
Saat aku tidur aku bermimpi seorang lelaki datang mencumbuku. Sungguh rasanya seperti nyata dia memainkan gunung kembarku. Entah mengapa sentuhannya semakin terasa.
Aku pun membuka mataku dan kulihat justin sudah telanjang di atasku. Dan dia sedang menindih tubuhku. Apa kemarin dia belum puas menyiksa diriku batinku.
Sungguh stamina justin begitu kuat membuatku kewalahan di buatnya. Setelah selesai aku pun pergi mandi dan menyiapkan segala keperluan justin. Lalu aku turun ke bawah menyiapkan sarapan dan bekal untuk makan siang kami.
Aku merasa bersalah karena kemarin justin tidak makan siang gara-gara diriku.
Jadi hari ini aku membuat bekal untuknya dibantu bi asih. Selesai memasak justin seperti biasa memelukku dan menciumi leherku.
"jusatin sayang lepas ya, malu di liat bibi !" ucapku sambil berusaha melepaskan diri.
Justin pun menatap bi asih dingin
"Saya ke belakang dulu nona muda mau nyuci pakaian permisi tuan !" ucapnya sambil menunduk dan pergi meninggalkanku dan justin.
Aku pun mencubit perut justin.
__ADS_1
"kamu ini...
aku malu tau kalo kamu kayak gitu !" ucapku ketus
"kamu kan istriku bukan simpananku kenapa harus malu " ucapnya datar sambil duduk di kursi meja makan.
Aku pun hanya memutar bola mata malas. Aku tidak mau berdebat dengannya apalagi ini masih pagi.
Saat aku menyimpan nasi goreng yang aku buat di hadapan justin. Dia menarik lenganku dan tubuhku jatuh dipangkuannya.
"diam sayang nanti kamu membangunkan junior..
kamu mau kita tidak jadi berangkat kerja ?" tanyanya menggodaku
Akhirnya, aku pun pasrah duduk di pangkuannya dan makan satu piring dengannya. Selesai makan aku turun dari pangkuan justin dan mengambil bekalku yang aku buat untuk nanti makan siang.
Justin sudah masuk ke dalam mobil dan aku pun menghampirinya. Kami berangkat menunu perusahaan justin.
__ADS_1
Saat aku turun dari dalam mobil justin merangkul pinggangku dengan posesive. Sungguh aku malu sekali saat mereka semua menatap ke arahku.
Aku di sambut oleh sekertaris ann atau andriansyah. Dia mengumpulkan semua karyawan memberi pengumuman bila nyonya besar istri tuan justin wijaya akan menjadi wakil sekaligus sekertaris pribadi dari tuan besar CEO.
Aku hanya bisa diam mematung. Aku kira hanya menjadi sekertarisnya bukan wakil bapak itu. Dia memang selalu membuatku terkejut.
Semua karyawan pun memberi salam hormat kepadaku. Sungguh aku masih terkejut dan justin membawaku ke ruangan yang akan aku tempati.
Dia membawa aku ke sebelah ruangan dirinya. Dan membuat ruanganku di hiasi dengan warna ungu kesukaanku.
Tanpa sadar aku memeluk dan mencium bibir justin berulang kali di hadapan sekertaris ann. Karena senang dengan dekorasinya. Sungguh aku malu di hadapan sekertaris ann sedangkan justin hanya tersenyum puas.
Justin pun meninggalkan ku di ruangan ini. Aku melihat komputer dan sofa berwarna ungu.
Dan di sana terdapat pintu lainnya. Saat aku membukanya ternyata di sana ada kamar tidur pribadi yang berwarna ungu juga. Aku benar-benar bahagia justin memberiku kejutan seperti ini.
Sekertaris ann pun memberiku jadwal hari ini untuk bapak justin dan memberiku dokumen untuk aku periksa dan di tanda tangani justin. Lalu melakukan meeting dengan client dan lain-lainnya. Aku mengangguk dan sekertaris ann pun pamit meninggalkanku.
__ADS_1