
Di dapur yang seharusnya digunakan untuk memasak. Saat ini terjadi sebuah pelecehan disana. Zidan kecil ketakutan, namun tak bisa berbuat apa-apa selain menangis. Zidan kecil berteriak meminta tolong berharap ibunya akan datang, tapi tak ada yang datang.
Zidan kecil mulai putus harapan, dunianya seolah hancur. Selama ini Zidan kecil tak pernah menuntut apapun pada orang tuanya. Berfikir itu bisa mengurangi beban mereka. Meski dalam hatinya Zidan kecil ingin mendapat kasih sayang seperti orang lain.
Zidan kecil tak marah atas apa yang terjadi. Dia hanya menyalahkan dirinya menjadi anak yang menyusahkan. Dan berusaha memperbaikinya sendiri. Tapi saat ini harapan kecil dalam dirinya benar-benar telah hilang sepenuhnya. Zidan kecil benar-benar dibuat menyerah.
Saat itulah Alion kecil yang berniat meminta maaf pada Zidan, menemukan temannya sedang dalam bahaya. Tanpa pikir panjang Alion mengambil sebuah vas yang terbuat dari kaca dan memukul tepat ke kepala pria itu. Seketika pria itu menghentikan aksinya saat merasakan sakit di bagian belakang kepalanya.
Saat pria itu memegang kepalanya darah telah mengalir. Pria itu hendak memarahi orang yang memukulnya tapi sesaat kemudian dunia nya berputar dan kemudian dia jatuh pingsan.
Alion yang telah memukul pria itu tak memerdulikan apapun selain sahabatnya. Setelah dia memukul pria itu Alion langsung membawa Zidan pergi dari tempat itu.
****
Kedua anak kecil itu lari ke arah rumah Alion. Saat sampai sudah ada orang tua Alion yang menatap kedua anak itu kebingungan.
Mereka berfikir apakah kedua anak itu berkelahi melihat kondisi Zidan yang tak baik. Dengan baju berantakan pipi lebam-lebam dan jejak air mata mengalir. Sedang Alion sendiri meski tak luka seperti Zidan keringat didahinya terlihat mengalir deras.
"Nak apa yang terjadi, apa kalian berkelahi?" tanya ibu Alion lembut.
Alion kecil pun menjelaskan apa yang terjadi tadi. Dimulai dari dia melihat orang jahat yang menyakiti Zidan temannya hingga Alion yang melempar vas. Semua Alion ceritakan dengan detail tak melewatkan apapun
Zidan kecil yang sedari tadi memandang kosong pun mulai menangis kencang. Alion kecil yang melihat temannya menangis pun mulai menangis juga. Melihat situasi memburuk ayah Alion hanya memerintahkan istrinya untuk membawa kedua anak itu ke rumah.
Sedangkan dia pergi ke rumah Zidan dan mencari tahu apa yang terjadi.
Mendengar cerita anaknya sebenarnya ayah Alion memiliki gambaran kasar. Tetapi ayah Alion tetap berikir jernih, bahwa hal ini kemungkinan bisa berakibat buruk.
__ADS_1
****
Hari berlalu sampai pengadilan akhirnya diadakan. Pria yang melakukan pelecehan pada Zidan kecil tak dihukum. Karena ibu Zidan memberikan kesaksian bahwa pria itu tak bermaksud menyakiti anaknya. Ibu Zidan mengaku bahwa pria itu telah mengangap Zidan anak sendiri. Jadi kejadian itu adalah kesalah pahaman saja.
Zidan kecil yang trauma pun tak bisa berkata apa-apa pada saat pengadilan. Tak ada saksi hanya bukti yang menyatakan Alion telah menyakiti seseorang. Tetapi, karena Alion masih kecil hal itu tak dipermasalahkan.
Jadilah kasus ini diselesaikan begitu saja, dan pria itu dibebaskan. Tetapi karena kondisi mental Zidan kecil benar benar buruk pengadilan memutuskan untuk mengganti hak asuh ke ayah kandung Zidan.
Semenjak kejadian itu Zidan kecil menjadi pendiam. Zidan tak lagi bisa berinteraksi pada orang. Jika didekati dia akan langsung menjerit ketakutan.
Dirumah ayahnya, Zidan kecil pun sebetulnya tak begitu baik. Sejak saat Zidan kecil datang segala barang dari rumah sebelumnya telah dihancurkan. Zidan juga tak dibolehkan melukis lagi. Zidan kecil diharuskan mengikuti banyak les. Zidan kecil juga tak dibolehkan bermain dan hanya fokus pada pelajaran nya. Sedang ayah Zidan sibuk bekerja, Zidan kecil pun ditinggal sendiri dengan kondisi mental yang sakit.
Semakin hari kondisi Zidan semakin buruk. Tekanan yang dia terima sangatlah banyak. Apalagi trauma akan kejadian buruk yang masih ada. Membuat anak kecil itu terfikir untuk mengakhiri hidunya.
Alion kecil yang pertama kali menemukan keanehan Zidan sahabatnya. Alion kecil langsung meminta tolong orang tuanya. Dan benar saja Zidan diam-diam melukai tangan nya, untungnya mereka tidak terlambat.
Kasihan akan kondisi anak itu orang tua Alion pun memutuskan untuk membantu. Jadilah mulai hari itu Zidan menjadi saudara angkat Alion.
Tepat di tahun ajaran baru Zidan pun memberanikan diri untuk sekolah lagi.
****
Di tembok belakang sekolah.
"Bagaimana jika kita ke warnet kali ini. Ada warnet baru di dekat sini. Ayo kita kesana," ajak Agas remaja.
"Hmm, ide bagus. Bagaimana Zidan?" kata Alion remaja.
__ADS_1
"Baiklah," kata Zidan remaja.
Mereka bertiga berjalan menuju warnet baru yang tak jauh dari sekolah mereka. Seperti remaja nakal pada umumnya yang sering membolos saat sekolah belum usai. Alion dan kedua temannya kali ini juga bolos dan berniat bermain.
Jangan salah meski sering membolos mereka merupakan murid berprestasi. Jadi tak heran jika guru pun enggan menghukum mereka.
Mereka bermain hingga cukup larut. Melihat hari akan gelap mereka bertiga pun memutuskan untuk pulang.
Tetapi saat diperjalanan mereka berapapasan dengan seorang. Pria yang sangat Zidan kenal. Dia adalah orang yang telah melecehkan dia dulu. Melihat pria itu, trauma Zidan seakan kembali.
Melihat temannya dalam kondisi tak benar, Alion pun tak tinggal diam. Alion mengingat jelas siapa pria itu. Hanya saja dulu dia tak terlalu mengerti. Alion yang merasa marah pun mulai memukul pria itu.
Zidan hanya bisa diam menyaksikan perkelahian itu sedangkan Agas pun ikut diam kebingungan melihat Alion tiba-tiba memukul seorang pria .
Yang tidak Alion ketuhui kondisi pria itu sangat buruk. Dia baru saja dari rumah sakit dan difonis mengalami kerusakan pada organ dalamnya.
Ditambah dengan pukulan Alion menjadikan kondisinya memburuk. Sehingga dia pun merenggang nyawa saat itu.
Alion yang menganggap pria itu hanya pingsan pun memilih meninggalkannya.
Keesokan harinya diketahui pria itu meninggal. Untungnya hal itu tidak dianggap pembunuhan karena pria itu telah difonis hidupnya tak akan lama lagi. Tetapi untuk formalitas Alion tetap harus dipenjara selama beberapa bulan di penjara remaja.
Tentu semua ini berkat kekuasaan ayah Alion. Jika itu orang lain mungkin tidak akan begini akhirnya.
Tetapi akibat kejadian ini perusahaan pun dalam masalah cukup berat.
Itulah alasan kenapa Alion memutuskan masuk ke Zero.
__ADS_1
Setelah pria itu mati Zidan pun akhirnya mulai bisa lepas dari masa lalu. Meski tak sepenuhnya, mulai ada cahaya harapan di hidupnya. Zidan ingin mencoba hidup mandiri. Dia pun memutuskan untuk meminta izin kepada orang tua angkatnya.
Orang tua Alion tak ingin memaksa Zidan dan menuruti keinginannya. Apalagi hal ini juga bagus bagi Zidan dia bisa keluar dari masa lalunya. jadi mereka hanya memintanya untuk sesekali pulang dan jika sampai sesuatu terjadi dia harus segera kembali karena rumah ini akan selalu menunggunya. Inilah alasan Zidan sangat menghormati Alion. Karena pria itu dan keluarganya telah melakukan banyak hal untuknya.