Ternyata

Ternyata
bab 38


__ADS_3

Setelah perdebatan panjang dengan justin. Akhirnya aku bisa kembali ke kamar lamaku.


Aku pun duduk si sofa dan melihat ke arah luar jendela.


Kulihat pesan dari mama mengatakan dia akan datang besok pagi ke mansion keluarga wijaya beserta keluarga.


Karena, acara pernikahan yang mendadak dan keadaan justin yang tidak memungkinkan. Pernikahan pun akan di adakan di mansion tersebut. Yang hanya akan dihadiri keluarga besar saja.


Kesibukkan terlihat di bawah taman belakang rumah, semua orang sedang sibuk mendekorasi dan menyiapkan segala keperluan pernikahan esok.


Saat aku memperhatikan orang-orang di bawah sana.


Aku dikejutkan oleh tangan kekar yang melingkar di perutku.


"ya ampun justin, kamu mengejutkanku " ucapku sambil mengusap dadaku


"kamu terlihat serius sekali sayang ?


sampai aku datang ke kamar pun kamu tidak mendengarnya !" ucapnya sambil menggesekkan wajahnya ke leherku


"justin hentikan, kamu membuatku geli tau !" ucapku sambil tertawa


Justin tidak memperdulikanku dia malah menggelitik tubuhku sampai aku menggelinjang kegelian.


"ampun justin....ampun " ucapku sambil tertawa


justin pun berhenti dan menindih tubuhku dengan tubuhnya.

__ADS_1


"itu hukuman untuk mu sayang karena mengancamku untuk kabur di acara pernikahan kita !" ucapnya menjadi serius


"maaaf sayang, aku hanya bercanda..


aku cuman tidak mau untuk tidur satu kamar denganmu " ucapku merasa bersalah


"kenapa ?" tanyanya sambil beranjak dari atas tubuhku.


Aku tahu dia marah saat ini terlihat dari sorot matanya. ini cowok ambekkan bener batinku.


"aku malu " ucapku sambil menunduk


Dia hanya terkekeh melihat ke arahku.


Tiba-tiba dia mengangkat daguku dan


justin mencium bibirku mesra


Aku pun membalasnya


Aku menatap mata justin dan dia pun menatapku. Sungguh aku terlena dengan tatapannya tangan justin mulai membuka resleting depan bajuku. Tapi, kesadaranku pun mulai kembali aku menahan tangan justin dan menatapnya.


"justin, jangan !" ucapku lirih


"maaf sayang aku melewati batas " ucap justin meminta maaf


Kami pun duduk membenarkan posisi duduk dan aku merapihkan rambut dan bajuku yang acak-acakkan karena justin.

__ADS_1


Justin pun merebahkan dirinya di ujung sofa. Aku pun menyandarkan tubuhku di dada bidangnya dan memeluknya.


Hangat yang kurasakan dan aroma maskulin menyeruak ke dalam indera penciumanku membuatku nyaman di dalam pelukkannya.


"sayang setelah menikah kamu ingin tinggal dimana ?" tanyanya tiba-tiba sambil mengusap punggungku lembut


Aku pun mendongakkan kepalaku kepadanya.


"Jika aku ingin tinggal di indonesia bagaimana ?" tanyaku cemas takut justin menolak permintaanku


"tidak masalah, saat kamu menyuruhku untuk tidak menemui sebelum kamu lulus aku sudah membuat perusahaan pusatku di bandung dan menyiapkan rumah untuk kita. Karena, aku tahu kamu akan tinggal di indonesia setelah kamu lulus " ucapnya datar


"kamu sudah menyiapkan itu semua justin ?" tanyaku terkejut


"iyah, aku sudah mempersiapkannya saat kamu sudah mencuri hatiku !" ucapnya sambil mencium keningku.


"kapan ?" tanyaku bingung sambil mendongakkan kepalaku


"kamu akan tahu jika saatnya akan tiba sayang !" ucapnya sambil tersenyum lebar ke arahku


Aku hanya diam dengan fikiranku sendiri, aku tidak menyangka justin sampai segitunya kepadaku. Sampai mempersiapkan segalanya untuk berada di sisiku.


Aku menjadi merasa bersalah karena dulu aku pernah menyakiti perasaannya. Jujur saja aku dulu menyukai justin karena kebaikkannya.


Tapi, untuk cinta aku belum bisa mencintainya. Aku cuman merasa nyaman bila di dekatnya.


Tapi, aku akan berusaha untuk mencintainya.

__ADS_1


__ADS_2