Ternyata

Ternyata
bab 21


__ADS_3

Hari mulai gelap aku dan tommy memutuskan untuk pulang.


Aku pun naik ke atas motor tommy, sepanjang perjalanan tommy menggenggam erat tanganku.


Aku tahu, pasti berat untukku dan untuknya melakukan hubungan jarak jauh.


Aku pasti akan sangat merindukannya. Tommy melajukan motornya dengan pelan seolah-olah waktu tak ingin dia lewati dengan cepat.


Kami berhenti di pinggir jalan, tommy mengajakku untuk makan ayam goreng setan yang pedasnya nampol katanya.


Kami duduk bersampingan lalu


Tommy memesan 2porsi ayam ditambah nasi untuknya karena aku ngg suka nasi semenjak diet dan 2 air teh hangat.


Makanan pun datang ke meja kami,


"mmhh, pedes banget tom sambelnya !" ucapku kepedasan tapi makan dengan lahap


"sayang pelan-pelan makannya ngg akan ada yang ngerebut makanan kamu kok !" ucapnya sambil tersenyum


"kamu tahu di jerman aku ngg nemu sambel terasi tau !" ucapku memanyunkan bibir


"sayaaaaang, apa kamu tidak ingat apa yang aku bilang ?"


"bilang apa ?" tanyaku bingung

__ADS_1


"jangan memanyunkan bibir kamu seperti itu di depan orang lain !" lalau tommy mendekatkan wajahnya ke kupingku dan membisikkan sesuatu


"atau aku akan menciummu di sini ?" ucapnya membuat aku terkejut dan menoleh ke arahnya


"sayang jangan berisik, kamu menjadikan kita pusat perhatian orang !" jawabnya sambil mengusap pipi chubbyku.


"iyah, sayang maaf !" ucapku merasa bersalah


Tommy hanya tersenyum geli melihatku. Kami pun kembali menyantap makanan kami. Setelah, selesai tommy mengantarkanku ke rumah untuk mengambil koper.


Koper ku simpan di bagasi mobil oleh supir papa. Mama dan papa berpesan kepadaku untuk bersikap baik dan selalu patuh dengan ucapan dady dan momy kak reza di sana.


Setelah berpelukan mama dan papa mengantarku ke bandara. Tapi aku memilih menaiki motor tommy. Pap dan mama pun menurut saja mungkin aku masih ingin bersma dengan tommy fikirnya.


"aku akan rindu mama papa !" ucapku sambil melepas pelukanku


"tommy aku berangkat " ucapku sambil memluk tommy erat


"hati-hati sayang, awas kamu jangan nakal di sana aku akn sering-sering mengunjungimu !" ucapnya sambil melepaskan pelukanku dan mencium keningku


Mama dan papa terkejut, melihat ke arah kami


"Sepertinya mama bakal punya mantu laki pah " ucapnya


"iyah, ma..

__ADS_1


anak kita ternyata sudah dewasa !" timpal papa


Aku dan tommy pun hanya tersenyum malu.


"om, tante sebenarnya saya suka nara dari SMA. Kalau izinkan tommy ingin nara menjadi istri tommy om " ucapnya tiba-tiba


Membuat aku dan kedua orang tuaku terkejut. Aku tidak menyangka akan di lamar tommy di bandara. Apalagi ucapan tiba-tiba tommy membuatku tidak bisa berkata-kata lagi.


"maksud kamu, kamu melamar anak om ?" tanya papa


"iya om, tommy meminta restu om untuk menikahi nara setelah kami lulus kuliah !" ucap tommy


"maaf om, tommy mendadak memberitahu om. tommy pun tidak sopan melamar nara di bandara.


Tapi, tommy berjanji akan segera melamar nara dengan resmi dan membawa kedua orang tua tommy ke hadapan om !" ucapnya bersungguh-sungguh.


Sungguh aku terharu dengan keseriusan tommy kepadaku. Mama pun meneteskan air matanya karena terharu.


"baik, om merestui kalian berdua


Om cuman ingin minta 1 hal denganmu tommy untuk menjaga dan melindungi nara "


"cintai dia dan beri dia kebahagian karena nara anak manja kami yang kami sayangi " ucap papa sambil memeluk tommy


"iya om tommy berjanji !" jawab tommy sambil meneteskan air mata bahagia.

__ADS_1


__ADS_2