Ternyata

Ternyata
bab 44


__ADS_3

Kami pun masuk ke dalam rumah yang di sambut oleh asisten rumah tangga kami yaitu bi asih dan bi minah.


Aku di temani justin melihat isi rumah tersebut. Saat ku lihat kamar kami di ruang pakaian telah tertata rapih dengan pakaian, sepatu dan barang-barang lainnya keluaran terbaru untukku. Justin memelukku dari belakang


"gimana sayang kamu suka ?" tanyanya


"iya aku suka sayang" jawabku sambil mencium pipinya


justin tersenyum dan mencium bibirku berulang kali. Aku pun membalas ciuman justin.


"ya udah sekarang kita ke rumah mama dan papa yuk ?" ajaknya


Aku pun mengangguk, karena jarak yang dekat dengan rumahorang tuaku aku dan justin berjalan kaki ke rumah papa sambil bergandengan tangan.


"mama !" teriakku masuk


"eh, sayang udah liat-liat rumahnya ?" tanya mama


"udah mah, aku sama justin bakal tinggal di sana setelah seminggu menginap di sini !" jawabku sambil tersenyum


"ya udah kalo gitu ajak suamimu ke kamar, pasti dia lelah ingin istirahat !" suruh mamaku.


"iya ma, ayo justin kita ke kamarku !" ajakku

__ADS_1


justin pun pamit kepada mama untuk ke kamarku.


Di dalam kamar mata justin melihat ke seluruh penjuru kamar.


"feminim sekali kamu sayang, kamar yang imut !" ucapnya sambil merebahkan tubuhnya diatas ranjang.


Aku pun duduk di sebelahnya


"iya, terima kasih


Kamu istirahat aja ya justin aku ke bawah mau mask dulu " ucapku sambil beranjak dari dudukku


"kamu tidak lelah sayang ?


nanti saja masaknya kamu temani aku istirahat dulu ya " pintanya manja sambil menahan sebelah tanganku olehnya


"sebentar saja sayang, aku janji !" ucapnya lagi terus membujukku sambil menggoyangkan tanganku yang di pegang olehnya


Karena tidak tega meninggalkan suamiku yang manja nan imut ini. Akhirnya aku mengalah padanya.


Aku pun membaringkan tubuhku di sebelahnya di atas ranjang milikku. Justin menatapku dan membelai lembut rambutku. Lalu justin mencium bibirku lama sekali dan tangannya masuk ke dalam dress yang aku pakai.


"sayang udah ngg sakit kan ? " tanyanya di sela-sela ciuman kami dan aku hanya menggeleng pasrah

__ADS_1


Justin pun mulai dengan aksinya yang sudah aku duga pasti dia meminta yang lebih dari sekedar dari ciuman.


Setelah melakukan beberapa ronde permainan. akhirnya mereka pun tertidur pulas.


tok...tok....


"nona makan malam sudah siap " ucap pelayan mengetuk pintu


Justin pun membuka pintu dan menyuruh pelayan mengantar makanan ke kamar nara.


Orang tua nara pun bertanya apakah nara dan suaminya akan turun. Pelayan berkata jika tuan muda menyuruhnya untuk mengantar makanan ke kamarnya saja.


Orang tua nara pun memakluminya mungkin mereka kelelahan. Mama dan papa nara pun akhirnya makan berdua di meja makan.


Sedangkan pelayan mengantarkan makanan ke kamar nara. Justin pun membangunkan nara untuk makan malam.


Sebenarnya nara mengantuk tetapi karena paksaan dari justin nara pun terpaksa bangun dan makan malam bersama justin.


Setelah makan nara pun malah tidak bisa tidur kembali. Akhirnya, justin dan nara menonton tv sampai larut malam.


"ini semua gara-gara kamu mengajakku bermain tadi jadi aku tidak bisa tidur !" ocehnya


"sayang, lebih baik menonton atau bermain kembali ?" tanya justin melihat ke arahku

__ADS_1


Aku hanya diam menelan ludahku.


"nonton aja sayang !" ucapku takut


__ADS_2