
Selesai mandi nara membuka pintu dan sedikit mengintip ke luar kamar mandi. Dia melihat justin sedang sibuk dengan ponselnya. Dengan cepat nara berjalan menuju kamar ganti di sebelahnya.
Saat sedang memakai gaun tidur nara hanya fokus dengan pakaiannya. Tapi, suara deheman seseorang mengejutkan dirinya
"ekheemm....!" suara justin mengejutkanku di balik pintu closet room
Aku pun menoleh ke asal suara tersebut.
"asataga, justin sejak kapan kamu ada di situ ?" tanyaku bingung sambil menjatuhkan handukku bekas aku pakai
"sejak kamu memakai satu-persatu pakaianmu yang melekat di tubuhmu itu !" ucapnya tanpa malu dan mendekat ke arahku
"lebih baik kamu mandi, pasti kamu gerah !" ucapku mengalihkan pembicaraan dan berjalan sedikit mundur menjauhi justin yang terus mendekat
Justin terus saja mendekatiku sampai aku menempelkan tubuhku ke dinding.
Dia menatapku dengan tajam, otomatis aku memejamkan mataku. Saat justin mendekatkan wajahnya ke wajahku
satu..
dua..
tiga...
"kenapa tidak terjadi apa-apa ?" fikirku
Aku pun membuka mataku dan melihat justin dengan menahan tawanya.
__ADS_1
"kamu kenapa memejamkan mata sayang ?" tanyanya sambil tertawa
"tidak,,, siapa yang memejamkan mata ?" jawabku ketus mengelak dari pertanyaannya
"sudah mengaku saja sayang !
aku tahu kamu berharap aku menciummu kan ?" tanyanya menggodaku
"siapa ? ngg usah ge'er deh kamu !" ucapku sambil mendorong tubuh justin dari dekat tubuhku.
Aku segera keluar dari ruang ganti dan segera mengambil sisir di atas meja rias dan menghidupkan hair dryer.
"sini aku bantu mengeringkan rambut kamu sayang !" ucapnya sambil merebut hair dryer dari genggamanku.
Sungguh justin sangatlah manis saat perhatian kecilnya ditunjukkan kepadaku.
"jangan melihatku seperti itu, aku tahu jika diriku ini tampan !" ucapnya dengan nada narsis
"apa ?
"lalu kenapa kamu gugup seperti itu ?" dengan nada menggoda
"iih, kamu menyebalkan justin !" ucapku sebal
Justin pun mematikan hair dryernya dan memelukku dari belakang.
"kamu tahu sayang, kamu semakin menggemaskan saja !"
__ADS_1
"membuatku ingin mengigitmu sekarang juga !" ucapnya sambil tersenyum
"jangan atuh justin, sakit tahu kalo digigit mah !" ucapku manja
"aah, sayang ! kamu membuatku tidak kuat saja " ucapnya gemas lalu mencubit kedua pipiku
"justin, sakit iih !" ucapku sambil berusaha melepaskan tangan justin dari pipiku
"sakit kah ?maaf aku terlalu keras ya ?" ucapnya merasa bersalah
"tapi, bohong ! week....." ucapku sambil tertawa dan berlari menjauhi justin.
"awas ya kamu sayang !" ucapnya sambil mengejarku
Justin pun mengejarku mengeliling kamar kami. Saat lelah menyerang aku mengangkat tangan pertanda menyerah. Justin pun duduk di sofa dengan nafas yang tidak beraturan lalu kami tertawa bersama.
Setelah lelah bercanda, justin masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Dan aku memainkan ponselku menunggu justin selesai mandi.
Selesai mandi justin mengajakku untuk tidur karena, hari semakin larut.
"sayang, mimpi indah ya !" ucapnya sambil memeluk dan menyelimuti tubuhku dan dirinya
"kamu juga sayang, mimpiin aku ya !" ucapku menggodanya dan mencium pipi justin
"kamu mulai nakal ya !" ucapnya dengan senyum menyeramkan
"apa ?" tanyaku bingung tak mengerti dengan ucapannya
__ADS_1
Karena, ciumanku itu justin malah mengajakku olahraga malam, dan kami pun akhirnya bergadang semalamam.
"ya ampun, aku malah membangunkan singa yang sedang tertidur !" batinku