
Aku terpaku melihat tommy keluar dari kamar mandi. Ternyata tommy memiliki badan kekar dan mempuyai roti sobek d bawahnya. Membuat pipiku panas melihatnya dan getaran aneh seperti orang tersetrum.
Aku pun dengan cepat membalikkan badanku membelakanginya.
"hahaha, sayang kamu kenapa ?" tanyanya sambil tertawa membuatku malu
"ngg apa-apa sayang, cepat pakai bajumu aku sudah menyiapkannya di atas ranjang " ucapku menyuruhnya memakai pakaian
Aku masih mematung membalikkan badanku. Apa dia tidak malu bertelanjang dada di depanku seperti itu batinku.
Tapi, tiba-tiba badan kekarnya sudah melingkar di pinggangku.
"sayang kamu tahu, kamu duluan yang menggodaku " ucapnya sambil meletakkan kepalanya di pundakku
"kapan ?" tanyaku bingung
"sekarang...lihat kemeja ku ini terlihat sangat sexy di tubuhmu !" ucapnya dengan berbisik di telingaku membuat aku merinding mendengarnya.
Lalu dia menyingkirkan rambutku ke belakang dan menciumi leher jenjangku.
Aku hanya memejamkan mataku sambil meremas lengannya yang melingkar di perutku.
__ADS_1
"aku sudah tidak sabar sayang untuk segera menikahimu !" ucapnya sambil membalikkan badanku dan medekatkan wajahnya ke wajahku.
Kurasakan deru nafas beraroma mint menghembus di hidungku.
Tommy pun mengecup bibir bergantian antara bawah dan atas bibirku. Aku pun membalasnya mengecup dirinya. Saat lidahnya akan menerobos ke dalam mulutku aku tersentak dan menyudahinya.
"sayang, nanti aku telat loh !" ucapku manja sambil menatap matanya
dia hanya tersenyum,
"nanti jika kamu sudah menjadi istriku akan kupastikan kamu tidak alasan untuk menolak suamimu ini " ucapnya kesal sambil mengusap bibirku.
Aku pun dengan tergesa-gesa memakai gaun dan memakai make up. Tapi saat kulihat di pantulan cermin leherku ada tanda merah di sana.
aku pun memakai foundation dan bedak agak tebal di sana supaya tersamarkan warnanya.
Tommy hanya tersenyum geli memperhatikanku yang kesal di sofa sambil memainkan ponselnya.
Waktu semakin beranjak siang. Tommy mengajakku untuk sarapan terlebih dahulu di restoran bawah.
Aku hanya memesan sandwich keju kesukaanku dan air putih.
__ADS_1
Aku takut telat datang ke gedung tempat acara berlangsung.
Setelah selesai sarapan aku dan tommy masuk ke dalam mobil dan diperjalanan.
Aku menelpon mama memintanya untuk membawakan baju togaku yang ada di dalam apartemenku.
Tommy menggenggam tanganku erat untuk menenangkan kepanikkanku.
"semua akan baik-baik saja sayang kamu yang tenang ya " sambil mencium punggung tanganku.
Aku hanya diam setelah tommy menenangkanku.
Kami pun sampai di tempat parkir di gedung wisuda itu. Kulihat teman-temanku sudah datang dan duduk di kursi dalam gedung.
Kulihat keluargaku sudah datang, aku pun menghampiri mereka. Mama pun segera membantuku untuk memakai baju togaku dan segera ku berlari ke dalam dan segera duduk di samping teman-temanku.
Mereka memujiku karena aku terlihat sangat cantik. Aku pun mengucapkan terima kasih kepada mereka. Dan acara pun dimulai kulihat di unung sana justin hadir dengan mukanya yang babak belur tapi, tidak terlalu parah seperti kemarin.
Sebenarnya aku ingin menghampiri menyapanya dan menanyakan keadaannya. Tapi, ku urungkan niatku karena, aku takut melihat justin kembali marah seperti kemarin. Sungguh menyeramkan bagiku melihat dirinya yang marah. Seolah-olah itu bukan justin yang aku kenal.
Aku tahu dia memperhatikanku. Aku pun hanya berpura-pura tidak melihatnya.
__ADS_1