Ternyata

Ternyata
bab 59


__ADS_3

drttt....drrttt...


ponsel nara berdering.


Justin pun meraih ponsel nara yang berdering. Saat dia melihat layar ponsel dia melihat pesan dari vero.


Takut salah melihat karena justin baru bangun. Dia mengucek matanya da melihat lagi ke arah ponsel nara.


Kulihat semua pesan dari vero dari seminggu yang lalu dia selalu mengajak nara untuk bertemu dari makan siang atau pun makan malam. Tapi nara tidak membalas pesan dari vero.


Aku tersenyum sinis.


Jadi, selama ini vero selalu menghubungi nara untuk bertemu tapi, nara tidak pernah membalas pesannya. Batinku.


Tak lama nara masuk ke dalam kamar. Justin berpura-pura masih tertidur dan dengan cepat menyimpan ponsel nara kembali di atas nakas.


"sayang bangun !" ucapnya membangunkanku sambil membelai rambutku lembut


"mmh, sayang udah pagi ya ?" tanyaku pura-pura menguap baru bangun tidur dan dusuk di sisi ranjang


"iyah, ayo bangun kita sarapan di bawah mama dan papa sudah menunggu !" ucapnya sambil tersenyum.

__ADS_1


Aku pun melangkahkan kakiku ke kamar mandi. Saat melihat nara membereskan ranjang tidur. Aku segera berbalik dan memeluknya dari belakang.


"mana kiss morningnya sayang ?" ucapku mencium rambutnya


Nara pun menoleh ke arahku dan mencium pipiku.


"yang ini ?" tanyaku sambil menunjuk bibir


cuppp..


nara mencium bibirku kilas


"sana pergi mandi " ucapnya sambil melepaskan pelukkanku


Setelah jam makan siang nara pamit untuk pergi kuliah. Tanpa sepengetahuannya aku mengikuti dirinya.


Aku menunggu di depan kampusnya takut yang bernama rio mengganggunya lagi.


Jam 4 nara sudah keluar dari kampus dan diantar supir pergi ke kafenya.


Aku masih mengintai nara dari jauh dan dugaanku tepat. Vero datang menghampiri nara dan menarik lengan nara. Aku mengepalkan tanganku dan kulihat nara membanting vero sampai jatuh.

__ADS_1


Tapi, saat nara akan masuk kembali ke cafe anak buah vero datang dan memasukkan paksa nara ke dalam mobil.


Aku pun keluar saat nara akan di seret orang-orang itu.


"hei...apa yang kalian lakukan pada istriku ?" tanyaku sambil berteriak


"justin tolong aku !" teriak nara


Mereka dengan cepat membawa nara dan aku pun mengejar mereka. Tapi, sial saat aku akan mengejar mereka mobilku terjebak lampu merah. Dan seketika aku kehilangan jejak mereka.


Aku menghubungi anak buahku dan menyuruh mereka untuk mencari nara.


Prov nara


Saat aku pamit pergi kuliah kepada justin. Entah mengapa perasaanku menjadi tidak enak. Setelah kuliah aku putuskan untuk pergi ke kafe. Sungguh aku terkejut vero menyatakan cintanya padaku.


Aku pun menolak dengan lembut ku bilang padanya aku sudah menikah dan tidak mungkin aku meninggalkan suamiku dan aku fikir vero selama ini ada karena menganggapku sebagai sahabatnya.


Dia tidak terima dan menarik lenganku lalu aku membanting dirinya. Tapi, ternyata dia membawa anak buahnya yang berbadan kekar. Aku membrontak tidak mau ikut dengan mereka.


Kulihat justin datang untuk menolongku. Aku berteriak padanya untuk menolongku. Tapi, apa daya mereka lebih cepat dan membawaku ke dalam mobil. Aku berteriak membrontak lalu mereka membuatku tidur.

__ADS_1


Seketika semua menjadi gelap dan aku tidak tahu lagi apa-apa. Aku tertidur lama sekali


__ADS_2