
Setelah aku mandi aku pun bergegas untuk tidur. Aku malas untuk turun ke bawah dan makan malam.
Jam 7 malam mama membangunkanku karena ada vero di ruang tamu swdang menungguku.
what vero ? kok mama sepertinya akrab ya ? batinku
Aku pun bergegas bangun dan mencuci mukaku lalu turun ke bawah, kulihat vero sedang asyik mengobrol dengan papa.
"sini sayang duduk, karena kamu sudah di sini papa masuk dulu ya !" ucap papa sambil beranjak meninggalkan kami berdua
"hai vero !" sambil ku menguap dan duduk di sampingnya dan meletakkan kepalaku di sofa.
Vero hanya tertawa
"kamu udah cuci muka ?" tanyanya
aku pun mengangguk
"udah sadar belum ?" tanyanya lagi
"dikit " sambil ku tersenyum padanya
"maaf ya aku main ke rumah kamu ngg bilang dulu tadi aku telpon kamu, kamu ngg angkat eeh ternyata kamu tidur
__ADS_1
maaf aku mengganggu tidurmu !" ucapnya bersalah
"ngg kok, aku cuman memejamkan mataku aja hehe " cengirku
Kami pun akhirnya mengobrol, aku bertanya kepadanya. Kenapa dia tahu rumahku dan kenapa dia kenal dengan orang tuaku.
Vero pun bercerita dulu kak dian itu temannya sewaktu kuliah tentu dia mengenal keluargaku. Dia juga rekan bisnis papa dan kak dian.
Saat aku masih kecil dia sering ke sini untuk mengerjakan tugas kuliah bersama kak dian. Mungkin karena sudah lama jadi aku tidak ingat dengannya.
Aku pun hanya mengangguk mendengarkan ceritanya. Pantas saja dia ada di acara pernikahan kak dian fikirku.
Asyik mengobrol mama dan papa mengajakku untuk makan malam.
Setelah makan malam vero pamit untuk pulang. Aku pun mengantarkannya sampai ke depan rumah.
Saat aku akan masuk ke kamarku. Papa dan mama memintaku untuk duduk di sofa terlebih dahulu.
Papa dan mama terlihat sangat serius. Aku pun duduk dan mendengarkan apa yang akan mereka bicarakan padaku. Papa memintaku untuk menikah dengan justin.
Aku terkejut kenapa papa memintaku menikah dengannya.
Flasback on
__ADS_1
Setelah kelulusan kuliah, justin mencoba untuk bunuh diri. Karena tidak sanggup untuk melihat nara menikah dengan orang lain.
Justin di rawat di rumah sakit selama 1 setengah bulan karena koma. Saat justin sadar dia meminta keluarganya untuk menikahkannya dengan nara jika tidak dia mengancam keluarganya untuk bunuh diri lagi.
Keluarga justin pun akhirnya menelpon keluarga nara untuk meminta menikahkan nara dengan justin.
Flashback off
Nara begitu terkejut dengan berita itu. Tidak menyangka justin akan melakukan hal tersebut.
Pantas saja saat aku di rumah sakit keluarga kak reza tidak ada yang datang menjenguknya dirinya.
Nara hanya pasrah menuruti orang tuanya. Karena menurutnya keputusan orang tua tidak akan menyesatkan anaknya.
Apalagi justin seperti itu gara-gara nara juga begitu fikirannya.
Papa nara pun meminta nara untuk pergi ke jerman kembali untuk menemui justin. Karena pernikahan akan segera dilaksanakan.
Nara hanya menurut pasrah mungkin justin memang jodoh yang dikirim tuhan untuknya.
Nara pun pamit ke kamarnya sedangkan papa nara segera menelpon keluarga wijaya untuk mengurus pernikahan anak mereka.
Kabar tersebut membuat keluarga wijaya bahagia. Karena, putri kesayangan mereka akan menjadi menantu mereka.
__ADS_1
Di dalam kamar nara segera memejamkan matanya, berharap keputusannya yang diambil itu benar.