Ternyata

Ternyata
bab 40


__ADS_3

Hari ini adalah hari terpenting dalam hidupku. Hari dimana aku akan menjadi istri dari justin alfarod wijaya.


jam 5 aku sudah bangun dari tidurku lebih tepatnya aku tidak tidur semalam. Aku begitu gugup dengan pernikahanku.


Para pelayan datang ke kamarku dan membantu membersihkan badanku seperti spa di salon pribadi gitu. Setelah itu pelayan membantuku memakai kebaya putih yang mama dan kak tiara pilihkan. Lalu mua datang merias wajahku. Aku meminta untuk di rias dengan natural rambutku pun di pakaikan berbagai pernik khas sunda.


2 jam sudah aku di rias oleh mua, Setelah selesai mereka pergi meninggalkanku.


Kulihat kukuku pun di hias memakai hena putih.


Keluargaku pun datang ke kamarku dan melihat diriku yang sedang melihat ke arah jendela luar. Mereka tidak berkedip memandangiku.


"sungguh cantik anak papa" ucap papa yang diangguki semua keluargaku. Mereka pun mengajakku ke bawah aku di gandeng papa menuju tempat acara berlangsung.


Aku pun menuruni tangga dan semua mata melihat ke arahku. Sebenarnya, aku tidak nyaman dengan tatapan mereka. Tapi, aku berusaha untuk memaksakan senyumku di hadapan mereka.


Kulihat justin tersenyum padaku dan dia mengulurkan tangannya ke arahku. Aku pun menyambut uluran tangannya.

__ADS_1


Kami duduk dihadapan penghulu. Dengan satu tarikan nafas justin melakukan ijab qabul. Saat semua berteriak syah aku pun tersadar dari lamunanku.


Setelah berdoa dan mendata tangani buku nikah. Justin memasangkan cincin di jari tengahku dan sebaliknya. Lalu aku mencium tangan justin dan justin pun menciym keningku.


Setelah acara ijab qabul selesai kami berdua berfoto dengan keluargaku. Karena acara hanya dihadiri keluarga saja. jam 1 siang pun acara sudah selesai.


"sayang kamu cantik sekali hari ini !" ucap justin sambil mencium pipiku


"ih, kamu nanti ada yang lihat !" ucapku sambil memukul lengannya justin hanya tertawa


Justin pun membawa makanan untukku. Aku sudah meminta untuk makan sendiri. Tapi, justin keukeuh untuk menyuapiku.


Aku pun harus menerima ledekkan dari keluargaku dan keluarga justin.


"pengantin baru mah emang beda iya kan besan ?" ucap papa ke dady frans sambil menyenggol lengannya


"iya kamu benar seperti tidak pernah muda aja ?" jawab dady

__ADS_1


Mereka pun tertawa bahagia. Rasanya aku ingin masuk ke lubang semut saja saat semua meledekku seperti itu.


Selesai makan dan acara pun selesai aku dibawa justin untuk ke kamarnya yang telah dihias menjadi kamar pengantin kami. Pakaianku pun telah di pindahkan ke ruangan ganti kamar justin.


Aku pun duduk di meja rias dan membersihkan wajahku dan pernak- pernik yang menempel dikepalaku di bantu justin.


Sungguh aku beruntung memiliki suami pengertian seperti justin. Walau dia dingin kepada orang lain tapi saat aku kesusahan melepas aksesorisku.


Tanpa banyak bicara dia membantuku untuk melepaskan semuanya dengan hati-hati.


Aku pun membersihkan make-up ku.


Setelah itu aku pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Aku menyuruhnya untuk pergi mandi terlebih dahulu. Tapi, dia malah menggodaku untuk mandi bersama.


Entah mengapa setelah menikah justin menjadi mesum seperti itu. Aku pun berlari masuk ke dalam kamar mandi dan mengisi bathub untuk berendam. Ku teteskan aroma vanilla kesukaanku ke dalamnya.


Sungguh segar sekali setelah beraktivitas lalu berendam air seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2