Ternyata

Ternyata
bab 25


__ADS_3

Aku masih diam tidak bersuara, aku masih terkejut dan masih mencerna apa yang sudah terjadi kemarin.


Justin memang mencumbuku malam itu. Tapi, setelah itu dia tertidur di atas badanku.


Pakaiannya masih lengkap melekat di badannya aku pun sama. Walau bajuku sedikit robek dibuatnya.


Justin mengajakku untuk bangun dari ranjang. Aku hanya diam, justin pun memutuskan meninggalkanku untuk membuat sarapan.


Saat justin pergi aku bergegas masuk ke kamar mandi. Setelah mandi dan memakai pakaianku betapa terkejutnya aku melihat banyak kissmark di leher dan dadaku di pantulan cermin kamar.


Justin pun datang dan memelukku dari belakang


"sini aku yang menyisir rambutmu !" sambil merebut sisir dari tanganku


Aku hanya diam melihatnya, jujur aku masih takut dengan kemarahan justin kemarin. Aku bingung harus bagaimana sikapku terhadapnya.


"sayang udah beres, ayo kita makan ?" ajaknya sambil menarikku ke ruang makan


Kulihat atas meja tersaji sandwich tuna dan susu di sana. Justin pun menggigit sandwichnya lalu memberikannya padaku. Dia melakukannya lagi sampai sandwich itu habis. Lalu memberikanku susu hangat.


Selesai makan justin menggendongku ala bride style ke arah ruang tv. Dan menurunkanku di atas sofa, justin pun duduk di sebelahku sambil merangkul pinggangku.


Kami pun menonton salah satu channel tv.

__ADS_1


"queen apa kamu masih marah padaku ?" tanyanya sambil menatap ke arahku


"aku tidak marah justin ,aku hanya terkejut dan takut !" ucapku sambil membalas tatapannya


"maafkan aku queen, aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi aku mohon " ucapnya memohon dengan tulus


"baik, justin aku memaafkanmu tapi ada syaratnya !" ucapku


justin pun mengubah posisi duduknya dan menggenggam tanganku.


"apa pun itu aku pasti melakukannya untukmu !"


"bisakah kamu tidak menemuiku dulu sebelum aku lulus kuliah ? aku mohon !


"apa ?" jawabnya terkejut


"aku tidak bisa queen, aku sangat mencintaimu. Aku pun berjanji tidak akan mengulangi kesalahanku lagi. Tapi menjauhimu aku tidak sanggup queen !" ucapnya sedikit emosi


kupegang wajahnya dengan kedua tanganku


"bila kamu benar-benar mencintaiku, tolong jangan temui aku sebelum kita berdua lulus. Aku mohon justin !" ucapku memohon


"setelah lulus aku berjanji apa pun yang kamu minta aku akan penuhi, aku hanya ingin fokus terhadap kuliahku saat ini. kumohon justin tolong mengerti keadaanku !" tambahku

__ADS_1


justin pun menghela nafas kasarnya


"baik kalau begitu keinginanmu, aku akan melakukannya. Tapi, ingat akan janjimu aku akan menagihnya sayang !" ucap justin mengalah


"terima kasih justin, !" ucapku tulus sambil tersenyum


"queen karena hari ini hari libur bolehkan aku menghabiskan waktuku bersamamu sebelum aku pergi ?" tanyanya


"baiklah, karena hari ini hari terakhir kita bersama " jawabku dengan tersenyum


justin pun tersenyum dan mencium bibirku sekilas.


"justin...kamu jangan nakal !" ucapku sambil mencubit lengannya


"queen itu yang terakhitlr sebelum kita berpisah !" ucapnya sambil tersenyum lebar.


Kami berdua lalu tertawa bersama, kami menghabiskan waktu dengan menonton dan memakan makanan yang justin pesan online. Kulihat justin tersenyum bahagia.


Aku menjadi merasa bersalah kepadanya. Kulihat justin begitu mencintaiku. Tapi, bagaimana dengan tommy.


Aku akan memastikan lagi hatiku sebenarnya siapa yang patut harus aku perjuangkan dan aku tinggalkan. Walau kenyataan pahit harus diterima salah satu dari keduanya.


Setahun lebih aku berencana tidak akan menemui mereka lagi. Aku akan fokus kuliah terlebih dahulu.

__ADS_1


__ADS_2