Ternyata

Ternyata
prolog


__ADS_3

Hai..., Perrkenalkan namaku Quennara atmaja


umurku 17tahun aku duduk di kelas 3 SMA. Aku anak kedua dari dua bersaudara kakakku bernana Rahardian atmaja atau biasa di panggil kak dian berumur 25tahun.


Ayahku bernama Bagus atmaja beliau seorang pengusaha properti sukses di Bandung usianya 53tahun dan ibuku bernama Tika anggraeni atmaja usianya sekarang 45tahun beliau seorang ibu rumah tangga yang tangguh.


Aku terlahir dari keluarga yang hangat dan harmonis. Aku tidak pernah merasakan kurangnya kasih sayang karena, mereka memberiku kasih sayang yang berlimpah.


teet....teet....teett...


suara bel sekolah berbunyi, aku pun bergegas masuk ke dalam kelas. Karena, hari ini pertama aku masuk ke sekolah baruku.


Di dalam kelas aku pun mencari tempat duduk


"duh, duduk dimna yah ?" gumamku sambil celingukkan mencari bangku kosong


"boleh aku duduk di sini ?" ijinku pada wanita di sebelahku


"oh, iya boleh...kebetulan aku duduk sendiri !"


sambil mempersilahkan ku duduk di sampingnya


"hai, aku quuennara tapi kamu bisa memanggilku nara !" sambil mengulurkan tangan

__ADS_1


"aku anak baru di sekolah ini " tambahku


"aku tiara agustina " sambil menyambut uluran tanganku


"semoga kita bisa jadi teman baik yah ?" ucapku dengan senyuman terbaik yang aku miliki


"iyaaaa....." jawabnya sambil tersenyum.


Pelajaran pun dimulai pak guru menerangkan mata pelajarannya di depan kelas dan memberikan tugas untuk kami.


Setelah, pelajaran sekolah usai aku pun bergegas untuk pulang. Tapi, saat ku berjalan di koridor sekolah aku mendengar siswa laki-laki mengejekku .


"awas, awas si gendut mau lewat jalan jadi sempit noh...!" ejek mereka.


"coba sekali lagi, kalian bicara !...mau ku sumpal itu mulut pake pot sekolah ha'h ?" ancam tiara. Mereka pun diam mematung di tempat karena takut melihat tiara marah.


Bukan tanpa alasan mereka takut pada tiara karena tiara pemegang sabuk hitam taekwondo wajar kalau mereka sampai tidak bisa berkata-kata lagi.


Aku pun berlalu pergi sambil menyeret tiara dan tak menghiraukan mereka. Penghinaan itu sudah biasa aku dengar dari aku masih duduk di bangku SMP.


Alasanku pindah karena pembullyan yang aku alami begitu kejam menurutku.


Setiap hari aku harus mendengar mereka mengejekku dengan sebutan gajah bengkak, badak, kuda nil dan lain sebagainya serta terus menjahiliku.

__ADS_1


Dan aku tidak pernah memiliki teman waktu itu. Sampai akhirnya, aku tidak mau masuk sekolah.


Orang tua ku pun memindahkan aku ke sekolah baru yang ada di sini.


"kenapa kamu diam aja nara ?" memecah keheningan


"harusnya kamu lawan mereka !" emosi tiara


"aku ngg apa-apa kok tiara !"


"terima kasih karena kamu mau membela dan mengkhawatirkanku " ucapku terharu


"hei, kita ini kan teman...dasarnya aja mereka...melihat seseorang hanya dari fisiknya aja..." bela tiara sambil merangkul tubuhku.


Aku bersyukur karena kepindahanku ini. Akhirnya, aku mempunyai teman seperti tiara.


Aku harap aku dan tiara bisa menjadi sahabat.


Tiara itu cantik walau penampilanya yang tomboy tapi tidak mengurangi kecantikkannya.


Tiara pun mempunyai wajah cuek di tambah judes tapi, sebenarnya tiara sungguh pribadi yang sangat baik cuman dia tidak pernah bisa mengekspresikannya.


Dia pun tak pernah tersenyum kepada orang lain dan aura dingin selalu muncul dalam dirinya. Tapi, aku akan berusaha dekat dengannya. Karena, dia adalah teman pertamaku. Semoga aku dan tiara bisa menjadi sahabat dekat.

__ADS_1


__ADS_2