Ternyata

Ternyata
bab 12


__ADS_3

Sinar mentari pun tiba, cahayanya masuk melalui celah jendela kamarku. Mengusik tidurku yang lelap.


Jam masih menunjukkan jam 5.30 pagi


"hoaammm....nyenyak sekali aku tidur !" gumamku sambil merentangkan kedua tangan dan beranjak turun dari atas ranjang.


Ku langkahkan kakiku menuju kamar mandi. Setelah aku selesai dengan ritual mandiku. Aku pun segera memakai pakaian dan memakai make up tipis di wajahku.


Kubiarkan rambutku terurai menyentuh pinggangku.


Aku pun turun menuruni tangga dan pergi memasak di dapur. Di saat aku sedang asyik memasak.


Sebuah tangan kekar melingkar di atas perutku.


"pagi...queen !" ucap justin sambil meletakkan dagunya di pundakku


"pagi justin " balasku


"kamu lagi masak apa ? sudah bangun aja !" tanyanya


"iya, aku buat ayam kecap, cumi tepung sama sayur capcai !" senyumku kepadanya.


"ya udah aku mandi dulu ya !" sambil mencium pipiku dan berlari meninggalkanku


"justiiiiinnnn kamuuuu.....awas yaaa.!" teriakku padanya


Justin memang seperti itu padaku, selalu menjahiliku. Di saat orang lain memanggilku nara. Hanya dia yang menyebut nama depanku queen.


Sebentar, kok justin ada di sini ?

__ADS_1


kenapa dia tidak di apartemen kak reza ?


batinku


Seketika lamunanku buyar setelah keluarga datang menghampiriku di ruang meja makan.


mama, papa dan kak dian menatapku


"nara, sayang kamu sedang apa nak ?" tanya mama


"eh...anu ma....!" jawabku bingung


"ini makanan udah siap ayo kita ma.." ajakku


"ya sudah mama panggil dulu justin !" jawab mama hendak meninggalkanku tapi, ku tahan


"biar nara aja ma !" kataku


Justin baru saja keluar kamar mandi. Terlihat pakaiannya sudah berganti dan rambutnya sedikit basah.


Aku mengajak justin untuk sarapan bersama.


Tapi, saat aku akan membuka pintu justin menarik lenganku hingga aku jatuh ke dalam pelukkannya.


"justin, lepaaas...!" berontakku


"aku masih ingin mencium aroma tubuhmu queen !" sambil mencium leher nara


"justin, kamu jangan menggodaku terus ih " ucapku cemberut.

__ADS_1


cupp...


justin mengecup bibirku dengan bibirnya sambil ku mendorong tubuh justin


"justin, itu kan ciuman pertamaku " ucapku marah


"itu juga ciuman pertamaku queen" dengan senyum menggoda


" kamu....." jedaku


"udah, kita sarapan keluargaku menunggumu"


ucapku sambil menarik tangan justin.


Nara dan justin pun ikut bergabung di ruang makan.


Nara masih cemberut tak menghiraukan keluarganya yang sedang mengobrol dan memakan sarapannya. Sedangkan justin hanya diam dan fokus dengan makanannya.


Papa dan kak dian pun pergi berangkat kerja sedangkan mama pergi melihat persiapan pernikahan kak tiara bersama pelayan rumah.


Mama sebenarnya mengajakku. Tapi, aku menolaknya karena siang ini aku berjanji pada tiara untuk fitting baju pengantin untuknya.


Aku pun duduk di ruang tv dengan justin yang mengekoriku.


Justin meletakkan kepalanya di atas pahaku.


Dia berkata kemarin saat di mobil aku tertidur di mobil karena tidak tega membangunkanku justin menggendongku sampai ke kamar. Dia bilang aku begitu nyaman di pelukkannya sampai aku tak tahu siapa yang menggendongku. Tapi justin menyukainya.


Aku pun hanya bisa menahan maluku karena aku merasa nyaman dan sampai tertidur di pelukkanya.

__ADS_1


Justin memang selalu perhatian dan selalu bersikap baik padaku. Padahal dirinya begitu dingin kepada siapa pun kecuali mommy, dady dan kakaknya kak reza.


__ADS_2