
Nara sudah sampai di bioskop menunggu rio datang. Tapi, sudah 2 jam nara menunggu rio tak kunjung datang. Nara sudah mencoba beberapa kali menelpon dan mengirim pesan kepeda rio tapi tak ada balasan.
Nara pun memutuskan untuk pergi ke supermarket yang tak jauh dari sana.
Saat melimih camilan tak sengaja nara bertemu dengan tommy.
"eh, nara kamu lagi belanja juga ?" tanya tommy sambil menghampiriku
"iya, tom aku beli camilan aja !" jawabku
"sendiri ? kok ngg di temenin rio sih ?" tanyanya heran
"sebenernya aku janjian sama rio buat nonton tapi, udah 2 jam nunggu dia ngg dateng-dateng !" dengan nada sedih
"sialan tuh si rio beraninya dia memperlakukan nara begini
sampai membuatnya menunggu lama !" batinku
"mungkin dia ada keperluan nara, ya udah dari pada sedih mendingan kita makan ke kafe deket situ yuk !" ajakku
__ADS_1
"iyah boleh makasih tom " sambil tersenyum
flashback on
Saat tommy sedang mengendarai mobilnya. Di jalan tak sengaja tommy melihat motor rio sedang membonceng seorang wanita cantik nan sexy menuju mall. Karena, penasaran tommy pun mengikuti mereka.
Sesampainya di mall tommy melihat wanita itu bergelayut manja di lengan rio dan sesekali rio mencium kepala wanita itu.
Tommy pun pergi meninggalkan mall tersebut dan pulang menuju rumahnya.
Tapi, saat di perjalanan pulang tommy melihat nara memasuki supermarket. Tommy pun akhirnya, masuk ke dalam supermarket dan melihat nara sedang asyik memilih camilan. Tommy pun datang menghampiri nara.
Saat keluar dari supermarket tommy mengambil belanjaanku yang super banyak untuk di simpannya ke dalam bagasi mobil miliknya.
Tumben tommy bawa mobil mewah biasanya juga bawa motor fikirku.
Kami pun menyebrang jalan sambil tommy menggandeng tanganku. Karena kafe tersebut berada di sebrang supermarket.
Tommy mengajakku masuk dan menyuruhku duduk di pojok kafe tersebut.
__ADS_1
Pesanan kami pun datang, tommy tau nafsu makanku besar dia pun memesankan banyak macam-macam cake untukku dia bilang jika kita sedang merasa sedih makanan manis bisa membuat hati menjadi tenang.
Setelah, perutku terasa penuh tommy mengajakku untuk pulang. Dia mengatarkanku pulang dengan mobilnya tapi, sebelum pulang ke rumah aku meminta dia mengantarku ke panti asuhan.
Dia pun mengiyakan permintaanku. Sesampainya di sana aku meminta tommy untuk menurunkan semua belanjaanku. Tommy terlihat bingung karena, keakrabanku kepada seorang wanita yang ada di sana.
Aku memperkenalkan tommy kepada ibu yang ada di sana. Dia bu Martha beliau seorang ibu sekaligus pengurus bagi semua anak di panti tersebut.
Setelah menurunkan semua barang dan memberi amplop coklat. Aku dan tommy pamit untuk pulang. Beliau tak hentinya mengucapkan terima kasih kepada kami karena telah banyak membantu panti asuhannya.
tommy prov
aku kira nara memborong barang segitu banyaknya untuk membuka toko di rumahnya ternyata aku salah. Nara sungguh baik hati
Di perjalanan pulang aku bertanya sejak kapan nara menjadi donatur tetap di sana. nara pun bercerita panjang lebar padanya, aku mendengarkan ceritanya sambil tersenyum.
Sesampainya di depan rumah nara kulihat rumahnya begitu mewah. Sepertinya dia anak orang yang sangat kaya. Tetapi dia tidak pernah memamerkan kekayaannya.
Dia mengajakku untuk mampir. Tapi karena, malam semakin larut ku katakan lain kali pasti aku mampir. Nara pun masuk kedalam rumahnya sambil melambaikan tangannya.
__ADS_1