
Setelah menyimpan barang di pondok. Justin menjahiliku aku pun berlari mengejarnya. Kami bermain kejar-kejaran.
Saat aku mengejar justin seperti de javu, aku seperti pernah seperti ini sebelumnya. Berlarian di padang rumput yang luas, justin menghampiriku dan memelukku.
"kenapa berhenti sayang ?" tanyanya
"ah, tidak justin !" ucapku dan lamunanku seketika buyar
Justin pun mengajakku bermain air di sungai kecil.
"sayang foto.in aku yaa !" ucapku manja sambil menyodorkan ponselku dan duduk di antara batu tersebut.
"ada maunya panggil sayang !
kenapa ngg setiap saat panggil sayangnya ?" jawabnya ketus
"hahah, kamu marah ya ?" tanyaku sambil turun dari batu dan menghampirinya
"ngg, cuman kesel aja " jawabnya ketus
Aku pun mencium bibirnya dan mengalungkan tanganku padanya.
mmmhhh......mmuuaach...
Justin hanya melototkan matanya lalu menekan tengkuk leherku untuk memperdalam ciuman kita. Aku pun mendorong justin saat aku sudah kehabisan nafas dan menghirup banyak oksigen.
"kamu curaang " ucapku sambil memanyunkan bibirku
__ADS_1
"haha, udah duduk sana
aku fotoin kamu !" ucapnya membawaku ke batu besar tadi yang aku duduki.
Aku memasang berbagai gaya dan justin memotretku.
"sayang apa kamu mau jadi model perusahaanku ?" ucapnya tiba-tiba
"kenapa ?" tanyaku
"kamu begitu cantik dan gayamu begitu natural saat kamu di depan kamera !
aku fikir jika kamu menjadi brandnya orang lain akan tertarik untuk membelinya ?" jelasnya
"apa kamu akan menjual istrimu ini untuk perusahaanmu ?" tanyaku
"aku cuman memberimu tawaran sayang bukan mau menjualmu !" ucapnya sambil mencubit hidungku dan mencium keningku
"aku hanya suka melihat kamu seperti tadi,
terlihat sangat cantik dan bahagia di depan kamera !" ucapnya melettakan kedua tangannya di pundakku
Aku mengangguk padanya dan justin pun tersenyum padaku.
tidak terasa waktu semakin siang. Sinar matahari semakin terik dibuatnya.
Justin masuk ke pondok dan mengambil perlengkapan piknik kami.
__ADS_1
Aku menunggunya di bawah pohon besar. Kami pun menata bekal kami diatas karpet,
Justin bertanya tadi sarapannya roti bakar dengan telur dan sosis. Kenapa di saat buka bekal piknik kami terdapat makanan khas sunda.
Aku pun bilang padanya dari pagi-pagi sekali aku sudah membuat bekal ini. Justin mencoba makanan yang aku buat.
Dia memuji makananku dan menyarankan aku untuk membuka restoran sunda.
Aku hanya memutar mata malas, aku bilang padanya bahwa aku sudah memiliki restoran khas sunda yang tersebar di kota-kota besar di indonesia.
Dia kira diriku hanya membuka toko kue dan kafe saja.
Aku pun hanya tertawa dan menceritakan masa laluku.
Saat aku duduk di bangku SMP aku selalu di bully dan selalu berdiam diri di rumah. Tapi, mama selalu menyemangati diriku dan menyuruhnya untuk belajar memasak.
Melihat bakatku yang senang sekali memasak membuat papa berinisiatif untuk membangun restoran untukku.
Aku sangat jago sekali dalam masakan khas sunda dan terbukti restoranku pun banyak sekali peminatnya.
Itu sebabnya aku ingin belajar bisnis agar aku bisa mengelola restoranku sendiri.
Justin pun hanya mengangguk mendengarkanku bercerita sambil menyantap makan siangnya.
Setelah selesai kami pun pulang dari pondok. Dia berkata mulai besok dia harus pergi bekerja.
Aku pun mengangguk pertanda mengerti. Aku juga harus ke perusahaanku esok.
__ADS_1
pasti kak ken sudah menungguku, karena keberangkatanku yang mendadak. Walau sebagian laporan telah ia kirimkan lewat email.