Ternyata

Ternyata
bab 29


__ADS_3

Tommy hanya diam mendengarkan cerita nara.


Dirinya merasa bersalah karena tidak bisa menjaga nara dengan baik.


Dirinya juga marah karena orang yang dicintainya pernah di perlakukan seperti itu.


Tommy meminta nara untuk bersamanya setelah pulang nanti. Dirinya khawatir bila terjadi sesuatu pada nara.


Dia akan meminta papanya untuk memajukan acara pernikahannya. Supaya nara bisa selalu berada di sisinya.


"sayang kamu jangan takut lagi yah, aku ada di sini untukmu " ucapnya sambil memelukku


"tommy maafkan aku, aku pernah mengkhianatimu, aku menyakiti perasaanmu aku minta maaf tommy !" ucapku sambil menangis


"cuupp...sudah ini semua bukan salah kamu yang berlalu biarlah berlalu " ucapnya sambil mencium keningku dan mengusap punggungku.


"ayo tidur, besok kamu kan harus bangun pagi !" ucapnya sambil mencium keningku


"iya, terima kasih tommy " ucapku sambil berbaring di tempat tidur


Saat aku memejamkan mataku kulihat tommy ikut tidur di sebelahku


"tommy kenapa kamu tidur di sini ?" tanyaku padanya sambil aku bangun dan duduk dihadapannya


"memangnya kenapa ? sebentar lagi juga kita akan menikah !" ucapnya sambil mengajakku kembali untuk tidur

__ADS_1


"tapi kan....." sebelum ucapanku selesai tommy memotong ucapanku


"tenang saja sayang aku ngg akan ngapa-ngapain kamu kok, aku juga tau batasannya !" ucapnya sambil membenarkan selimut


Kami pun akhirnya tertidur dengan tommy memelukku dari belakang.


waktu terus berputar, akhirnya pagi pun telah tiba. Aku membangunkan tommy karena pagi telah menampakkan sinar mentarinya.


"sayang ayo bangun " ucapku sambil mengusap pipinya


Tidak ada jawaban darinya


"sayaaaang... ayo bangun " sedikit ku lebih keras


masih tidak bergeming. Akhirnya kuputuskan untuk pergi mandi.


Tak terasa satu jam aku berendam, aku pun segera keluar kamar mandi memakai handuk.


ku lihat tommy masih tertidur, aku pun melangkahkan kakiku ke arah lemari dan meminjam kemeja putihnya. Aku harap dia tidak marah karena aku meminjam bajunya.


Aku pun duduk di meja rias dan menggosokkan rambutku dengan handuk.


Setelah selesai aku menghampiri tommy dan menyuruhnya untuk bangun.


"sayang bangun " sambil mengecup pipinya

__ADS_1


tetap tidak ada jawaban


aku pun duduk di sisi ranjang menunggunya bangun dan saat aku duduk tommy langsung memeluk pinggangku.


"aku udah bangun sayang " ucapnya dengan mata masih terpejam


"ayo cepat mandi, hari ini aku harus ke kampus untuk wisuda !" ucapku menyuruhnya untuk mandi


Tommy pun pergi ke kamar mandi sambil menunggu kubereskan tempat tidur. Dan duduk di sofa sambil memainkan ponselku.


Tommy prov


Saat aku membuka mata kudengar suara gemericik air dari arah kamar mandi. Aku pun menelpon asistenku untuk mengantarkan pakaian dan make up untuk nara.


Saat nara keluar, aku pun pura-pura masih tertidur.


Saat nara menghampiriku ide jahil melintas di fikiranku. Karena, melihatnya kesal membuatnya lebih cantik walau tanpa riasan pun.


Tommy prov end


Menunggu tommy keluar kamar mandi begitu lama bagiku. Tiba-tiba suara ketukkan pintu membuyarkan lamunanku.


Pelayan mengantarkanku banyak gaun dan juga alat make up untukku.


Aku pun memilih gaun mana yang akan aku pakai di acara itu. Sungguh aku bingung untuk memilihnya.

__ADS_1


sedang asyik memilih aku dikejutkan dengan tommy yang keluar dari kamar mandi.


__ADS_2