
...Room chat...
Zidan
Alion kita harus apakan gadis ini.
^^^Alion^^^
^^^Oh, aku lupa memberi tahu kalian.^^^
^^^Alion^^^
^^^Lepaskan gadis itu, kita salah paham.^^^
^^^Alion^^^
^^^Lily baik-baik saja.^^^
^^^Alion^^^
^^^Dia hanya meminta maaf pada Lily.^^^
Zidan
Jadi begitu.
^^^Alion^^^
^^^Ya aku percayakan padamu Zidan.^^^
Zidan
Baiklah, aku mengerti.
Alion menaruh kembali hp nya setelah menghubungi Zidan. Saat ini dia dan Lily sedang ada di perpustakaan kota. Lily berkata ingin membeli beberapa buku materi untuk ujian bulan depan.
Melihat Lily keluar dari perpustakaan Alion menghampirinya dan membantu membawa buku yang Lily beli.
Setelah memastikan Lily naik ke motornya Alion pun melajukan motornya untuk mengantar Lily pulang.
Setelah sampai di depan rumah, motor Alion berhenti dan Lily pun turun. Lily berkata pada Alion yang masih di atas motor.
"Terima kasih telah mengantarku, Lio. Aku akan membawa buku nya sendiri," kata Lily.
"Kamu yakin tidak butuh bantuan," kata Alion. Alion melirik ke arah buku yang Lily pegang, saat dia membawa buku tadi memang tak terasa berat. Tapi mengingat kekuatan perempuan dan pria berbeda Alion ingin memastikan.
"Iya aku yakin, jangan menganggap aku lemah," kata Lily sembari menggangkat buku mununjukkan ototnya.
Alion yang melihat pun tertawa geli dengan tingkah menggemaskan Lily.
"Baiklah kalau begitu aku pergi," pamit Alion.
"Yah hati-hati, Lio," kata Lily dengan senyuman.
Lily yang melihat Alion telah tak terlihat pun memasuki rumahnya.
****
Setelah dari rumah Lily, Alion tak langsung pulang. Melainkan pergi ke markas Zero. Disana sudah ada keempat temannya serta beberapa angota Zero lainnya.
Alion masuk dengan membawa bingkisan makanan di tangannya. Dengan wajah dingin Alion menaruh makanan itu di meja.
"Wahh, boss memang yang paling perhatian tahu saja kalau kita semua lapar," kata Agas semangat. Tanpa basa-basi Agas mengambil makanan itu dan membagikannya ke teman yang lainnya.
"Bagaimana tadi," tanya Alion tak memerdulikan Agas. Alion sudah biasa dengan tingkah sahabatnya itu.
"Tak ada masalah," jawab Zidan singkat.
"Hmm, masalah orang-orang yang aku butuhkan. Apa kau sudah mendapatkan informasi," tanya Alion.
__ADS_1
Mengingat pekerjaan membuat pusing kepala Alion. Dia sudah sering tidak masuk sekolah hanya karna kekurangan orang yang membantu pekerjaannya.
"Tenang saja bos kita sudah menemukannya," kata Alvaro. Alvaro lalu mengeluarkan berkas informasi dari tas nya. Dan menyerahkan pada Alion.
"Hmm bagus, besok aku akan menemui mereka. Periksa identitas mereka dengan benar," kata Alion tegas. Alion kembali menyerahkan dokumen itu pada Alvaro. Langsung saja si kembar Alvaro dan Alvano mengerjakan perintah Alion.
"Alion ada masalah dalam program yang kita buat," kata Zidan menyerahkan laptopnya.
Alion mengambil laptop itu dan mulai memperhatikan apa yang salah, dengan tenang Alion berbicara pada zidan.
"Tak masalah, aku akan mengurusnya," kata Alion.
Dengan cekatan alion mengetik beberapa kode di laptop itu. Layar laptop langsung menampilkan kode panjang, tanpa jeda sedikitpun kode terus berjalan. Belum sampai 1 jam program yang tadinya mengalami kendala langsung diperbaiki. Bahkan tidak hanya di perbaiki melainkan ditingkatkan lebih baik.
Alion yang telah selesai mengerjakan program nya, menyerahan kembali laptop kepada Zidan untuk ditindak lanjuti.
Agas yang telah selesai memakan makanan nya akhirnya ingat untuk bicara pada Alion. Dengan santai Agas duduk disamping Alion dan melihat temannya yang lain sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
"Bos, terima kasih makanannya. Sering-sering lah mentraktir kita hehe," ujar Agas cengengesan.
"Hmm," dehem Alion menanggai.
Alion membuka ponselnya, mengeklik aplikasi chat dan membuka kontak Lily.
...Room chat...
^^^Alion^^^
^^^Sudah makan?^^^
Lily
Sudah, sekarang aku sedang di
meja makan.
Lily
^^^Alion^^^
^^^Aku di markas Zero mengobrol bersama yang lain.^^^
^^^Alion^^^
^^^Kalau begitu lanjutkan makanmu.^^^
Lily
Ya Lio, kamu juga makanlah.
^^^Alion^^^
^^^baiklah, aku pergi.^^^
Agas yang tak kenal takut curi-curi pandang ke layar hp Alion. Melihat chat antara bos nya dan Lily, Agas berniat menggodanya. Tetapi ia urungkan niat nya itu saat Alion menatap dingin ke arahnya. Dengan pengecut Agas menyusut ke samping Zidan.
Hal itu tentu saja membuat Zidan berdecih kesal merasa terganggu.
"Jangan mengganggu, Zidan," peringat Alion.
"Hehe, tidak kok. Bos aku lupa memberi tahu. Geo dan gengnya membuat tantangan balapan. Apakah kita akan menerimanya," kata Agas.
Untung saja agas ingat untuk memberi tahu bosnya. Jika tidak dia hanya akan tinggal nama besok. Mengingat Geo musuh bebuyutan bos nya.
"Tentu," jawab Alion dingin.
"Lalu siapa yang akan turus ke arena," tanya Agas lagi.
"Aku," balas Alion singkat.
__ADS_1
Semua yang mendengar jawaban Alion menyeringai. Sudah pasti akan menjadi kekalahan telak bagi mereka yang melawan Alion.
****
Lily yang baru saja membalas pesan Alion kembali melanjutkan makannya yang tertunda. Lily mengingat perihat ujian tengah semester. Di kehiduan sebelumnya meski tak jelas. Lily masih ingat gosib bahwa Alion tak ikut ujian itu. Meski bukan ujian naik kelas tetap saja itu cukup berpengaruh. Di sekolah mereka memiliki peraturan bahwa jika gagal mencapai nilai rata-rata dalam ujian tengah semester kita akan dipindahkan ke kelas satu tingkat lebih rendah.
Dikehiduan sebelumnya Alion tetap ada di kelas 7 karena keinginnya sendiri jadi hal itu benar-benar tak berpengaruh padanya. Tapi sekarang Alion telah pindah ke kelas 1, Lily tak ingin berpisah dengannya. Dengan Alion yang sering bolos ditambah dia tak ikut ujian. Maka sudah pasti Alion akan dipindahkan.
Meski tak tahu pasti alasan Alion tak iku ujian. Lily ingin mencoba mencegahnya. Lily tahu selain sekolah Alion hanya sibuk dengan Zero. Maka kemungkinan hal itu berhubungan dengan Zero. Tetapi bagaimana Lily bisa mengetahui informasi tentang Zero. Ataukah dia harus bertanya langsung pada Alion.
Mungkin itu bukann ide buruk.
Lily ingat temannya Febi dan Rena, Lily telah lama tak bermain bersama mereka. Karena kelas mereka yang berbeda membuat mereka punya kesibukan sendiri sendiri. Tapi tentu saja bukan berarti lantas mereka putus hubungan.
****
...Room chat...
...Grub Kura-Kura...
^^^Lily^^^
^^^Teman-teman, apa kalian sibuk?^^^
Febi
Tidak Ly, kenapa?
Rena
Aku sedang santai sih Ly. Belajar terus membuat kepalaku pecah.
Febi
Haha, katakan saja kau memang malas.
Rena
Enak saja. Aku benar-benar belajar tahu.
Febi
Tumben.
^^^Lily^^^
^^^Benar Feb, tak biasanya kau rajin Ren. Tapi tentu saja itu hal yang bagus.^^^
Rena
Itu karna ibuku mengancam akan memotong uang sakuku jika nilaiku turun.
Febi
Haha, benarkah kasihan sekali.
^^^Lily^^^
^^^Sudah jangan mengejek Rena. Kita harus mendukungnya. Kamu juga harus belajar Febi sebentar lagi kita ada ujian.^^^
^^^Lily^^^
^^^Ngomong-ngomong aku ingin pergi ke mall, apa kalian ingin ikut?^^^
Febi
Tentu saja aku akan bersiap-siap.
Rena
__ADS_1
Kau penyelamatku, Ly.
End