
Selesai rapat justin mengajakku ke ruangannya. Wajahnya seperti orang yang sedang kesal.
"sayang kamu kenapa ?" tanyaku sambil memeluknya dari belakang
Justin membalikkan badannya dan menarik lenganku duduk di sofa ruangannya.
Aku pun duduk di pangkuanya dan dia memelukku
"kamu tahu sayang aku tidak suka kamu di tatap orang lain ?" ucapnya sambil membenamkan wajahnya di dadaku.
Aku mengalungkan tanganku pada lehernya dan tanganku mulai membelai rambutnya agar justin merasa tenang.
"sayang apa kamu cemburu pada vero ?" tanyaku
Justin mendongakkan kepalanya ke arahku dan aku menatapnya
"apa kamu kenal dengan pria itu ?" tanyanya penasaran
"Dia teman kuliah kak dian, aku bertemu dengannya saat di pernikahan kak dian !" ucapku jujur
"apa kamu menyukainya ?"
__ADS_1
"kamu ini, aku kan sudah jadi milikmu bagaimana bisa aku menyukai orang lain justin sayang ?" jawabku tertawa
"aku takut kamu meninggalkanku lagi queen !" ucapnya sedih
Aku pun memeluk justin erat.
"aku tidak akan meninggalkanmu karena sekarang kamu suamiku kecuali ..." ucapku menggantungkan ucapanku
Justin melepas pelukkannya dan menatap mataku yang terlihat sedih.
"kecuali apa ?"
"kecuali memang kamu yang menyuruhku untuk pergi justin !" ucapku meneteskan air mata
kamu tahu bila aku sangat mencintaimu walau nyawaku taruhannya !" ucap justin sambil mengusap air mataku
Aku pun mengangguk dan memeluk justin erat.
"aku berjanji untuk ada di sampingmu sayang" sambil mencium keningku
Setelah kami mencurahkan isi hati masing-masing aku pamit pada justin untuk pergi ke kampus karena aku akan melihat jadwal kelasku. Sedangkan justin melanjutkan pekerjaannya.
__ADS_1
Aku di antar sekertaris ann ke kampus yang agak jauh dari kantor. Sekertaris ann bertanya kenapa nona repot-repot untuk datang ke kampus. Sedangkan justin menyuruh dosennya untu mengajarinya di kantor. Karena kesibukkannya.
Aku berkata pada sekertaris ann karena aku menyukai suasana di kampus. Maka dari itu aku akan ke kampus. Sekertaris ann pun mengangguk dan meninggalkanku di kampus baruku.
Saat aku sampai di depan kampus, semua mata tertuju padaku. Entah apa yang mereka lihat. Aku pun berjalan ke ruangan paman andre.
Flasahback on
Saat nara menyatakan akan melanjutkan sekolahnya lagi. Papa nara menelpon adik iparnya untuk menitipkan putri kecilnya. Papa berkata nara akan kuliah di tempat adik iparnya mengambil jurusan bisnis. Selain universitas itu milik keluarga ibu nara. Nara juga memiliki kepintaran di atas rata-rata membuatnya menjadi mudah untuk masuk ke universitas di sana.
Flashback off
Sesudah nara menemui paman andre nara di beri jadwal kelasnya untuk di sesuaikan dengan jadwal pekerjaan nara. Nara di beri kelas pada sore hari setiap hari senin sampai rabu. Selesai dengan urusannya nara pergi ke kantin kampus membeli minum.
Sungguh nara terkejut melihat rio menatap ke arahnya. Bukan hanya itu teman-teman semasa SMA/SMP pun banyak yang berkuliah di sana.
Teman-teman nara tidak ada yang mengenali nara karena penampilannya yang berubah drastis.
Sedangkan rio, entah mengapa dia terus menatap nara. Karena, malas dengan keberadaan rio.
Nara pun meninggalkan kantin tersebut dengan sembunyi-sembunyi lalu menelpon justin untuk memberi kabar jika urusannya di kampus telah selesai.
__ADS_1
Nara pun pulang ke rumah setelah justin datang menjemputnya.
Sungguh hati nara merasa cemas bila justin tahu di kampus dia bertemu rio. Entah apa yang akan di lakukan justin bila tahu.