Terlahir Kembali Untuk Lebih Mencintaimu

Terlahir Kembali Untuk Lebih Mencintaimu
BAB 49 HADIAH


__ADS_3

Meninggalkan pesta pernikahan yang meriah.


Di sebuah restorant, arumi kembali menemui zidan.


Terakhir kali bertemu, dia tak mendapatkan jawaban apapun dari zidan, pria itu begitu keras seperti batu. Arumi bahkan sudah mengancamnya akan memberitahu semuanya pada lily. Namun, zidan malah balik mengancamnya membuat arumi harus memikirkan cara lain.


Dia sengaja menemui lily kemarin, agar zidan ketakutan, dan benar saja pria itu langsung mengajak nya untuk bertemu. Akhirnya mereka membuat janji untuk bertemu di restorant malam ini.


Zidan baru saja tiba di tempat parkiran, netranya menatap tajam cafe di depannya. Jika bukan karena rencana mereka, dia benar benar malas menemui gadis merepotkan seperti arumi.


Memasukkan tangannya ke dalam saku celana, dia berjalan memasuki restaurant.


....


Ayu yang sudah semakin dekat dengan lily, sedikit enggan saat harus berpisah dengan calon menantunya itu. Namun, mengingat waktu semakin malam, dia hanya bisa berkata dengan nada sedikit kecewa.


"Ah, bibi sebenarnya masih ingin menghabiskan waktu dengan lily. Tapi sudah larut, lily harus pulang dan istirahat," kata ayu.


"Bibi tak perlu sedih, lain kali kan kita masih bisa bertemu," kata lily dengan senyum lembut.


"Hum, kamu sudah mengatakannya. Bibi akan menunggu kamu datang ke rumah," balas ayu senang.


"Iya bibi," balas lily ikut senang.


"Kalau begitu bibi dan paman pergi. Alion jaga baik baik lily," ucap ayu melambai pada keduanya.


Setelah kedua pasangan itu meninggalkan tempat itu. Lily menurunkan tangannya, kembali menoleh ke alion yang sejak tadi hanya diam.


"Kenapa lio hanya diam saja?" tanya lily sedikit penasaran.


Tidak hanya sekarang, tadi saat di dalam pun alion hanya diam, mungkinkah dia tak suka jika aku terlalu dekat dengan orang tuanya.


Ketika alion melihat dahi lily menyerngit, dia tahu betul pasti gadis ini memikirkan sesuatu yang buruk lagi. Dengan ringan alion mengangkat jarinya dan menyentil dahi gadis itu. Itu tanpa kekuatan sama sekali dan bahkan hanya menyentuh permukaan kulit lily saja.


"Apa yang kamu fikirkan," kata alion samar.


Meski tak merasa sakit, lily masih menggosok dahinya karena refleks, dan dia merasa sedikit malu. Alion seperti tahu apa yang sedang dia fikirkan.


"Aku tidak berfikir apapun kok," kata lily berbohong.


"Bukan karena kamu, biasanya aku juga seperti itu pada mereka. Aku hanya berbicara hal yang penting dan lebih banyak diam ," jelas alion dengan suara rendah.


Memang benar di dalam keluarganya, alion juga tak banyak bicara, ayah dan ibunya yang berisik sudah cukup menguras tenaga nya. Jadi, alion hanya akan diam mendengarkan pembicaraan mereka.


Namun, alion tak membahasnya lagi dan membawa lily masuk ke dalam mobil. Tak ada yang berubah malam ini, semua masih berakhir menyenangkan baik bagi alion dan lily.


Alion pun sudah mendapatkan berkas kasus yang dia inginkan. Tadi, tepat saat lily dan orang tuanya sibuk bercakap. Dia diam diam menemui seniornya dan mengambil berkas itu. Sekarang semuanya akan menjadi semakin mudah.


Sedangkan di sisi zidan dan Arumi mereka berdua berada dalam suasana yang tegang.


"Jika saja bukan karena kehadiran angel. Aku bisa saja berhasil memberi tahu lily tadi. Dan dia pasti akan marah pada alion dan memutuskannya" kata Arumi mengancam.


Mata zidan semakin mendingin, dia tahu itu hanya omong kosong gadis ini saja. Tak mungkin dia akan langsung membuang pegangan yang dia miliki. Sudah pasti pertemuannya dengan lily tadi pagi hanya ancaman untuknya. Entah bagaimana gadis itu akan berekspresi nantinya, jika dia tahu bahwa lily telah mengetahui semuanya, dan tidak mempermasalah kan nya.


"Hmm," dengus zidan dingin.


Mengetahui pria didepannya marah, arumi pun menurunkan kesombongannya, bisa repot jika zidan marah padanya.


"Aku sudah mengatakan semua yang kutahu padamu. Bukankah seharusnya kau membalasnya. Aku hanya ingin berteman dengan alion dan yang lain saja agar merasa aman. Itu hal yang mudah bukan bagimu," bujuk arumi.


"Baiklah jika itu maumu," ucap zidan singkat.


Setelah mengatakannya, dia langsung pergi meninggalkan tempat itu.


...Room chat...


...Grub zero...


^^^Zidan^^^

__ADS_1


^^^Selesai.^^^


Alion


Bagus.


Alion


Selanjutnya, giliran kalian.


Alvaro


Siap boss!


Alvano


Serahkan pada kami.


Agas


Itu hal mudah, gadis mana yang tidak berhasil kutaklukkan.


Alvaro


menjijikan!!


Alvano


Apa maksudmu itu, kau juga bisa menaklukkan lily (@agas).


Alion


Ingin mati! (@agas).


Agas


^^^Zidan^^^


^^^Bodoh.^^^


....


Beberapa hari kemudian, selli dan angel mengajak lily ke sebuah mall. Berhubung hari ini hari libur mereka bertiga memutuskan untuk bersenang senang dengan berbelanja bersama.


Ketika sampai pada acara berbelanja para gadis, sudah pasti tak cukup satu toko mereka datangi, hampir semua toko mereka masuki walau hanya sekedar melihat lihat saja. Sampai mereka pada suatu toko khusus pria. Selli tiba tiba saja memaksa untuk masuk kesana. Alhasi Saat ini mereka bertiga sudah berada di depan beberapa koleksi yang terpajang di toko.


Tanpa prasangka apapun pegawai toko pun menyapa mereka bertiga dengan ramah. "Hallo, apakah ada yang bisa saya bantu nona - nona."


Lily pun juga menjawab dengan sopan, "Tidak perlu, kami hanya ingin melihat lihat dulu."


Pegawai toko tak kesal sedikitpun, dengan ramah tersenyum dan mundur ke bagian pojok.


"Untuk apa sebenarnya kita kesini. Apakah ada sesuatu yang ingin kau beli selli?" tanya angel keheranan.


"Hem, ya kalian tahu kekasih ku akan berulang tahun sebentar lagi," jawab selli sedikit gugup.


"PACAR!" seru angel dan lily terkejud.


"Shuuuut, apa kalian ingin semua orang dengar," bisik selli panik.


Terlihat bebara pelanggan menoleh ke arah mereka bertiga, penasaran dengan apa yang terjadi.


"Sejak kapan kamu memiliki kekasih?" tanya lily heran.


Pasalnya mantan teman sebangku nya itu tak pernah terlihat dekat dengan seorang pria. Jadi, bagaimana tiba tiba saja dia sudah punya kekasih.


"Benar, kenapa kau tak pernah cerita pada kami," timpal angel.


"Ah kami juga baru saja jadian. Jadi, aku tak sempat cerita hehehe," kata selli cengengesan.

__ADS_1


"Sudahlah, kado apa yang akan kau berikan?" tanya angel.


"Aku juga tak tahu sebenarnya," jawab selli bingung.


"Bagaimana jika kamu memberikan jam tangan atau sepatu mungkin," usul lily.


"Itu bukan ide buruk," kata angel setuju.


"Hmm kalau begitu ayo kita lihat disana," seru selli semangat.


Mereka bertiga pun menuju ke tempat jam tangan dipajang.


Dalam hati lily juga sedang memikirkan hadiah apa yang akan dia berikan kepada alion. Aku ingat sebentar lagi lio juga akan berulang tahun. Aku ingin memberikan sesuatu yang spesial untuknya. Mungkin tak ada salahnya ikut melihat lihat nanti.


.....


Di rumah alion.


Tok tokk tokk


Seseorang terus mengetuk kamar alion dengan tidak sabar.


Dengan malas alion membukanya dan mendapati sang ibu sudah ada disana, dengan tangan bersendekap di dada.


"Hmm, ada apa?" tanya alion bingung.


Suara nya masih serak, karena dia memang baru saja bangun. Tak biasanya ibunya itu akan menggagunya di hari libur seperti ini. Ibunya harusnya paling tahu dia cukup kelelahan dengan tanggung jawab sebagai pemimpin ZERO dan ketua OSIS.


"Kau ini jangan terus bermalas malasan seperti ini. Meski libur apa kau berniat terus tidur. Setidaknya mandi lah dan sarapan walaupun hari libur. Jangan hanya berbaring saja. Lihatlah anak sebelah pagi pagi sudah membatu ibunya menyiram tanaman," omel ayu.


Alion menaikkan alis tak mengerti, apakah ayah membuat masalah lagi, dengan malas dia berkata.


"Ayah melakukan sesuatu lagi," kata alion.


Ayu yang masih ingin mengomel seketika merasa malu. Anaknya seperti sudah sangat mengenalnya. Memang benar dia sedikit kesal pada sang suami.


"Ayahmu itu apa yang bisa diharapkan darinya. Di hari libur begini dia masih sibuk dengan pekerjaan. Huh, lihat saja suami orang lain akan mengajak istrinya jalan jika libur begini. Tapi dia malah pergi begitu saja," keluh ayu kesal.


Hahh, sudah alion duga pasti ada sesuatu yang terjadi.


"Hah sudahlah, bagaimana jika kamu bawa lily main kesini," ucap ayu tiba tiba.


"Dia sibuk," balas alion cepat.


"Anak ini, belum juga kau bertanya. Bagaimana kau bisa tahu dia sibuk," kata ayu tak percaya.


Pasti itu hanya alasan yang di buat anaknya agar dia tak bertemu dengan lily. Ayu benar benar merasa frustasi menghadapi anaknya ini. Dia jadi merindukan zidan. Anak itu pasti sudah menemaninya jalan jika dia sedang kesal. Berbeda sekali dengan anak kandungnya yang malah begitu cuek padanya.


"Dia bermain dengan teman temannya," kata alion malas.


Kenapa lagi alion bermalas malasan hari ini. Jika lily tak pergi sudah pasti dia tak akan dirumah.


"Ah begitu rupanya. Pantas saja dia memilih keluar dengan temannya, melihat sifat dingin mu, dia pasti bosan bersama denganmu," ejek ayu pada alion.


Dengan tawa mengejek, ayu meninggalkan kamar alion, sepertinya melihat anaknya sengsara telah membuatnya lupa akan kekesalan pada sang suami.


Alion yang ditinggalkan hanya memutar bola malas. Di rumah ini dia benar benar merasa tak punya harga diri. Alion saja heran bagaimana zidan tahan menghadapi sang ibu. Hah sepertinya dia lupa, bahwa meski zidan memiliki sifat yang sama sepertinya. Tapi pada orang tuanya, zidan sangat perhatian.


Tringggggg


Telepon disakunya berbunyi, dia mengambilnya dan mengangkatnya, suara seorang pria terdengar dari sana.


"Hmm"


"Kapan?"


"Aku kesana."


Alion kembali memasukkan ponselnya, sepertinya rencana untuk bermalas malasan harus ditunda, beberapa hal selalu saja muncul di saat seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2