
Pagi sekali aku sudah bangun. Aku membuat nasi timbel, sambel goreng hati, gepuk sapi dan sambal beserta lalab khas sunda. Aku membuat banyak untuk aku bawa ke pondok yang dulu pernah aku kunjungi bersama tommy.
Semalam aku sudah minta izin pada justin jika aku ingin pergi jalan-jalan ke danau. Aku kira justin akan marah ternyata dia tidak marah. Malah dia dengan senang hati untuk menemaniku.
Flasback on
Saat justin akan menikah kak dian mengajak justin untuk mengobrol berdua. Dia berkata untuk tidak membenci tommy karena pernah merebut nara dari sisi justin.
Di saat tommy akan pergi dia meminta justin untuk menjaga nara karena dirinya percaya justin tidak akan meninggalkan dan menyakiti nara.
Flasback off
Selesai membuat sarapan plus bekal aku pun membangunkan justin.
"justiin banguun..." ucapku sambil menggoyangkan tubuhnya
"kiss morning sayang " sambil memanyunkan bibirnya
Ini orang ngg ada bosennya minta di cium dalam hati.
Aku mencium bibir justin sekilas,
__ADS_1
"ayo cepat mandi aku bereskan tempat tidur dulu " ucapku menyuruhnya mandi saat dia sudah bangun dan duduk di sisi ranjang.
Dengan setengah mengantuk justin melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi.
bugghh...
suara keras dari arah belakangku yang sedang membereskan tempat tidur. Aku pun menoleh ke belakangku dan melihat justin mengusap kepalanya
"kamu tidak apa-apa justin ?" tanyaku khawatir sambil mengusap dahinya
"sejak kapan ada dinding di sini sih ?" kesalnya
"ngg apa-apa !" jawabnya sambil masuk ke dalam kamar mandi.
Selesai justin mandi dan bersiap-siap
Kami pun pergi ke pondok setelah sarapan. Tidak lupa membawa bekal yamg tadi aku siapkan. Lalu pamit kepada mama sedangkan papa sudah berangkat ke kantor.
Aku pun masuk ke dalam mobil tapi, justin mendekat ke arahku.
"justin kamu mau apa ?" tanyaku takut
__ADS_1
"masangin sabuk pengaman sayang !" ucapnya sambil memasangkan seat belt.
Aku pun hanya ber-oh ria padahal dalam hati aku kira justin akan menciumku lagi.
Sepanjang perjalanan justin menggenggam tanganku. Dan sesekali menatap ke arahku.
Kami pun sampai justin memarkirkan mobilnya di atas. Lalu membawa perlengkapan piknik kami. Dia tidak mengijinkanku untuk membawa barang. Dia hanya mengijinkanku untuk menggenggam tangannya saja.
Saat sampai di pondok ku lihat tempat ini tidak ada yang berubah. Persis seperti dulu saat aku ke sini bersama tommy.
Justin memelukku dari belakang dan menaruh kepalanya di pundakku. Dia berkata untuk tidak bersedih karena tommy sudah tenang di sana. Biarkan masa lalu menjadi kenangan indah dan simpanlah. Biarkan justin memberi kenangan lain yang lebih indah untukku.
"biarkan aku untuk bisa melindungi dan menjagamu sayang !" ucapnya
"aku berjanji tidak akan menyakiti dan akan selalu berusaha untuk bisa membahagiakanmu !" tambahnya lagi
Aku hanya diam mendengarkan justin berbicara padaku sambil tersenyum lebar padanya dan dia pun mencium keningku lama sekali. Kurasakan ketulusan dan kasih sayang justin kepadaku.
Justin sekarang menjadi lebih dewasa saat sudah menjadi suami ku.
Aku bangga padanya karena dia tidak membenci tommy. Dia tidak menaruh rasa dendam terhadap tomny malah sebaliknya justin menerima bila tommy pernah menjadi masa laluku. Semoga kedepannya aku dan justin selalu bahagia.
__ADS_1