
"queen wake up !" ucap justin membangunkan nara.
"eemmhhh, sebentar lagi !" igaunya
"sayang mau aku cium lagi ?" tanyanya
"apaaaa..." teriak nara membuka matanya
Justin hanya tersenyum geli melihat nara.
"kenapa aku di sini ?" tanyaku
"tadi kamu tertidur sayang
mungkin kamu kelelahan !" sambil mengusap rambut nara
"iyah yah ?" tanyanya bingung
Aku pun berfikir saat kutahu perasaan justin padaku. Aku menjadi bingung dengan perasaanku.
Rasa nyaman bersama justin itu ada karena mungkin aku sudah bersamanya lebih dari 8 bulan.
tapi, di sisi lain rasa nyaman itu ada di sebagian diriku bersama tommy.
Aku bingung memilih antara justin dan tommy mereka sama-sama menyayangiku dan selalu ada untukku.
__ADS_1
Mungkin karena kaget ditambah bingung. Aku memeluk justin sampai aku tertidur nyenyak. Memang tubuhnya yang hangat membuatku nyaman di pelukkannya. bodoh sekali bisa-bisanya aku tertidur begitu. apa yang akan justin fikirkan tentangku.
Seketika lamunanku buyar saat justin menyuruhku mandi. Aku pun bergegas pergi ke kamarku.
"cepat bersiapnya aku menunggumu nanti jam 7 aku jemput kamu !" sambil mencium keningku
Aku pun pergi mandi lalu kembali merias wajahku dan memakai gaun yang pernah di belikan justin untukku.
Gaun berwarna biru dongker yang panjangnya diatas lututku.
Rambutku yang tadi pagi aku sanggul. Dibiarkan terurai menyentuh punggungku.
tok....tok....tok....
Kulihat justin di depan kamarku. Sungguh semakin tampan sangat tampan. Saat dia memakai tuxedo senad dengan warna gaunku.
"hei, kamu sangat cantik memakai gaun itu!" ucapnya tak berkedip memandangiku
"hai, kamu pun terlihat sangat tampan memakai tuxedo seperti itu !" ucapku malu-malu
"imutnya.....
sayang kamu jangan berwajah seperti itu aku jadi tidak ingin pergi ke bawah !" ucapnya sambil mengusap pipiku
"kenapa ?" tanyaku bingung menatap wajahnya
__ADS_1
"tidak, ayo cepat turun sebelum acaranya di mulai !" ajaknya sambil mengulurkan tangannya padaku.
Kami pun turun ke bawah menuju tempat resepsi. Kulihat kak dian dan kak tiara terlihat sangat tampan dan cantik diatas pelaminan.
Di pesta resepsi kak tiara memakai gaun yang dia pilih bersamaku waktu itu.
Sungguh aku iri, aku pun ingin segera menikah jadinya.
flashback on
Nara menginap di rumah tiara atas permintaan tiara yang gugup menjelang acara pernikahan mereka.
Nara bertanya pada tiara kenapa dia yakin untuk menikah dengan kak dian.
Tiara pun berkata bila lelaki yang benar-benar serius denganmu adalah lelaki yang mengajakmu langsung menikah bukan lelaki yang hanya mengajaknmu pacaran saja.
Dari awal kak dian tidak pernah mengajaknya untuk menjadi kekasih. Tetapi, kak dian mengajaknya menjadi ibu dari anak-anaknya kelak.
Kak dian pun memintaku untuk menikah setelah lulus SMA. Tapi, karena aku belum siap aku pun meminta untuk menikah dengannya setelah aku masuk kuliah semester kedua. Jadi kita menikah saat aku libur semester begitu ucapnya.
Tiara sebenarnya ingin menjadi seorang istri saja di rumah. Tapi, karena kak dian seorang presdir dirinya tidak mau di pandang rendah oleh orang lain. Karena pendidikannya hanya lulusan SMA. Jadi dia pun akhirnya memutuskan untuk kuliah.
Kami pun mengobrol sampai malam larut. Setelah itu kami pergi tidur. Karena pagi-pagi sekali kami harus berangkat menuju hotel tempat diadakannya acara ijab dan resepsi berlangsung.
Flashback off
__ADS_1