Ternyata

Ternyata
bab 5


__ADS_3

Kulangkahkan kakiku masuk kedalam rumah. Tapi sebelum aku masuk kulihat mobil asing di pekarangan rumahku.


Mobil siapa yah itu ? fikirku.


Saat aku baru sampai di ruang tamu, mama dan papa memanggilku dari arah meja makan. Aku datang menghampiri mereka.


Kulihat seorang pria yang tak asing bagiku sedang makan sambil berbincang dengan keluargaku. Ternyata itu kak reza pengusaha muda terkaya di jerman dia adalah sahabat kan dian.


" kak reza "gumamku pelan tapi tak terdengar


Setelah aku memfokuskan fikiranku aku pun menyapa kak reza walau sebenarnya malu menyapanya.


"eh, ada kak reza ! kak reza apa kabar ?" tanyaku sambil duduk di sebelah tempat duduknya


"baik nara, kamu apa kabar ? kulihat makin subur aja kamu " candanya


"ah, kak reza bisa aja !


kabarku baik kak !


kapan kakak pulang ke sini ?" tanyaku beruntun

__ADS_1


"aduh, nara sayang.. kak reza lagi makan nanti aja yah nanyanya. kamu juga pasti laper aww belum makan ?" ajak mamaku. Aku pun ikut makan bersama mereka.


Selesai makan aku diajak kak dian untuk pergi ke lantai atas bersama kak reza. Kami pun ngobrol dan bersenda gurau.


di tengah obrolan kak dian mendapat telepon dari pacarnya lalu meninggalkan aku dan kak reza berdua di ruang tv.


Kak reza bertanya gimana sekolahku, gimana teman-temanku. Aku pun berkata aku bahagia karena aku mempunyai banyak teman yang menyayangiku.


Kak reza pun hanya tersenyum menanggapiku. Dia bilang aku sudah dianggap adiknya sendiri. Jadi siapa pun yang menyakitiku hatiku akan berurusan dengannya.


Aku pun hanya tertawa.


Saat ku memejamkan mata kulihat ponselku menyala.


Kulihat rio mengirimiku pesan. Dia meminta maaf karena tidak menepati janjinya dia beralasan neneknya sakit dan hpnya tertinggal di rumah jadi tidak bisa menghubungiku.


Kumaafkan dia, asalkan dia berjanji tidak akan mengulanginya kembali.


Sinar mentari pun tiba, aku sudah selesai memasak di dapur.


Kak dian dan kak reza pun sudah pulang dari lari pagi mereka.

__ADS_1


"hmmm....harumnya !" ucap kak dian


"ayok kak makan tapi kalian mandi dulu sana keringatnya banjir..." sambil kutersenyum geli.


"Mereka itu habis jogging apa udah berendam yaah ? basah bener" fikirku.


Selesai sarapan kak dian dan kak reza pun mengajakku menonton film di rumah. Karena hari ini hari libur ku iyakan permintaan mereka. Kak dian pun berencana mengenalkan pacarnya yang sebentar lagi akan tiba di rumah.


Saat kudengar suara wanita di pintu depan betapa terkejutnya diriku. Kak dian membawa seorang wanita kehadapanku yang ternyata sahabatku sendiri.


"tiara kamu ?" ucapku terkejut


"nara kamu ngapain di rumah kak dian ?" dia pun sama terkejutnya


"kak dian itu kakak aku tiara !" ucapku meyakinkan


Tiara pun tak menyangka jika kekasihnya itu ternyata kakak sahabatnya begitu juga kak dian. Tapi aku bahagia tiara bisa menjadi kekasih kakakku. Karena aku tahu kalau tiara itu orang yang baik. Dia tidak akan pernah menyakiti perasaaan kak dian.


Sedangkan kak reza dia hanya memperhatikan kami. Mungkin dia bingung sedang melihat drama tv secara langsung, seperti yang ada di tv ikan terbang.


Setelah keterkejutan tadi kami pun akhirnya menonton film di tv dengan kaset dvd yang kak reza bawa.

__ADS_1


__ADS_2