Ternyata

Ternyata
bab 32


__ADS_3

Setelah sebulan menjalani terapi, nara sekarang mulai menjalani kehidupannya kembali dengan ceria.


Nara meminta mamanya untuk pulang ke indonesia. Nara ingin mengunjungi makam tommy.


Nara pun pulang bersama mama, kak tiara dan baby al ke indonesia.


Di bandara nara di sambut kakaknya dian dan sang papa. Mereka pun saling berpelukkan melepas rindu.


"papa, kak dian maaffin nara yah karena nara kak tiara dan mama harus nemenin nara di sana !" sesalku


"kesembuhan kamu sayang segala-galanya bagi kami yang terpenting kamu sudah menjadi nara yang ceria lagi !" ucap sang papa


" ngg papa adikku sayang, asal kamu berjanji untuk tidak seperti itu lagi karena membuat kami khawatir !"ucap kak dian sambil mengusap pucuk rambutku


Kami pun pulang ke rumah. Tapi, sebelum pulang aku meminta mama untuk mengantarku ke makam tommy.


Dan sekarang aku di sini di depan tempat peristirahatan tommy. Mama meninggalkanku memberiku waktu untuk berbicara dengan tommy.

__ADS_1


Aku pun duduk di bersimpuh di makamnya. Aku menangis meminta maaf karena tidak berada di sisinya saat pemakamannya.


Tapi, aku berjanji padanya untuk tidak menangis lagi dan menjadi nara yang kuat.


Setelah satu jam berada di makam tommy. Mama menghampiriku dan memintaku untuk pulang. Kami pun sampai di rumah di sambut para pelayan.


Aku masuk ke dalam kamar, sungguh aku rindu dengan kamarku ini. Setelah mandi aku pun turun ke bawah dan memasak makan malam bersama mama.


Di rumah ini mama dan papa tinggal berdua karena kak dian dan kak tiara sudah memiliki rumah di daerah cimahi.


Selesai memasak aku dan mama mengajak papa untuk makan malam.


"papa ayo makan malam udah siap nih !" ajakku padanya


"iya pah, sini...liat anak gadis papa udah masak banyak !" tambah mama


"wuaah, asyik meja makannya rame bener !

__ADS_1


sepertinya enak nih " sambil menggodaku


"pasti dong pah, nara yang masak !" ucapku dengan percaya diri


Mama pun mengambilkan nasi dan lauknya untuk papa dan aku. Saat makan malam berlangsung papa bertanya padaku. Apa yang akan aku lakukan sekarang apakah aku akan mengelola perusahaan milik papa bersama kak dian atau mengambil sekolah s2. Karena umurku yang masih 20 tahun perjalananmu masih panjang menurutnya.


Aku pun memilih untuk mengelola toko kue, cafe dan restoran milikku sambil melanjutkan sekolah s2 ku. Aku ingin mencari kesibukkan dan bisa melupakan kesedihanku.


Papa hanya tersenyum mendengar keinginanku. Ternyata putrinya memang pintar selain bekerja dirinya pun ingin melanjutkan pendidikan.


Papa merasa bangga kepada nara. Karena, tidak terpuruk dan berlarut-larut dengan kesedihannya.


Nara berkata jika dirinya ingin fokus untuk kuliah dan bekerja terlebih dahulu. Dia ingin membuka banyak restoran di indonesia bahkan di luar negeri.


Papa dan mama nara mendukung apa pun keputusan nara. Karena bagi mereka nara adalah segala-galanya.


Setelah makan malam selesai nara pergi ke kamarnya. Tadinya nara ingin membereskan dan mencuci piring. Tapi, sang mama melarangnya dan menyuruh nara untuk beristirahat. Karena esok nara akan mulai untuk bekerja sambil mencari kampus yang cocok untuk dirinya.

__ADS_1


__ADS_2