Ternyata

Ternyata
bab 24


__ADS_3

Di saat aku sedang menikmati sore hari di balkon apartemen dengan meminum teh. Suara bell berbunyi


ting ..tong..


Kulihat dari layar justin sedang berada di depan pintu dengan rambut yang berantakkan.


"justin kamu kenapa ?" sambil ku membukakan pintu ku cium bau alkohol menyengat dari tubuhnya. Justin tidak menjawab dia langsung masuk, menutup pintu dan mendorongku ke dinding.


"aku yang harusnya bertanya queen !


kenapa kamu menjauhiku" tanyanya


"apa kamu marah karena aku meninggalkanmu pulang lebih awal ?


Apa kamu marah karena aku tidak meminta izinmu dahulu ?" tanyanya bertubi-tubi dengan wajah yang menyeramkan


"tidak justin aku tidak marah, aku cuman


..aku....." ucapku takut dan terbata-bata


"kenapa ? ouh, aku tahu apa karena tommy ?

__ADS_1


apa yang dia lakukan sampai kamu menjauhiku queen ?" ucapnya sambil tiba-tiba menangis


"justin maaf, aku membuatmu seperti ini !" ucapku sambil memeluknya dan mengusap punggunya


"queen, kau tahu kan aku sangat mencintaimu, kenapa kamu tega melakukan ini semua padaku ?" tanyanya kembali marah


"maafkan aku justin...aku membuat hatimu terluka...." ucapku sambil menetekan air mataku


Seperti bukan dirinya justin menciumku dengan brutal dan kasar


"kita lihat queen siapa sebenarnya yang pantas untukmu ?" ucapnya di sela-sela ciuman kami


Aku berusaha melepaskan diri dari justin. Tapi, apa daya kekuatan justin lebih kuat dariku.


sebelahnya lagi tangannya memegang tengkuk leherku utntuk memperdalam ciuman kami.


Justin mecium bibirku dengan kasar dia meng""sap bergantian dri bibir atas dan bawahku. Justin pun menggigit bibir bawahku sehingga mulutku terbuka dan memasukkan l""dahnya ke dalam kerongkonganku mengabsen setiap gigiku.


Setelah puas ciumannya pun turun ke leher dan membuat bekas kepemilikkan di sana.


Aku pun menangis membrontak padanya tapi, nafsunya tidak bisa di bendung lagi.

__ADS_1


Aku meminta justin untuk melepaskanku justin tidak perduli. Dia malah membawaku masuk ke dalam kamar. Setelah lelah menangis aku tertidur pulas.


Aku tertidur lama sekali, ketika aku bangun aku melihat justin sedang memegangi kepalannya dan menghampiri ke arahku.


"kamu sudah bangun sayang ?" tanyanya lembut sambil membawaku ke pelukkannya.


Aku hanya diam di dalam pelukkannya


"maaf aku membuat sperti ini membuat kamu takut, aku benar-benar lupa apa yang terjadi kemarin !" ucapnya merasa bersalah


Dia melihat mataku yang sembab, lalu dia mengusap bibirku yang bengkak dengan jarinya dan pandangannya melotot saat dirinya melihat banyak sekali tanda merah di leher dan dadaku karena ulahnya.


"maaf sayang, maafkan aku ! " ucapnya sambil memelukku


Flashback on


Aku begitu frustasi melihat perubahan queen terhadapku yang awalnya selalu tersenyum ceria. Tiba-tiba menjauhi dan selalu menghindariku.


Entah apa kesalahan yang aku perbuatnya sampai dia memutukan untuk pindah dari rumahku.


Aku pun pergi ke bar dan meminum banyak alkohol. Dengan setengah kesadaran aku meminta supir taxi mengantarku ke apartemen queen. Aku menekan tombol bel apartemennya. Queen pun membukakan pintu melihat orang yang membuatku marah, kecewa dan juga rindu membuat akal sehatku hilang. Aku bertanya kepadanya kenapa dia menjauhiku dia hanya diam dan meminta maaf. Tapi, saat aku menyakan tommy kulihat dari matanya dia seperti menyembunyikan sesuatu aku pun marah padanya. Setelah itu aku tak ingat lagi apa yang terjadi selanjutnya.

__ADS_1


Flashback off


__ADS_2