Ternyata

Ternyata
bab 48


__ADS_3

Sungguh aku sangat bodoh, sampai aku lupa untuk mengabari justin dan saat aku pergi ke cafe pun aku tidak memberitahunya.


Saat kulihat layar ponselku di sana terlihat banyaknya panggilan dan pesan dari justin. Kenapa aku bisa sepelupa itu aku merutuki diriku.


Aku pun duduk di sofa kamar dan menghubungi justin. Tapi, saat aku akan memencet tombol panggil. Pintu kamarku terbuka dan justin terlihat sangat marah padaku.


Bagaimana ini justin terlihat begitu menyeramkan. Aku pun berdiri di hadapan justin.


"sayaang, kamu sudah pulang ?" ucapku sambil memaksakan bibirku untuk tersenyum manis dihadapannya.


Justin membanting pintu dan menguncinya.


Dia membuka jas dan dasinya lalu melemparnha ke sembarang tempat. Dia mengunciku ke dinding dan menciumku dengan kasar.


Dia mencium leherku dan meninggalkan banyak kissmark di sana. Tanganku di kunci olehnya sehingga aku tidak membrontak. Lalu dia merobek paksa bajuku dan mer"mas dadaku dan mel"matnya dengan ganas. Setelah puas dia melemparkan tubuhku di atas ranjang dan menindih tubuhku. Justin melakukannya hingga beberapa kali. Saat aku terkulai lemas di sebelahnya. Dia hanya memasang wajah dinginya.


Aku pun mencoba untuk berbicara padanya.


"sayang maaf aku lupa waktu sampai tidak mengabarimu !" ucapku dengan pupy eyesku

__ADS_1


"besok kamu jdi sekertarisku queen !" ucapnya datar


"kenapa ?" tanyaku bingung


"apa hukumanmu perlu ditambah sayang ?


jika kamu menolak aku dengan senang hati membuatku tidak bisa berjalan lagi dan waktumu hanya di tempat tidur saja !" ucapnya ketus


Aku hanya menelan salivaku, sungguh aku takut dengan ancamannya.


Flashback on


Justin pun pergi ke kantornya. Tetapi nara tak kunjung menghubunginya. Di kantor justin tak bisa fokus dan akhirnya memutuskan untuk pulang.


Sungguh dia merasa marah dan kesal melihat nara sudah ada di rumah. Justin pun memutuskan untuk menggabung perusahaan dirinya dan nara. Agar nara bisa selalu berada disisinya.


Flashback off


Nara hanya diam melihat kemarahan justin yang menidurinya tanpa ampun.

__ADS_1


Justin pun akhirnya meminta maaf pada nara karena emosinya membuat nara kelelahan.


"sayang maafkan aku ya ?" ucap juatin tulus


nara menoleh ke arah justin


"aku yang harusnya meminta maaf, aku belum bisa menjadi istri yang sempurna sampai melupakanmu sayang !


tapi aku berjanji akan menjadi istri yang lebih baik kedepannya " ucap nara dengan mata berkaca-kaca


Justin pun mencium kening nara dan memeluknya dengan erat.


"kamu ngg salah sayang, aku yang tidak bisa mengendalikan emosiku ! " ucapnya sambil memegang kedua pipi nara


Nara hanya tersenyum melihat justin. Di merutuki kebodohannya. Bisa-bisanya dia melupakan bila dirinya memiliki seorang suami sekarang dan lebih parahnya lagi dia tidak memberi kabar pada justin.


Nara pun hanya pasrah bila dirinya menjadi sekertaris pribadi suaminya dan menggabung perusahaannya dengan sang suami.


Dirinya yakin jika keputusan justin melakukan semua itu semata-mata untuk kebaikannya juga. Dia bisa lebih banyak bersama justin dan berharap perusahaannya bisa lebih berkembang lagi dan membuat karyawannya makmur.

__ADS_1


Karena nara tahu bila suaminya itu adalah orang yang sangat hebat dalam bisnis.


__ADS_2