Terlahir Kembali Untuk Lebih Mencintaimu

Terlahir Kembali Untuk Lebih Mencintaimu
BAB 7 PERUNDUNGAN


__ADS_3

Setelah kejadian Alion mengantarnya pulang, Lily tidak melihatnya lagi. Terhitung tiga hari pria itu tidak masuk sekolah. Entah apa yang ia lakukan, keterangan absen pun Alpha.


Sepertinya memang ini sudah biasa terjadi. Terlihat dari guru-guru yang tidak terlalu perduli, mereka tidak bertanya apapun perihal ketidak hadiran Alion.


Ngomong-ngomong Lily berbeda kelas dengan Rena dan Febi. Di kehidupan sebelumnya ia tak terlalu akrab dengan teman sekelas nya ini. Karena memang saat hari pertama MOS, Lily sempat terkena demam. Sehingga pada saat temannya sudah saling mengenal, dia sendiri masih asing dengan mereka.


Waktu istirahat pun biasanya ia langsung berkumpul dengan Rena dan Febi. Sedangkan, saat dikelas ia hanya fokuskan diri untuk belajar. Teman sekelasnya yang ingin dekat dengan nya pun sulit, karena sifatnya yang pendiam. Sehingga selama tiga tahun ia di SMA, dia benar-benar tak dekat dengan siapapun.


Dikehidupan ini Lily ingin mencoba akrab dengan mereka. Jujur saja mereka tak pernah jahat padanya dulu. Jadi, saat kelas baru saja usai, Lily memutuskan untuk tinggal di kelas. Ia sudah mengirim pesan ke kedua temannya sehingga mereka tidak akan mencarinya.


Terlihat teman sebangkunya dan teman lainnya asik mengobrol. Lily pun menghampiri mereka hendak bergabung.


"Boleh aku bergabung?" tanya Lily lembut.


"Ah Lily, tentu saja. Kemarilah kamu bisa duduk disini," kata salah satu gadis disana.


"Emh, terima kasih," Lily duduk di salah satu kursi. Matanya memandang ke arah mereka dengan bibir tersenyum tipis.


"Tidak perlu sungkan bukankah kita teman, ngomong-ngomong namaku Fika. Disebelahmu itu Risya, yang ini Meli, dan Selli teman sebangkumu kau pasti tau," kata Fika semangat.


"Emh, ya salam kenal semuanya," ucap lily dengan senyuman.


Obrolan pun mengalir lancar mereka berempat juga membantu Lily mengenal teman sekelas lainnya. Lily tak menyangka akan semudah itu mereka menerimanya.


Rupanya akrab dengan teman sekelas tak seburuk itu. Mereka pun mengobrol hingga bel masuk berbunyi dan memutuskan untuk kekantin bersama di istirahat kedua.


Saat Lily baru saja membereskan buku setelah usai pelajaran. Ada teman sekelasnya yang menggilnya


"Lily, ada yang mencarimu di depan," kata temannya itu.


Lily pun beranjak ke depan kelas. Dia melihat empat orang gadis disana. Tak satupun dari mereka yang Lily kenal. Lily merasa aneh kenapa mereka mencarinya. "Ya, kalian mencariku. Ada perlu apa?"


"Jadi ini gadis itu. Huh, dia biasa saja," kata seorang dari mereka.


"Benar apa kau tak salah kelas, Sel," balas teman yang lain.

__ADS_1


"Tidak benar kok disini," balas gadis yang dipanggil Sel.


Lily mulai tak sabar dan memilih meninggalkan sekelompok gadis itu.


"Baiklah kalian bisa lanjutkan urusan kalian. Aku akan pergi."


"Tunggu. Ada yang ingin kutanyakan," kata seorang gadis.


Lily menoleh terlihat gadis yang sedari tadi diam itu mulai bicara. Lily sudah menduga gadis ini adalah pemimpin ketiga gadis itu. Hanya saja Lily benar-benar sedang tidak mood meladeni omong kosong mereka. Lily hanya ingin memancing dia bicara dan untungnya berhasil. Dengan tenang Lily berkata, "Apa yang ingin kau tanyakan."


"Benar kau memaksa Alion mengantar mu pulang kemarin?’’ tanya gadis itu.


Lily mengernyitkan dahi, lalu berkata dengan acuh, "Aku bahkan tidak mengenal kalian lalu kenapa aku harus menjawab."


Lily tak menyangka gadis ini akan menanyakan perihal kejadian 3 hari yang lalu. Seingatnya saat itu sekolah sudah sepi. Lalu dari mana gadis ini tau. Dan apa katanya tadi memaksa, heh lucu sekali, apa dia sedang di bully.


"Kau berani sekali pada kami. Kau tidak tau siapa kita," kata gadis lainya.


"Diam, namaku Angel. Yang ini Selin, Anna, dan Desi. Salam kenal, jadi bisa kau jawab pertanyaanku," Angel lebih tenang dibandingkan teman-teman nya. Dia disini bukan untuk mencari masalah. Tapi untuk memastikan kebenarannya. Tentang apa yang akan dia lakukan jika hal itu benar. Maka itu menjadi urusan nanti.


Lily tak berbohong memang Alion yang memaksa untuk mengantarnya. Dia bukannya berniat untuk menyombongkan diri.


"Tidak mungkin!?" ujar Angel tak percaya.


"Kau pasti berbohong, Angel jangan percaya padanya," kata Desi menuduh.


"Terserah jika kalian tak percaya. Itu bukan urusanku. Aku pergi," ucap Lily.


"Hey, kau tidak bisa pergi, kau harus menjelaskan dulu pada Angel," kata Selin menahan tangan Lily.


"Lepas!! Aku sudah mengatakan semuanya. Urusan kalian percaya atau tidak padaku," kata Lily dingin.


Keadaan makin tegang mereka mengelilingin Lily tak membiarkannya pergi. Terlihat tangan Lily yang di pegang Selin memerah. Kulit Lily memang sensitif, sedikit tekanan sudah meninggalkan bekas. Saat Alion biasa menarik tangannya saja pria itu tak memberi banyak kekuatan.


Apalagi genggaman Selin yang sangat erat dengan kuku tajam yang menggores permukaan kulit Lily.

__ADS_1


Teman sekelas Lily pun tau Lily dalam kesulitan mereka pun hendak membantu. Tapi, didahului Alion yang tiba-tiba saja sudah ada di samping Lily.


"Lepaskan!!" ucap Alion dingin.


Selin yang dibentak Alion pun ketakutan dan melepas kan genggamannya.


Alion menarik Lily mendekat ke arahnya. Ia terlihat sangat marah melihat gadisnya diganggu. Matanya tajam dengan aura menyeramkan menatap keempat gadis itu.


"Alion kenapa kamu bisa disini, ini tidak seperti yang kamu fikirkan," kata Angel gemetaran.


"Ya, benar kita hanya berbincang saja kok," jelas Desi mendukung Angel.


"Berani sekali kalian menyakitinya. Kalian fikir kalian siapa, hah," bentak Alion kejam.


"Alion aku tidak...."


Angel ingin membela diri, namun dia terlalu takut, dia pun mulai menangis. Tapi, Alion benar-benar tidak memperdulikannya. "Pergi dari sini."


"Alion...." Angel tak bisa menyelesaikan kata-katanya karena temannya sudah menyeretnya pergi dari sana. Mereka ketakutan akan aura Alion yang menyeramkan.


Yahh, Alion memang sangat menyeramkan saat marah. Lily bahkan baru melihatnya marah sekarang. Di kehidupan sebelumnya pun tak pernah sekalipun Lily melihatnya seperti ini.


Alion benar benar kesal, ia sudah tiga hari tidak masuk sekolah karna sibuk dengan Zero. Dan saat selesai ia ingin segera menemui gadisnya. Tapi ia malah mendengar ada yang merundung Lily. Jika saja mereka bukan perempuan, Alion benar-benar ingin memukulnya.


Alion melihat tangan Lily yang memerah. Ia memeganggnya hendak melihat luka itu.


"Aw, sakit Lio," Lily kesakitan saat alion menyentuh tangannya.


"Maaf, aku terlambat. Aku tidak akan membiarkan ini terjadi lagi," kata Alion dengan lembut.


"Tidak apa-apa ini hanya luka kecil, Lio. Ini bukan salahmu," kata Lily menenangkan.


Alion tak memasukkan dalam hati perkataan gadis itu. Ia hanya menggegamnya lembut dan menariknya menuju ke UKS untuk mengobati luka gadis itu.


Hati gadis itu terlalu lembut dengn mudah gadis itu bisa memaafkan. Tapi berbeda dengan Alion, dia tak akan segan segan membalas dendam pada siapa saja yang mengganggunya. Apa lagi mengganggu gadisnya.

__ADS_1


Alion pastikan orang itu akan menyesal. Alion memang tak akan memukul perempuan tapi masih banyak cara untuk membalas mereka. Tapi ia tak perlu memberi tahu gadisnya. Alion hanya akan memastikan gadis itu tetap murni dan biar dia yang menjadi iblis untuk melindunginya.


__ADS_2