Ternyata

Ternyata
bab 31


__ADS_3

Acara pun di mulai. Aku dan justin berada di atas panggung karena kami menjadi lulusan terbaik di universitas tersebut.


Aku menunduk tidak berani menatap matanya. Kami pun turun dari panggung dan tidak bertegur sapa.


Setelah acara selesai kutemui keluargaku dan berfoto di sana. Keluargaku sempat heran dengan justin yang babak belur di wajahnya. Saat akan bertanya, justin sudah menghilang.


Kami pun pulang menuju apartemen. Aku satu mobil dengan tommy sedangkan keluargaku satu mobil di mobil yang lain.


Sepanjang perjalanan tommy menggenggam erat tanganku. Aku hanya tersenyum padanya.


Tapi, tiba-tiba dari arah berlawan kami melihat truk melaju dengan kencang dan menabrak mobil kami dengan keras. Setelah itu gelap aku membuka mataku dan


kulihat tommy masih menggenggam erat tanganku dengan berlumuran darah dan mengucapkan


"aku mencintaimu, selamat tinggal sayang !" ucapnya lalu pandanganku gelap kembali.


"sayang kamu sedang apa di sini ?" tanyaku kepada tommy yang sedang duduk di dekat danau.


"aku sedang melihat danau ini sayang,

__ADS_1


aku ingin pamit kepadamu !" ucapnya sambil tersenyum


"sayang kamu mau kemana ?


aku ingin ikut bersamamu, tolong jangan meninggalkanku !" ucapku sambil menahan tangannya untuk pergi


Tiba-tiba dari arah danau kulihat cahaya terang menyinari dan tommy pun pergi ke arah cahaya tersebut dan melambaikan tangannya ke arahku sambil tersenyum.


"tommy......" teriakku sambil menangis


"sayang, akhirnya kamu bangun ?" tanya mama sambil menangis dan memelukku


"mama, tommy mana ?" tanyaku pada mama dengan mataku sibuk mencari tommy di ruangan serba putih ini.


"maksud mama apa ? kenapa mama bilang seperti itu ?" tanyaku bingung


"tommy meninggal sayang, saat dia di larikan ke rumah sakit dia kehilangan banyak darah " ujar mamaku menjelaskan


"apaaaa ?" jawabku terkejut

__ADS_1


"ngg.....ngg......tommy....ngg mungkin....toooommmmyy...hiks....hiks...." teriak nara tidak percaya


"tommy......tommy.....hiks...hiks....hiks...." histeris nara menangis


Karena, nara begitu histeris mama nara pun menekan tombol darurat karena nara yang terus menangis sambil berteriak.


Dokter dan suster pun datang menyuntikkan obat penenang pada nara. Perlahan-lahan nara mulai tenang.


Setelah, kejadian itu nara hanya diam dengan tatapan kosong. Dokter berkata nara mungkin masih shock atas kejadian yang menimpanya dokter pun rutin memberi nara obat penenang selama 7 hari perawatan di rumah sakit.


Setelah kecelakaan nara koma selama 3 hari dan sekarang sudah hari ke 10 nara di rumah sakit. Nara sebenarnya sudah dinyatakan sehat oleh dokter cuman jiwanya masih sedikit terguncang dan dokter menyarankan untuk nara menjalankan rawat jalan saja tidak perlu di rawat di rumah sakit.


Dan sekarang nara sudah pulang ke apartemennya. Melihat nara seperti itu keluarga nara begitu cemas. Nara yang ceria berubah menjadi nara yang pemurung.


Dia hanya diam dan duduk di sofa tidak pernah berkata sedikit pun.


Mama nara begitu sabar merawat nara, teman-teman nara pun merasa iba melihat nara seperti itu.


Semenjak nara sakit mama nara memutuskan untuk tinggal sementara di jerman untuk pengobatan kesembuhan nara, ditemani tiara dan baby al.

__ADS_1


Sedangkan papa dan kakak nara pulang karena pekerjaan yang ada di indonesia tidak bisa ditinggalkan.


Keluarga kak reza pun selalu datang menjenguk nara ke apartemen.


__ADS_2