Ternyata

Ternyata
bab 37


__ADS_3

Mentari datang mengeluarkan sinarnya ke bumi menunjukkan bila pagi telah tiba.


Saat nara membuka mata dia melihat justin memandangi wajahnya.


"maaf aku membangunkanmu sayang" ucapnya sambil mengusap rambutku


aku tersenyum padanya dan mengusap kedua mataku.


"aku yang harus meminta maaf karena aku ketiduran !" ucapku dengn suara khas bangun tidur


Cuuppp....


justin tiba-tiba mencium bibirku


"justin " ucapku terkejut sambil medorong tubuhnya


Justin hanya tertawa melihatku yang lucu menurutnya


"aku kan baru bangun!


masih ngumpulin nyawaku tahu" ucapku kesal sambil merubah posisiku menjadi duduk


"kamu bangun tidur itu terlihat sexy sayang" sambil melingkar tangannya dari belakang dan menaruh kepalanya di pundakku


kruyuukk....

__ADS_1


suara perut nara berbunyi


"kamu laper sayang ?" tannyanya sambil melihat ke arahku dan tangannya mengusap perut rataku.


Aku hanya mengangguk


Justin pun menyuruh orang untuk membawa makanan ke kamar rawatnya.


Aku pun beranjak dari ranjang ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Karena kamar rawat justin seperti kamar hotel aku pun pergi ke ruangan sebelah dan melakukan ritual mandiku.


Setelah selesai aku memakai baju yang ada di lemari. Mungkin kemarin kak reza yang memindahkan bajuku ke dalam lemari.


"justiiiin....." teriakku


Justin segera keluar dan menutup kembali kamar tersebut sambil menyeret tempat infusnya yang menggantung.


Aku dengan cepat memakai baju dan mengoleskan make up tipis di wajahku dan keluar dari kamar tersebut.


Kulihat justin sedang duduk si sofa dengan makanan yang banyak.


"queen sayang sini cepat makan " sambil mengusap ruang kosong di sebelahnya.


Aku pun menghampirinya dan duduk di sebelahnya dan justin segera menyuapiku. Seperti kebiasaanya dia akan menggigit makanannya terlebih dahulu lalu menyuruhku untuk menggigit bekas gigittannya. Setelah kenyang dia memberiku susu coklat hangat.

__ADS_1


Hari ini justin akan pulang ke mansionnya. Dia sudah merasa bosan di rumah sakit. Dokter pun mengizinkannya untuk pulang karena kesehatan justin sudah mulai membaik.


justin menyuruh orang untuk membereskan barang-barang di rumah sakit. Setelah selesai supir datang menjemput kami dan membawa pulang kami ke kediaman wijaya.


Saat kami pulang kami di sambut oleh momy, dan gradma.


Mereka memelukku bergantian, kak reza pun turun dari tangga dan memeluk justin.


Saat akan memelukku justin langsung merangkul pinggangku dan memasang wajah dingin kepada kak reza dan berdehem keras.


"dia kan akan menjadi adikku justin, kamu ini !" ucapnya kesal


Sontak membuat momy dan grandma tertawa terbahak-bahak sedangkan justin tetap dengan wajah datarnya.


Kami pun dibawa ke kamar justin sedangkan aku ke kamar lamaku yang ada di sebelah kak reza.


Justin sebenarnya meminta untuk satu kamar denganku. Keluarganya pun tak keberatan toh besok aku akan menikah dengannya.


Tapi, aku menolak dengan alasan aku rindu dengan kamar lamaku dan aku berbisik pada justin jika dia tidak mengijinkannya aku tidur di kamar lamaku.


Aku akan kabur di saat pernikahan tiba.


Dia melotot dan mengatakan akan mematahkan kakiku supaya aku tidak bisa berlari dan kabur darinya. Dia pun mengatakan akan memperketat penjagaan supaya aku tidak bisa kabur.


Aku hanya bisa menelan salivaku. Ancamannya membuatku menjadi takut. Apakah dia bersungguh-sungguh atau bercanda saja.

__ADS_1


__ADS_2