuk segera dipulangkan. Satu persatu anak mulai membuat keributan yang membuat anggota OSIS kewalahan.
Zayyan yang barus saja dari rumah sakit pun turun tangan. Dan berusaha menjelaskan kepada semua orang bahwa pihak sekolah akan memastikan mereka aman.
Mungkin karena kepercayaan semua orang pada Zayyan, mereka dengan cepat di tenangkan.
Saat ini hampir tengah malam, mereka tak mungkin kembali. Jadi, untuk memastikan tak ada yang terluka lagi. Setelah keributan yang terjadi, pihak sekolah segera membawa semua orang untuk mengungsi di desa Gading.
"Jadi, tak ada yang mengaku?" tanya Zayyan dingin.
Awalnya Zayyan tak ingin percaya bahwa ada anggota OSIS yang berkhianat. Tapi mengingat kata kata Alion bahwa tak ada yang bisa menyentuh peta selain anggota OSIS.
Membuat Zayyan membenci dirinya sendiri telah buta selama ini. Melihat satu persatu anggota OSIS yang sangat dikenalnya. Dan mengingat keadaan Lily yang penuh darah.
Dengan kasar dia berkata, "Baik, teruslah tak bicara. Aku akan mencari tahu sendiri. Siapapun yang telah ikut andil dalam meluki adikku. Aku akan memberikan balasan ribuan kali lebih buruk dari apa yang telah adikku terima."
Mendengar kemarahan Zayyan semua orang hanya menunduk takut.
"Zay, tenanglah. Mungkin saja ini salah paham. Tak mungkin ada anggota OSIS yang berkhianat. Kamu mengenal kami bukan," kata Arumi mencoba menenangkan.
"Hah, benarkah. Aku harap begitu," cibir Zayyan. Dengan langkah cepat dia meninggalkan tempat itu. Untuk mencari petunjuk di tempat lain.
****
...Room chat...
Unknown
Apa yang terjadi bagaimana Lily bisa terluka?
^^^??^^^
^^^Aku tak tahu.^^^
Unknown
Kau menjebakku, bukan ini rencananya.
Unknown
Aku hanya ingin mereka berdua tersesat bukan berakhir terluka seperti ini.
^^^??^^^
^^^Jangan bersikap suci, kau harusnya tahu resiko saat merencanakan hal ini.^^^
^^^??^^^
^^^Siapapun bisa terluka.^^^
^^^??^^^
^^^Tapi bukan aku yang melakukannya. Ada orang lain yang mengincar mereka.^^^
Unknown
Apa maksudmu??
__ADS_1
Unknown
Hey jawab!!