Ternyata

Ternyata
bab 54


__ADS_3

Hati justin sangat kacau terlihat dari raut wajahnya yang dingin. Sepanjang perjalanan pulang justin dan nara hanya terdiam.


Setelah memarkirkan mobilnya di garasi rumah. Justin masuk ke dalam kamar yang di ekori nara.


"sayang apakah kamu marah ?" tanya nara pada sang suami


"tidak sayang aku hanya kesal saja !" ucapnya


Nara pun memeluk justin diatas ranjang. dan membenamkan wajah justi ke dadanya lalu mengusap rambut justin.


"aku suka melihatmu seperti ini membuatku merasa gemas sayang !" ucapku menggodanya


Justin hanya tersenyum, aku pun mencium bibirnya sekilas.


"mmuuaach, ingat apa yang tadi aku katakan sayang ?" tanyaku


"iyah, sayang aku hanya kesal saja !" ucapnya


Kami pun tidur karena malam semakin larut. Setelah mengobrol.


Pagi hari seperti biasa aku bangun menyiapkan sarapan dan keperluan untuk justin.


"sayang, apa kamu ingat aku pernah menyuruhmu sebagai model ?" tanyanya saat kami sedang di meja makan


"iya sayang aku ingat..kenapa ?" tanyaku heran sambil menggigit sandwich

__ADS_1


"karena kita akan meluncurkan produk baru kita. Aku harap kamu mau jadi modelnya !"


Aku mengangguk mengiyakan


"baiklah sayang kalau begitu kamu bersiap untuk hari ini !" ucapnya sambil mengusap pipiku


Kami pun berangkat ke kantor setelah selesai sarapan.


Aku di bawa oleh salah satu karyawan ke ruangan yang ada di sana untuk menjadi model di sana.


Mereka memberi salam hormat kepadaku.


Aku pun membalas salam mereka lalu membawaku ke ruang make up dan mengganti pakaianku.


Setelah itu, aku di arahkan fhotografer untuk bergaya di depan kamera.


"terima kasih nyonya, saya begitu puas dengan pemotretan hari ini !


Jika anda bersedia, anda bisa menjadi model tetap saya di salah satu majalah !" ucap sang fhotografer


"terima kasih kak andre atas tawarannya, aku akan memikirkannya terlebih dahulu !" ucapku


Selesai dengan pemotretan aku kembali ke ruangan ganti. Tapi saat aku membuka pakaian tiba-tiba seseorang memelukku dari belakang.


"sayang, kamu mengejutkanku !" ucapku padanya saat kulihat siapa yang ada di belakangku

__ADS_1


"Aku merindukanmu sayang, di sana terasa sepi tanpamu !" ucapnya manja


"kamu ini, kita masih di gedung yang sama cuman berbeda ruangan saja haha " ucapku sambil tertawa


Justin hanya menciumi leherku


"sayang nanti ada yang lihat, aku mohon !" ucapku memohon


"sebentar saja sayang !" sambil mencium bibirku


Aku pun membrontak dan melepaskan ciuman kami.


"sayang jangan nakal, aku tahu junior bangun tapi aku mohon jangan di sini


di kamar ruangan kamu aja ya !" ucapku memohon sambil mengusap juniornya dengan tanganku


"baiklah, asal kamu yanng di atas sayang !" ucapnya menggoda sambil memaikaikan bajuku.


Lalu justin menggandeng tanganku dan meninggalkan ruangan tersebut yang di sambut dengan salam hormat.


Di dalam lift justin tidak henti-hentinya mencium bibirku aku pun membalasnya. Karena kami menaiki lift khusus predir membuatku merasa tenang tidak bertemu dengan karyawan kami.


Setelah lift terbuka justin menarikku masuk ke dalam ruangan. Sekertaris lili dan weni pun di abaikannya.


Lili adalah sekertaris baruku. Sedangkan weni adalah asisten pribadiku karena pekerjaan yang membuat aku menjadi super sibuk. Dan aku mengabaikan justin membuatnya menjadi marah. Karena aku hanya fokus pada berkas-berkas kantor.

__ADS_1


Dia merasa cemburu karena aku lebih mementingkan dokumen dari pada dirinya. Membuatku memiliki banyak waktu luang untuknya setelah mendapat sekertaris dan asisten ku itu


__ADS_2