Ternyata

Ternyata
bab 19


__ADS_3

Pagi pun tiba, aku keluar kamar hotel menuju restoran yang ada di bawah untuk sarapan.


Semenjak semalam aku tidak melihat justin kemana perginya dia tidak memberitahuku.


Di sana kulihat orang tuaku dan orang tua kak tiara sedang berbincang santai memakan sarapannya.


Aku pun duduk menghampiri mereka


"ayo makan sini nara !" ajak bunda kak tiara sambil melambaikan tanganya padaku


"iyah bunda !" jawabku sambil tersenyum dan duduk di sebelahnya


"kamu jadi pulang besok sayang ke jerman ?" tanya mama dan papa


"iyah ma pa, nara harus segera pulang !" jawabku sambil memakan sarapan


"kak dian dan kak tiara belum turun yah ma ?" tanyaku


Mereka tertawa melihatku. Apa aku salah bicara ya batinku.


"mereka ngg akan turun iya kan jeng !" ucap bunda sambil menepuk tangan mama

__ADS_1


"iyah jeng kamu benar mereka pasti lelah setelah semalam begadang !" ucap mama


Flashback on


Setelah acara resepsi di gelar dian dan tiara masuk ke kamar pengantin mereka yang telah di pesan khusus untuk mereka.


Dian pun menyuruh tiara untukk mandi terlebih dahulu.


"kamu duluan mandi gih sayang !" ucap dian pada istrinya


"iya aku mandi dulu " ucap tiara memasuki kamar mandi


Setelah tiara selesai mandi, dian pun masuk ke kamar mandi. Selesai mandi dian pun menghampiri tiara yang sedang mengeringkan rambutnya.


"aku bisa sendiri sayang " ucapnya manja


Saat melihat leher tiara. Dian merasa panas melihatnya.


Dian pun mematikan hairydrynya dan menyimpannya. Lalu mengecup leher tiara sambil memeluk erat tiara dari belakang.


Tiara hanya diam mematung, dian pun mengangkat tiara ke atas ranjang dan menindihnya.

__ADS_1


Dian menciumi wajah dan setiap jengkal tubuh tiara.


"sayang aku mau kamu !" ucapnya di sela-sela ciuman panasnya


Tiara pun hannya mengangguk. Dian pun semakin gencar dengan aktivitasnya.


Sekarang mereka telah sama-sama menangalkan semu pakaiannya. Saat akan memasukkan juniornya dian berkata tiara untuk tidak takut. Tiara hanya mengangguk pasrah.


Saat juniornya sudah akan menerobos masuk dian melihat tiara meneteskan air mata dan mencakar punggungnya dengan kuat. Dian pun berhenti sejenak dan mencium bibir tiara. Setelah itu, dian pun kembali memaju mundurkan miliknya dalam surgawi tiara sehingga yang awalnya tiara menjerit kesakitan berganti menjadi suara desahan keduanya.


Setelah berhasil menerobos gawang pertahanannya dian dan tiara pun melakukannya sampai pagi menjelang suara desahan terdengar di dalam kamar pengantin mereka. Pagi pun tiba tiara pergi ke kamar mandi. Di susul dian, dian pun bangun dan tak sengaja melihat noda darah di atas ranjang mereka.


Saat tiara hendak pergi ke bawah untuk sarapan. Dian menghadang tiara da menyuruhnya untuk sarapan di dalam kamar.


Flashback off


Setelah sarapan aku dan keluargaku memutuskan untuk pulang ke rumah meninggalkan sang pengannti baru di hotel.


Mama berkata keluarga kak reza pulang lebih awal. Karena nenek justin yang ada di jerman masuk rumah sakit. Keluarga kak reza pun semalam pulang kembali ke jerman menggunakan jet pribadi mereka bersama justin.


Pantas saja setelah pesta aku tidak melihat kak reza, justin dan keluargnya di sini.

__ADS_1


Mereka sengaja tidak memberi tahuku. Karena, kalau aku tahu pasti aku merengek untuk ikut bersama mereka. Mereka ingin aku menghabiskan waktuku bersama keluargaku di sini dari oleh sebab itu mereka pergi diam-diam.


__ADS_2