Ternyata

Ternyata
bab 20


__ADS_3

Setelah sarapan kami memutuskan untuk pulang ke rumah. Karena, aku dan tommy berencana untuk pergi. Mama pun menyuruhku menunggu tommy di restoran saja. Dan membiarkan barang-barang yang ada di kamar hotel di bawa pulang ke rumah oleh mama.


Aku mengiyakannya, aku pun menghubungi tommy untuk menjemputku di restoran.


Melihat tommy aku ingin sekali tertawa. Karena, kami sama-sama menggunakan celana jeans biru dan memakai baju putih beserta jacket jeans, topi dan sepatu berwana senada.


Kami jadi, seperti sepasang kekasih yang akan pergi berkencan. Tommy pun menyuruhku naik ke motornya karena ini keinginanku untuk pergi menggunakan motor. Sebelum naik tommy pun memasangkan helm ke kepalaku.


Aku pun naik ke motornya. Saat motor melaju pergi. Tommy menarik tanganku untuk memeluk dirinya dari belakang. Dia berkata takut aku terjatuh jika aku tak memeluknya erat.


Sepanjang perjalan aku memeluknya erat, kulihat tommy selalu tersenyum dari arah spion motor. Aku pun membalas senyumannya. Akhirnya, kami pun sampai di tempat tujuan.


"yuk turun kita udah nyampe " sambil menoleh ke arahku.


Aku pun turun dari motornya, tak lupa tommy melepaskan helmku dan aku pun kembali memakai topiku lagi.


Setelah, tommy melepaskan helmnya tommy menarikku tanganku ke arah hutan pinus.


mau apa ini si tommy ngajak anak perawan ke hutan gini batinku.


Kami berjalan sedikit menuruni hutan pinus. Ternyata tommy mengajakku ke pondoknya yang ada di bawah.


Dengan rumput hijau terhampar luas dan ada sungai kecil dan jembatan di atasnya. Air sungai itu mengalir ke danau.


Sungguh indah sekali pemandangannya.


Aku pun memeluk tommy kegirangan. Tommy hanya tersenyum melihatku.


Tommy mengajakku untuk pergi ke dalam pondok. Sangat lengkap di dalamnya ada kamar, kamar mandi, ruang keluarga dan dapur. Tommy memutuskan untuk pergi memancing di danau. Sedangkan, aku bermain air di sungai kecil kulepaskan sepatu dan jaketku.


Asyik bermain, tommy pun datang menghampiriku yang sedang terduduk di atas batu-batu yang ada di sana.


"ngg bisa yah liat air sampe aku di lupain ?" ucapnya mengejutkanku dan berdiri di hadapanku


"ih, kamu bikin kaget aku tau ngg !" seruku sambil menoleh padanya


"hihi, liat aku bawa banyak ikan !" sambil menyodorkan ikannya padaku.


"wuaah, hebat banget kamu tom dapet ikan segitu banyaknya !" sambil tersenyum


"duduk dulu sini, liat airnya jernih yah ?"


"iyah, jernih dan bersih !"


"kenapa kamu bawa aku ke sini ?


" karena aku tahu kamu suka danau, ingat saat kamu menangis di danau ?" tanyanya sambil memeluk pinggangku dan aku pun menyandarkan kepalaku di pundaknya


flashback on


Saat acara kelulusan aku tidak melihat nara di sekolah.


Aku pun mencarinya ke sana kemari. Hp nara tidak bisa dihubungi membuatku panik mencarinya. Tiara pun tak tahu nara pergi kemana.


Tapi, saat aku akan mencari ke rumahnya di jalan aku melihat nara menaiki taxi dan berhenti di tempat sepi. Aku mengikutinya dan melihat nara turun dari taxi tersebut.


Kulihat nara menangis dan meluapkan emosinya di sana.


Setelah, menunggu lama dan melihat nara sudah agak tenang. Aku pun mengahampiri nara. Nara terkejut melihat kehadiranku.


Aku pun memeluk erat dirinya


"jangan menagis, aku ada untukmu !" ucapku sambil memeluk erat tubuhnya. Nara pun malah kembali menangis di pelukkanku.


jangan seperti ini nara, aku tak sanggup melihatmu seperti ini. Hatiku sakit, hatiku hancur melihat kamu tak berdaya seperti ini kamu kuat, kamu gadis yang kuat. Batinku


Aku hanya bisa berbicara dalam hati. Aku tak bisa mengungkapkan kata-kata itu untuknya. Aku hanya bisa memeluknya sambil mengusap rambut kepalanya agar nara bisa tenang kembali.


Setelah, tenang nara pun menceritakan dirinya yang menjadi alat untuk membalaskan dendam rio kepada kak dian. Sungguh terkejut dibuatnya. Tommy yang pernah melihat rio dengan seorang wanita dia kira selingkuhannya. Ternyata, kekasih rio sejak rio duduk di kelas 1 sma.


Nara bertanya kenapa tommy tidak memberitahunya. Aku pun tahu saat aku bertemu teman smp ku yang ternyata berteman dengan pacarnya rio yang bernama Clara davidson.


Tommy mengaku salah kepada nara. Setelah nara merasa lega. Tommy pun pulang mengantarkan nara pulang dan menyuruhnya untuk masuk. Tapi, saat nara akan memasuki rumah. Tommy menarik lengan nara dan memeluknya lagi.


Sambil berkata jika tak ada tempat bersandar untuknya biarkan aku yang menjadi tempat bersandarnya.


Nara pun masuk ke dalam rumahnya. Tommy pun pergi ke rumah tiara dan melihat kak dian di sana bersamanya. Kak dian dan tiara pun geram akan perbuatan rio terhadap nara. Kak dian pun menelpon reza untuk ke rumah tiara dan menceritakan kejadian sesungguhnya. Tiara yang marah karena kecewa. Dian orang yang dicintainya ternyata pernah melakukan hal yang begitu menjijikkan baginya.


Bagaimanpun tiara seorang perempuan dia merasakan apa yang kakaknya rio rasakan.


Tiara tak habis fikir dian yang begitu baik ternyata bisa melakukan hal kejam seperti itu. Tiara pun mulai meragukan dian.


Di saat tiara ragu, reza datang dan membawa bukti jika ternyata, selama ini rio menjadi korban adu domba kekasih rina (kakak rio).


Dian pun meyakinkan tiara untuk percaya padanya.


Dian berjanji akan menjaga dan melindungi tiara. Sehingga dirinya tidak akan kembali ke masa lalunya yang bodoh. Biarkan yang berlalu biarlah berlalu. Dian berjanji akan menjadi yang terbaik untuk tiara.


Karena, emosi tiara, dian, reza dan tommy pergi ke apartemen rio. Tanpa kata-kata merek menghajar rio habis-habisan.

__ADS_1


Tapi, tiara segera melerai karena takut rio meninggal karena di keroyok oleh mereka berempat.


Mereka pun akhirnya, meninggalkan rio yang babak belur di buatnya.


Setelah, kejadian itu nara memutuskan pergi ke jerman untuk kuliah. Tommy merasa sedih karena tidak bisa berkuliah bersama nara. Akhirnya tommy pun melanjutkan kuliahnya di amerika agar ia bisa lulus sama dengan nara.


Sebulan sekali dirinya menjenguk keadaan nara di jerman.


Dirinya berkata lebih suka nara berisi dari pada kurus seperti sekarang. Karena, nara terlihat imut baginya.


Tapi, nara keukeuh ingin menguruskan badannya. Tommy hanya bisa mendukung keputusan nara. Toh, baginya nara yang gemuk atau nara yang kurus tetap sama baginya.


Yang membuat tommy takjub adalah saat nara mulai bisa berdandan nara semakin cantik serta cara berpakaian nara yang menurutnya semakin fashionnable .


Padahal dulu pun nara memang cantik dengan pakaian sederhananya.


Apalagi saat dirinya pulang ke indonesia untuk menghadiri pernikahan sahabat mereka dan melihat nara betapa takjubnya tommy sampai tak berkedip sedikit pun.


Flashback off


"Nara sungguh aku bahagia melihatmu bahagia seperti ini. Oleh, sebab itu aku mencari danau yang di kelilingi rumput luas untukmu, agar kita dapat bersama-sama menikmatinya !" ucapnya sambil menyenderkan kepalanya ke kepalaku dan tommy pun mengusap pinggangku.


"terima kasih tommy aku sangat bahagia. aku beruntung memiliki orang-orang yang menyayangiku !" sambil ku beranjak dari pundaknya dan menatap matanya


Ku lihat mata tulus tommy padaku. tomny pun mendekatkan kepalanya ke wajahku. Bisa kucium aroma mint dari mulutnya ke hidungku. Karena, jarak yang begitu dekat dan aku pun menutup mataku


cuuupp. ..


saat aku membuka mata tommy kembali menciumku lagi.


"manis " ucapnya


blush pipiku menjadi merah di buatnya


"nara maaf aku mencium tanpa izin, aku sudah lama menahannya tapi, melihat bibirmu yang merah membuatku tak tahan untuk mencicipinya. aku mohon jangan marah yah ?" ucapnya merasa bersalah.


Aku pun kembali mencium kembali bibir tommy.


"aku suka kamu menciumku !" ucapku tersipu malu dan menenggelamkan wajahku ke dadanya.


"nara aku mencintaimu sangat mencintaimu !" ucapnya tiba-tiba sambil mengangkat daguku


"aku pun mencintaimu tommy, saat aku bersamamu aku selalu merasa nyaman !"


ucapku


Aku pun hanya menganggukkan kepala ku. Tommy pun memelukku dengan erat dan mengucapkan terima kasih.


"nara aku ingin kamu menjadi istriku setelah kita lulus kuliah !"


"apa kau bersedia menjadi ibu dari anak-anakku kelak dan menua bersamaku ?" tanyanya


"iyah, aku mau tommy !" jawabku


"terima kasih sayang aku mencintaimu !" sambil mencium keningku.


Tommy pun mengajakku memasak ikan hasil tangkapannya. Di pondok tommy terlihat bingung karena dirinya tak pernah terjun ke dapur.


Tommy pun malah menempel di punggungku dan meletakkan kepalanya ke atas pundakku.


Sungguh aku merasa terganggu olehnya, aku pun menyuruhnya untuk duduk menungguku di kursi makan.


"tom bisa ngg lepasin aku buat masak sebentar ?" tanyaku


"ngg !" jawabnya singkat


"aku susah masaknya kalo kamu terus begini !" dengan pupy eyesku


"ngg " jawabnya lagi aku pun marah dan berbalik kehadapannya dia terkejut karena melihat wajah marahku. Aku pun mengalungkan tanganku ke lehernya tomny pun melingkarkan tangannya ke pinggangku.


"sayang aku laper, aku mau masak apa kamu mau membuatku mati kelaparan ?" ucapku manja sambil cemberut


Tommy hanya tersenyum geli melihatku


"ouh, sayangku udah laper yah ? maaf yah, calon suamimu ini mengganggu mu yah !" ucapnya sambil tertawa


aku pun menganggukkan kepala sambil memanyunkan bibirku.


cupp...cupp... cupp...


ciuman bertubi-tubi mendarat di bibirku, aku dapatkan dari tommy.


"jangan memperlihatkan bibir kamu yang seperti itu kepada pria lain, karena ... " jawaban tommy menggantung


"karena apa ?" tanyaku bingung


"aku ngg mau jawab !" ucapnya membuatku kesal


" awas aku mau masak aku laper !"

__ADS_1


ucapku tommy pun tertawa melihat ke arahku


"kenapa ada yang lucu ?" tanyaku ketus


"ngg " sambil memandangiku


"cuman lucu aja ngeliat kamu marah semakin cantik tau ngg ?" sambil mengedipkan matanya dan meninggalkanku sendiri di dapur.


"apanya yang lucu ? aneh !" sambil ku melanjutkan memasak dan tersenyum geli bila mengingatnya.


Satu jam sudah aku selesai memasak, aku pun mencari tommy untuk mengajaknya makan bersamaku.


Aku mencari di sekitar pondok tapi, tak kunjung menemukannya.


Saat kilihat ke arah pohon besar ternyata tommy sedang ada di bawah pohon tersebut. Aku pun menghampirinya, kulihat tommy sedang tertidur lelap.


Aku pun tidur di sampingnya dan melihat setiap inchi wajahnya mengunakan jari telunjukku.


kening, alis, mata, pipi, hidung dan terakhir bibir. Bibirnya merah dan diatasnya terdapat kumis tipis membuatku geli.


Lama aku memandanginya tapi tommy tak kunjung bangun. Aku pun beranjak untuk bangun tapi lenganku di tahan oleh tommy


"mau ke mana ?" tanyanya dengan matanya yang masih terpejam


"kamu udah bangun ?" tanyaku


"dari tadi aku ngg tidur sayang, aku cuman memejamkan mataku aja !" jawabnya sambil membuka mata dan menatapku


"aku...aku...." ucapku terbata


"kenapa hemm ?" tanyanya


"aku mengajakmu untuk makan siang, makan siangnya udah siap dari jadi aku mencarimu !" jawabku sambil beranjak duduk


"ouh, jadi calon istriku ini mencariku, ya udah yuk kita makan ?" ajaknya


Aku pun menganggukkan kepala. Tommy pun menarik lenganku ke arah pondok.


Tommy melihat di meja sudah tertata rapih hidangan di sana.


Kami pun segera menyantap makanan tersebut. Tommy mengacungkan jempolnya karena makananku selalu terasa lezat menurutnya.


Tommy mengajakku untuk membuka restoran bercita rasa indonesia di luar.


Dengan resep yang aku ciptakan, aku pun mengiyakan menyetujui ajakkannya.


Tommy bilang bila dirinya ingin terus bersamaku. Karena, saat aku di jerman dan dirinya di amerika. Rasa rindu tak pernah bisa di tahannya padahal kami selalu melakukan video call atau sekedar chatting setiap hari.


Tapi, menurutnya itu tidak bisa mengibati rasa rindunya terhadapku. Apalagi dia selalu merasa cemas di saat aku dekat dengan justin.


Aku benar-benar melupakan justin, apa yang harus aku lakukan saat aku pulang ke sana ?


bagaiman aku berasikap padanya ?


Aah, sungguh kepalaku menjadi sakit bila memikirkannya.


Setelah, makan siang selesai tommy mengajakku menonton film dvd yang di belinya.


Film bergenre romantis kesukaanku.


Kami duduk berdua di sofa dan aku di sebelah tommy yang membaringkan tubuhku di atas dada kekarnya. Sambil menonton tommy selalu mengusap-usap kepalaku dan sesekali menciumnya.


Perubahan tommy sangat cepat. Dia memang perhatian padaku tapi, sikapnya sekarang membuatku takut.


Takut kehilangannya dan takut menyakiti perasaannya.


Aku menyukai tommy tapi, hati kecilku aku juga menyukai justin.


Tapi, rasa suka ku terhadap tommy lebih besar dari justin.


Saat aku terluka tommy yang menyembuhkan lukaku.


Saat aku bersedih dirinya yang membuatku kembali tertawa.


Saat orang lain tidak mau menerimaku dirinya lah orang pertama yang mau menerimaku apadanya.


Saat itu aku berfikir bila tommy hanya menganggapku sahabat. Tapi, pengakuannya tadi membuatku sadar bila dirinya selama ini ada untukku karena dia mencintaiku.


Sungguh aku bahagia ternyata tommy mencintaiku dengan tulus selama ini.


Apalagi dia tidak memintaku menjadi pacarnya. Tetapi, menjadi istrinya.


Tiara pernah berkata bila nanti ada orang yang memintamu untuk menjadi istrinya. Berarti orang itu benar-benar tulus mencintaimu dan tidak berniat untuk bermain-main padamu.


Apakah orang itu tommy fikirku. Tanpa sadar mulutku begitu lancar mejawab pertanyaannya. Berbeda dengan justin bibirku terasa kaku karena ucapannya yang mengejutkanku.


Nanti malam penerbanganku kembali pulang. Aku masih bingung dengan perasaanku, bagaimana sikap justin bila dia tau aku memilih tommy dari pada dia.


Aku sungguh bingung memikirkannya film yang aku tonton pun tidak aku perhatikan. Karena aku masih asyik dengan fikiranku sendiri di dalam pelukkan tommy. Sungguh aku berharap hari ini tidak cepat berakhir.

__ADS_1


__ADS_2