
Setelah, menelpon mama aku pun mengunci kamarku aku takut justin kembali masuk ke dalam kamarku.
Tommy mengirimi aku pesan dia bilang kalau dirinya sudah sampai.
Aku pun menyuruhnya untuk beristirahat. Tak terasa waktu menunjukkan jam 6 malam aku pun keluar kamarku dan segera membantu momy memasak di dapur.
Kebetulan setelah selesai memasak dady dan kak reza pulang.
Aku pamit untuk mandi terlebih dahulu sebelum makan malam. Dady dan ka reza pun sama halnya denganku.
Setelah mandi aku pun turun ke bawah dan melihat grandma dan momy sudah berada di di sana menunggu kami.
Kulihat justin begitu dingin melihatku, aku berpura-pura tidak melihatnya.
Saat makan malam pun justin hanya diam. Semua orang tidak heran karena justin memang seperti itu. Tapi, untukku justin lebih terlihat menyeramkan. Karena biasanya dia akan tersenyum padaku.
Aku pura-pura tak memperdulikannya padahal dalam hatiku sakit melihat justi seperti itu.
__ADS_1
Setelah, makan malam dady menyuruh kami semua untuk berkumpul di ruang tengah.
Dady menanyakan kepadaku kenapa aku ingin pindah ke apartemen. Karena papaku tadi menelpon ke dady frans untuk meminta izin bila aku akan tinggal di apartemen.
Semua orang melihatku. Mereka berkata apa aku kurang nyaman saat tinggal bersama mereka. Aku pun meminta maaf kepada mereka.
justin pergi meninggalkan kami semua.
Aku meminta izin kepada mereka untuk tinggal di apartemen karena aku ingin belajar mandiri.
Tapi, aku berjanji akan sering-sering mengunjungi mereka. Karena apartemen dekat dengan kampus akan mempercepat aku untuk sampai ke sana alasan yang membuat mereka setuju untuk aku tinggal di sana.
Setelah pembicaraan itu, aku pergi ke kamarku. Setiap pagi, pagi-pagi sekali aku sudah berangkat menggunakan bus menuju kampus. Di kampus pun aku mencoba menjauhi justin setelah pulang aku selalu berdiam di dalam kamar. Saat makan malam tiba aku turun untuk memasak dan setelah itu aku kembali masuk ke dalam kamar dengan alasan mengejar waktu untuk mengerjakan tugas dan skripsiku.
Seminggu kemudian, aku pun pindah ke apartemen, walau di penuhi dengan drama kepindahanku ini.
Momy dan grandma tidak henti-hentinya menangisi kepergianku.
__ADS_1
Ingin ku tertawa melihatnya membuat dady dan kak reza hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
Sementara justin, aku tidak tahu keberadaannya.
Semenjak aku menjauhinya aku tidak pernah bertemu dengannya lagi.
Setelah mereka semua pergi, aku membereskan semua pakaianku ke dalam lemari kamar.
Apartemenku sangat besar mempunyai 3 kamar tidur dan 1 ruang kerja yang dipenuhi buku-buku di dalamnya.
Ada 1 pelayan yang selalu menjaga kebersihan apartemen. Di saat pagi dia akan datang ke apartemenku ini.
Semoga keputusanku ini tepat. Aku pun sudah memberitahy tommy jika aku sudag pindah ke apartemen.
3 hari lagi dia akan kesini dan menemuiku. Walau sibuk dirinya tetap memberi waktunya untuk menemui diriku.
Betapa bahagianya aku memiliki calon suami seperti dirinya. Yang perhatian dan menyayangiku sepenuh hatinya untukku. Tinggal aku yang harus berjuang menjaga hatinya supaya tidak pindah ke hati yang lainnya.
__ADS_1
"semangat nara kamu bisa" ucapku menyemangati diriku sendiri