Terlahir Kembali Untuk Lebih Mencintaimu

Terlahir Kembali Untuk Lebih Mencintaimu
BAB 53 KABUR


__ADS_3

"Tinggal sebentar lagi, aku tak boleh menyerah," batin Lily mencoba menyemangati dirinya sendiri. Tangannya sudah mulai kebas, tapi dia tak pantang menyerah.


Setelah berusaha tanpa henti, akhirnya Lily berhasil melepaskan diri dari ikatan. Dia lalu mengembalikan sabuknya ke posisi semula dan mengatur jam di tangannya. Jika dari luar jam itu memang terlihat seperti jam biasa. Namun, saat mengeklik di suatu sudut tertentu, sesuatu berbentuk lonjong akan keluar, dan dari sanalah arus listrik kecil akan dikeluarkan.


Lily melepas jam nya, lalu menyelipkan dalam genggaman tangannya, dan kembali memasang tali seolah dia sedang ikat.


"Ehem, toloonggg. Apa ada orang, bisakah kalian masuk," Lily mulai berteriak sekencang-kencang nya. "Hey, aku but-"


Ceklekk


Pintu dihadapan Lily terbuka, dua orang pria asing dengan wajah galak memasuki ruangan tempat Lily di sekap.


"Berisik, apa yang sedang kau lakukan," kata salah satu orang dari mereka.


Lily menggenggam tangannya dengan erat, meski sedikit merasa takut, tapi dia mencoba menyembunyikannya dengan baik.


"Aku harus buang air kecil. Bisakah kalian membawaku ke toilet. Tak mungkin kan aku melakukannya disini."


Kedua penculik itu saling tukar pandang, seolah menimbang apa yang harus mereka lakukan. Bos mereka memang memerintahkan mereka berdua untuk tidak melakukan apapun pada gadis ini. Tapi, jika gadis ini membuang kotoran disini juga bukan hal baik. Apalagi mereka tak tahu sampai kapan gadis ini akan di kurung.


"Kau saja yang putuskan."


"Ck, bagaimana jika bos marah."


"Kita tetap akan dapat masalah jika dia buang air kecil disini."


"Sudahlah, kau saja yang putuskan."


Orang yang mengatakan itu langsung pergi meninggalkannya berdua dengan pria lainnya. Pria itu menggaruk kepala tak gatal, dia sendiri tak tahu harus bagaimana, pada akhirnya dengan kesal dia berkata, "Huh, baiklah. Tapi kau jangan macam-macam."


Lily hanya mengangguk sebagai tanggapan.


Pria itu kemudian melepaskan tali di kaki Lily sehingga dia bisa berjalan. Karena menganggap Lily hanya gadis kecil, pria itupun tak memeriksa ikatan di tangan Lily, dan hanya fokus pada ikatan di kakinya.


Setelah ikatannya terlepas, Lily pun berjalan mengikuti di belakang pria itu. Mereka keluar dari ruangan dan terlihat satu orang pria lainnya yang rupanya sedang menonton televisi. Mendengar betapa kerasnya suara televisi di atur, pantas saja jika mereka baru muncul setelah Lily berteriak.


Lily berjalan tepat di depan pria itu. Dia mencoba untuk bertindak sebiasa mungkin agar pria itu tak memperhatikan tangan nya. Namun, tiba-tiba saja pria yang duduk itu berseru. "Tunggu!"


Jantung Lily berdebar dengan sangat kencang, dia merasa ketakutan bahwa pria itu telah melihatnya.


....


"Ada apa?"


Damar merasa heran dengan tingkah sang istri Sasha. Semenjak tadi dia terus saja menatap ponselnya dengan mata khawatir.


Saat ini mereka berdua sedang berada di sebuah hotel untuk honeymoon. Mereka memilih untuk pergi berlibur di kota lain dan meninggalkan pekerjaan mereka masing-masing.


"Hmm, tidak ada," Shasha tidak bisa mengatakan yang sebenarnya. Ponselnya telah terhubung dengan jam yang dia berikan pada Lily. Jika Lily menyentuh tombol keamanan, Sasha bisa langsung mengetahuinya dan saat ini Lily telah menggunakannya.


"Kamu yakin, sayang. Katakan saja jika sesuatu terjadi," kata Damar sedikit cemas.


Shasa hanya bisa tersenyum untuk menenangkan suaminya. Namun, dalam hati dia khawatir dengan keadaan Lily.

__ADS_1


Di tempat lainnya.


Alion terus melajukan motornya sampai ke suatu perkampungan kumuh di pinggir kota. Dia tidak tahu pasti di mana penculik itu membawa Lily. Tapi rekaman terakhir menunjukkan mobil itu mengarah ke arah sini. Alion menghentikan motornya di suatu sudut yang tersembunyi. Dia mengambil ponsel dia sakunya dan menghubungi teman-temannya.


...Room chat...


...Grub chat Zero...


^^^Alion^^^


^^^Berbagi lokasi.^^^


^^^Alion^^^


^^^Aku masih belum tahu dimana tepatnya Lily berada. Tapi, aku yakin itu ada di sekitar sini.^^^


^^^Alion^^^


^^^Zidan, kau disana?^^^


Zidan


Ya.


^^^Alion^^^


^^^Cari informasi mengenai pemilik rumah disini. Temukan yang mencurigakan.^^^


Alvaro


Zidan


Hmm.


^^^Alion^^^


^^^Yang lainnya bersiap, kepung tempat ini. Jangan biarkan siapapun keluar.^^^


^^^Alion^^^


^^^Pastikan juga tindakan kalian tidak ketahuan.^^^


^^^Alion^^^


^^^Agas.^^^


Agas


Aku disini bos.


^^^Alion^^^


^^^Temui, kapten Luca.^^^

__ADS_1


Agas


Percayakan padaku.


Alion menutup ponselnya dan memasukkannya ke dalam saku jaket meninggalkan motornya.


Dia menutup kepalanya dengan hati dan juga memakai masker agar identitasnya tidak diketahui. Alion terus berjalan menyusuri perkampungan itu.


Zidan telah mengirimkan beberapa rumah yang terlihat mencurigakan. Di sini ada beberapa rumah yang kosong tanpa pemilik. Banyak juga yang jelas-jelas terdaftar sebagai milik orang lain. Namun, orang yang menempatinya berbeda. Sedangkan, beberapa lainnya adalah orang yang menyewa rumah di sini karena tak memiliki cukup uang.


Rumah yang dimaksud Zidan mencurigakan adalah rumah yang terhubung dengan posisi tinggi atau orang-orang kaya. Biasanya rumah itu mengatasnamakan salah satu bawahan mereka. Akan aneh jika seseorang yang jelas-jelas bekerja dengan orang kaya. Tapi, memiliki rumah di tempat seperti sini. Maka itu sudah pasti sangat mencurigakan.


Alion mengecek satu persatu rumah itu. Tentu saja dia tidak sampai masuk ke dalam rumah. Dia hanya memperhatikan dari jauh dan melihat situasi nya.


Tak ada yang akan mencurigai, apa yang dilakukan alion. Karena tempat ini memang kebanyakan berisi orang-orang yang melakukan tindakan kriminal. Jadi, meskipun alion terlihat mencurigakan, semua orang tidak akan menganggap itu sebagai hal baru.


....


"Ada, apa?"


"Kau sudah gila mau lewat depan."


"Ah, benar juga. Ayo kita lewat belakang."


Seketika hatinya lega setelah mendengar hal itu. Rupanya dia masih belum ketahuan.


Sekarang, Lili hanya perlu melakukan satu hal yaitu mencari kesempatan untuk menyerang pria itu.


"Cepatlah, aku tidak punya banyak waktu," kata pria itu dengan kasar.


"Tidak mungkin kau akan terus memperhatikanku bukan," Lili memasang muka pura-pura curiga seolah sedang menuduh pria itu melakukan tindakan tidak pantas. Lalu dia kembali melanjutkan kata-katanya, "Lagi pula tanganku diikat aku tidak mungkin bisa kabur."


Penculik yang ditatap seperti itu oleh Lily merasa gelagapan. Tentu saja dia tidak mungkin memiliki pemikiran itu, jadi dia hanya bisa menyetujui usul yang Lily diberikan


"Ck, Baiklah."


Dan saat pria itu membelakangi Lily, saat itulah kesempatan Lily menyerang. Dia kembali mengendurkan talinya, mengangkat tangannya yang menggegam jam. Lily mengarahkannya pada leher penculik, tubuh pria itu bergetar mendapatkan serangan arus listrik. Dia tidak sempat bereaksi apa-apa dan langsung pingsan.


Brukkkk


Lily membiarkan pria itu tergeletak di tanah. Dia pun bergegas untuk melarikan diri dari tempat itu.


Lily telah berlari cukup jauh sampai dia melihat segerombolan orang di depannya. Namun, Lily tidak berniat berhenti sedikitpun karena orang-orang itu terlihat bukan orang baik. Tak ingin menarik perhatian Lily menghentikan larinya beralih menjadi jalan cepat.


Berbeda dengan alion, kehadiran Lily di lingkungan itu membuat semua orang menatapnya dengan heran. Lily terlihat seperti gadis baik-baik apalagi memiliki paras yang sangat cantik. Apalagi kondisinya yang acak-acakan dengan peluh menetes membuat banyak pria menelan ludah kasar.


"Hey, cantik mau kemana."


"Kemari lah bermain bersama kami."


Dia terus berjalan mengabaikan semua godaan-godaan itu. Namun seseorang tiba-tiba saja menarik Lili masuk ke dalam sebuah sudut tersembunyi dari segerombolan orang itu.


Dia langsung panik dan berusaha melepaskan diri dari cengkraman orang itu. Namun, bukannya terlepas Lili malah ditarik ke dalam pelukannya. Dia terus memberontak sampai sebuah aroma yang sangat dikenalnya tercium membuatnya membeku. Kemudian sebuah suara bisikan terdengar di telinganya.

__ADS_1


"Ini aku."


__ADS_2