Terlahir Kembali Untuk Lebih Mencintaimu

Terlahir Kembali Untuk Lebih Mencintaimu
BAB 15 CEMBURU (2)


__ADS_3

"Alion, untuk pertandingan ulang nanti kamu dan tim mu yang akan maju. Gevan dan tim tak bisa karena sedang terluka," kata guru olahraga.


Dia merasa kecewa telah percaya pada Gevan. Pergi ke Bar dan berakhir dipukuli karena memprovokasi seseorang bukanlah tindakan siswa baik. Sebagai guru dia merasa malu.


Memikirkan apa yang telah ia lakukan pada Alion dan teman-temannya dia merasa sedikit bersalah. Akhirnya dia hanya bisa minta maaf atas tindakannya pada Alion dan teman-temannya.


"Guru minta maaf atas apa yang terjadi kemarin. Guru telah salah paham pada kalian."


"Kami tak memasukkan dalam hati, bapak tenang saja," kata Alvaro.


"Baguslah, kalian memang anak baik. Kalau begitu kalian bisa lanjut berlatih," kata guru olahraga.


"Siap, pak," seru mereka serempak.


Sepeninggal guru olahraga, Agas yang sedari tadi menahan tawa. Mulai tertawa terbahak-bahak.


"Kau ini...jika guru mendengar tawamu dia akan kembali," tegur Alvaro.


"Biarkan saja," kata Zidan. Mendengar perkataan Zidan, Agas yang sedari tertawa pun seketika terdiam.


"Aku tak salah dengar kan Zidan membelaku," ucap Agas dengan mata melotot.


"Hmm, kau sudah bekerja keras semalam," kata Alion.


"Ah, bos aku jadi tidak terbiasa dipuji begini," kata Agas sok malu-malu.


Rencana Alion kemarin adalah memancing Gevan dan tim nya pergi ke Bar dan kemudian membuat mereka terlibat dengan perkelahian.


Jadi, Harus mereka semua akui tanpa Agas rencana mereka untuk balas dendam tak akan berhasil. Agas sampai menyamar jadi wanita untuk menggoda mereka ke Bar. Untuk itu, semua orang hanya membiarkan Agas, sekali-sekali biarlah pria itu senang.


****


Cuaca siang itu panas, kelas Lily kebetulan adalah kelas olahraga. Jadi, mereka semua harus turun ke lapangan. Kelas pendidikan jasmani di kelas satu tidak terlalu ketat.

__ADS_1


Biasanya guru hanya akan memberi satu materi lalu mengajarkanya di pertemuan pertama. Kemudian, di pertemuan selanjutnya kami bisa memilih untuk berlatih atau tidak asal saat penilaian bisa menguasainya. Sedangkan, penilaian diadakan setiap akhir bulan, jadi memang kita cukup santai.


Lily turun kelapangan bersama dengan teman sebangkunya. Saat tiba dia melihat Alion dan teman-temannya sudah ada disana. Sepertinya mereka sedang berlatih basket. Lily mendengar dari Rena dan Febi pertandingan kemarin tak jadi karena kerusuhan. Dan Alion kemungkinan tidak jadi bertanding.


Lily memang tak jadi ikut menonton dengan teman-temannya. Jadi, dia tak tahu apa yang terjadi. Dia hendak bertanya pada Alion tapi takut jika itu hal yang sensitif. Jadi, Lily tak berniat membahasnya. Tapi, melihat mereka masih berlatih sepertinya semua baik-baik saja.


Melihat Alion menoleh ke arahnya Lily pun tersenyum hendak menyapa. Saat Lily hendak melambai pada pria itu. Baru saja akan mengangkat tangan Alion tiba-tiba memalingkan muka.


"Apa yang terjadi, bukankah kami baik-baik saja kemarin. Kenapa tiba-tiba dia memalingkan muka saat aku akan menyapa. Apakah aku berbuat salah," batin Lily dalam hati. Dia mulai tidak mengerti jalan fikiran pria itu.


Melihat Lily hanya terdiam tak bergabung dalam obrolan. Selli pun angkat bicara,


"Kamu lihat apa sih, Ly? Ohh Alion dan teman-temannya," ucap Selli menggangguk mengerti. Mendengar kata-kata Selly yang lainnya pun menoleh ke arah Selli.


"Wahh, kau juga menyukai pria itu rupanya," goda Fika.


"Tidak aku hanya penasaran, bukankah kabarnya Alion dan temannya tak jadi bertanding," kata Lily mengelak.


"Ohh kalian tak tahu. Kabarnya tim senior membuat keributan di Bar. Mereka bertengkar karena berebut seorang gadis. Pihak sekolah sampai dipanggil semalam, agar mereka bisa dipulangkan dari kantor polisi," jelas Fika.


Fika memanglah putri dari kepala sekolah. Jadi tak heran jika dia tahu informasi sedetai itu.


"Benarkah, itu sangat mengejudkan. Tak kusangka idolaku kak Gevan ternyata seperti itu," kata Selli tak percaya.


"Kak Gevan??" gumam Lily dengan dahi mengkerut. Bukankah itu patnernya untuk lomba lukis. Jadi rupanya dia ketua basket.


"Ada apa Ly, Kau kenal kak gevan?" tanya Fika yang mendengar gumaman Lily.


"Ya, dia patner ku untuk lomba melukis," jawab Lily membenarkan.


"Wahh, benarkah. Kau juga bisa melukis, Ly. Ah, sepertinya aku harus mengganti idola. Sebelumnya aku suka kak Gevan karna dia melukis dengan baik. Tapi, melihat ternyata dia berperilaku buruk. Aku hanya akan mengganti idola. Aku akan menjadi fans mu yang nomor satu mulai sekarang," celoteh Selli semangat.


Fika dan Lily yang mendengar celotehan Selli hanya tertawa. Lily tahu temannya berniat baik mendukungnya. Dia senang telah mengambil langkah untuk dekat dengan mereka.

__ADS_1


****


Alion tahu Lily berniat menyapanya tadi. Tapi, mengingat kejadian kemarin membuat suasana hati Alion memburuk. Dan merasa cemburu Lily akrab dengan pria lain jadi dia langsung memalingkan muka. Alion berniat mengabaikannya untuk memberi pelajaran pada gadis itu.


Tetapi memikirkan bagaimana jika Lily marah karena dia abaikan dan tak mau bicara lagi padanya. Langsung saja Alion menoleh kembali pada Lily.


Alion melihat Lily tertawa bersama teman-temannya. Sepertinya Lily tak peduli dengan reaksinya. Entah kenapa Alion jadi makin merasa kesal.


Agas yang sedari tadi memperhatikan perubahan raut Alion pun berniat menggodanya.


"Bukankah itu Lily. Apa bos tak ingin menghampirinya," kata Agas.


"Tidak," jawab Alion singkat. Dengan tenang dia berjalan melewati teman-temannya. Dan duduk di pinggir lapangan.


"Lily, ah siswi yang populer sejak awal masuk. Kufikir kalian dulu hanya bercanda rupanya bos memang dekat dengannya," kata Nando terkejud.


"Wahh, kau telah ketinggalan informasi. Mereka bahkan sudah makan bersama saat istirahat," kata Agas bergosib.


"Tak kusangka ada yang bisa meluluhkan hati bos kita. Aku dengar Lily akan ikut lomba melukis dengan kak Gevan bukan. Bos harus hati-hati jika senior kita itu membalas dendam," kata Nando memperingatkan.


"Lomba melukis apa maksudmu?" tanya Agas tak mengerti. Alion yang mendengar kata-kata Nando pun menaikkan alis bertanya.


"Kalian tak tahu rupanya. Di sekolah kita kan hanya ada sedikit orang yang pandai dalam seni, kak Gevan salah satunya. Hanya saja pasangan kak gevan sebelumnya sudah lulus. Nah Lily ternyata pernah menang waktu lomba tingkat SMP. Jadi dia akan berpasangan bersama dengan kak Gevan untuk lomba kali ini," jelas Nando.


"Hah! Bos pasti tahu kan, itu sebabnya dia membalas dendam kemarin. Agar pria itu tak membuat ulah pada Lily," tanya Agas menoleh pada Alion.


Sedangkan Alion yang ditanya hanya diam. Dia berdiri dan meninggalkan teman-temannya. Fikiran Alion berkelana memikirkan kejadian kemarin. Rupanya Lily akan mengikuti lomba dan Gevan adalah patner nya.


Jadi itu sebabnya mereka terlihat dekat kemarin.


Memikirkan tindakannya sendiri, Alion merasa bersalah. Alion telah salah paham pada gadisnya. Tentu saja kalau soal seniornya dia tak perduli. Dia pantas mendapatnya.


Tetapi Lily gadisnya yang manis dan polos telah ia tuduh sembarangan. Bahkan tadi Alion telah mengabaikan Lily. Alion benar-benar harus meminta maaf pada Lily.

__ADS_1


__ADS_2