Terlahir Kembali Untuk Lebih Mencintaimu

Terlahir Kembali Untuk Lebih Mencintaimu
BAB 23 UJIAN SEMESTER


__ADS_3

Hari ini hari senin, ujian semester akan diadakan mulai hari ini hingga seminggu kedepan. Ketika ujian datang, suasana yang biasa ceria berubah menjadi kesuraman dimana mana. Tentu saja berbeda dengan para murid pintar yang malah semangat saat ujian datang.


Seperti yang diketahui, sistem ujian di SMA X berbeda dengan sekolah lain. Seseorang yang mimiliki nilai kurang, akan di pindahkan ke tingkat yang lebih rendah. Dan tentu saja semakin rendah tingkat kelas kalian, maka hak istimewa di kelas sebelumnya tidak akan kalian dapatkan. Setiap tingkat kelas memiliki keuntungan dan fasilitas yang berbeda. Jadi siapa yang mau untuk kehilangan hal baik itu.


Di salah satu ruang ujian, Lily masuk dan mencari bangkunya.


Ruang ujian Lily kini berada di kelas IPS 2. Karena ruang ujian diacak, Lily tidak tahu apakah akan ada teman sekelasnya disini. Untuk menghindari rasa canggung saat bertemu orang baru. Lily memilih berangkat lebih pagi. Hanya saja Lily tak tahu bahwa banyak orang cukup cemas sehingga mereka juga datang lebih awal untuk belajar.


Setelah tertegun sesaat melihat kelas telah ramai sepagi ini. Lily langsung mencari bangkunya. Tentu saja tak ada yang memperhatikan nya saat Lily masuk karena semuanya sedang sibuk belajar. Lily bersyukur untuk itu.


Saat sudah menemukan bangku nya Lily segera duduk dan mengeluarkan materi ujian. Meski telah belajar tadi malam Lily masih tetap harus mengulas lagi. Setelah beberapa saat Lily pun tengggelam dalam buku yang ia baca.


Alion yang baru saja datang melihat Lily telah sibuk belajar. Benar bahwa Alion berada diruangan yang sama dengan Lily. Tak ingin menganggu Lily yang sedang fokus, Alion Berjalan menuju bangkunya.


Alion sedang memikirkan permintaan Lily. Gadisnya memintanya untuk mengikuti ujian.


Entah apa yang difikirkan Lily, sampai berfikir dia tak akan mengikuti ujan.


Tapi melihat dia cemas Alion hanya bisa berjanji. Lagi pula Alion memang tak berniat untuk tak datang.


Hanya saja sebelum dia berangkat tadi perusahaan Alion memiliki kendala. Yang mengharuskan Alion untuk datang melihatnya.


Insvestor yang seharusnya mengirimkan uang malah menahan uangnya. Dengan alasan tak percaya jika barang belum di depan mata. Sedangkan tidak mungkin barang dikirim sebelum uang diberikan.


Alion yang tak punya banyak waktu berniat meminta bantuan ayahnya untuk membayar lebih dulu. Namun, ternyata ayahnya telah menginvestasikan banyak uang di tempat lain sehingga tak bisa membantu nya.


Alion benar benar berfikir dia tak akan sempat datang ke sekolah. namun, tiba-tiba saja ada investor lain yang membantunya. Bahkan orang itu langsung mengirim uangnya bahkan tanpa menandatangani kontrak.


Alion benar-benar dibuat curiga ini penipuan sangking anehnya investor itu. Namun keadaan yang mendesak Alion hanya bisa menelan kecurigaan nya itu. Lagi pula uang itu benar-benar dikirim. Jadi berkat itu Alion bisa datang tepat waktu untuk mengikuti ujian.


****


Setelah ujian pertama telah berakhir, Lily pun beranjak ke luar kelas. Lily ingin mencari Alion untuk memberikan sarapan padanya. Lily takut Alion belum sarapan. Pagi tadi Alion mengabarinya bahwa dia akan berangkat terlambat. Alion meminta maaf pada Lily karena tak bisa menjemputnya dan memintanya berangkat lebih dulu.


Jadi, saat di jalan tadi Lily mampir ke kedai untuk membeli sarapan untuk Alion. Karena tak tahu Alion berada di kelas mana, Lily hanya bisa membawa sarapan itu ke mejanya.

__ADS_1


Lily tak khawatir jika Alion tidak akan datang. Karena Lily akhirnya tahu apa alasan Alion tak datang di kehidupan sebelumnya. Jadi, Lily berhasil mencegahnya.


Malam saat Lily bertemu Alion di tempat balap liar, dia mengetahui bahwa Alion ternyata memiliki sebuah perusahaan game bernama ROX.


Lily ingat berita di kehiduan sebelumnya. Bahwa ROX bisa saja menduduki peringkat 1 jika saja tak mengalami kendala saat baru di bangun.


Masalah itu perihal ketersediaan peralatan yang mumpuni. Karena perusaahan penyedia menolak menyediakan barang yang di butuhkan.


Lily tahu itu terkait dengan keterlambatan pembayaran dari pihak Alion. Entah apa alasannya Lily hanya terfikir untuk mencari investor agar hal itu tak terjadi.


Maka dari jauh hari Lily berusaha menyakinkan ayahnnya untuk berinvestasi, tentu saja Lily tak memberi tahu pada ayahnya bahwa perusahaan itu adalah milik Alion.


****


Setelah berjalan melewati koridor utama, Lily malah dikejutkan Alion yang tiba-tiba berada di belakangnya.


"Lio sejak kapan kamu dibelakangku?" tanya Lily terkejud.


"Sejak kamu keluar kelas," jawab Alion santai.


Lily mengerutkan kening nya, dan berfikir keras. Apakah itu berarti Alion berada di ruangan ujian yang sama dengan nya.


"Benar, apa kamu terkejud," jawab Alion.


Lily benar benar terlihat menggemaskan. Alion tahu Lily tak nyaman dalam lingkungan asing. Jadi, pasti gadisnya tak akan memperhatikan sekitar nya.


Itu juga alasan nya tak langsung menghampiri Lily tadi. Alion tak ingin Lily tak nyaman menjadi pusat perhatian.


"Um, ya aku tak terlalu memperhatikan sekitar dan fokus ujian," kata Lily malu.


"Apa kamu bisa mengerjakannya," tanya Alion.


"Hum, ya itu cukup mudah bagiku. Oh, aku membawakan sarapan untukmu, Lio. Kamu harus memakannya," kata Lily menyerahkan makanan di tangannya.


Melihat Lily peduli padanya, Alion menerima makanan itu dengan senyum. Dan menarik Lily ke bawah naungan pohon, dimana ada kursi untuk mereka duduk.

__ADS_1


Setelah Alion menariknya untuk duduk. Alion membuka makanan yang Lily beli dan memakannya dengan lahab. Beruntung Lily mendapatkan makanan ini. Karena banyak kedai telah kehabisan makanan yang mereka jual. Entah apa yang terjadi sepertinya banyak orang sedang sarapan di luar pagi ini.


"Apakah itu enak, Lio?" tanya Lily.


"Hmm, ingin mencobanya," tawar Alion.


"Ah, tidak kau saja yang habiskan," tolak Lily.


Tak perduli penolakan Lily. Alion mengangkat sendoknya ke arah Lily, berniat menyuainya.


"Makan," perintah Alion.


Lily hanya bisa dengan pasrah membuka mulutnya, saat mendengar perintah Alion. Alion benar, makanan ini cukup enak mungkin lain kali Lily bisa memesannya lagi.


"Sudah Lio, kamu saja yang makan. Aku sudah kenyang," kata Lily.


"Baiklah," sahut Alion melanjutkan makannya.


Masih menggunakan sendok yang sama, seperti ciuman tak langsung. Lily tak menyadarinya, tentu saja berbeda dengan Alion. Pria itu sadar dan memang sengaja. Padahal ada satu sendok lagi di bungkusan itu tapi Alion menggunakan sendok bekasnya.


****


Tak jauh dari keberadaaan Alion dan Lily.


Di lain tempat, ada Febi dan Rena sedang menyaksikan kedekatan mereka.


"Feb, apa yang sebenarnya ingin kau lakukan. Aku telah memperingatkan mu sebelunnya. Kenapa kau masih tak mau mengerti," kata Rena.


"Kau yang tak mengerti Rena. Lily tak boleh dekat dengan Alion," jawab Febi.


"Saat aku bertanya kau tak memberi tahu alasannya. Kau terus bersikeras untuk memisahkan mereka. Apa sebenarnya alasanmu?" tanya Rena.


"Aku tak bisa bilang," kata Febi.


"Apa kau menyukai Alon?" tanya Rena lagi.

__ADS_1


"Kau bisa menganggap nya begitu," jawab Febi tak perduli


Tanpa menunggu balasan rena, Febi langsung meninggalkan tempat itu. Dia tak bisa mengatakan alasan yang sebenarnya. Apapun itu, biarlah Febi menjadi penjahatnya. Lily sahabatnya, dia telah berkorban banyak untuknya. Kali ini gilarannya untuk melindungi Lily. Biarlah jika mereka akan membencinya nanti.


__ADS_2